Didukung Nasdem, Anies Dipastikan Berlayar pada Pilkada Jakarta, Bersama Sohibul Iman?

Didukung Nasdem, Anies Dipastikan Berlayar pada Pilkada Jakarta, Bersama Sohibul Iman?

Pengamat politik Ujang Komarudin sebut Anies dipastikan bisa maju pada Pilkada Jakarta karena didukung PKS-Nasdem. Persoalan kini siapa calon wakilnya Halaman all

(Kompas.com) 22/07/24 18:56 11694952

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyebut, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa berlayar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024, dengan adanya deklarasi dukungan dari Partai Nasdem.

Pasalnya, Anies sebelumnya sudah mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dengan adanya Nasdem maka syarat pencalonan sudah terpenuhi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati (Pilkada).

“Kalau Nasdem mendukung Anies bergabung dengan PKS itukan sudah lebih dari 20 persen, (syarat pencalonan kepala daerah). Anies bisa jadi figur pertama yang sudah bisa dapat tiket 20 persen lebih,” kata Ujang saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/7/2024).

Namun, dia mengatakan, persoalannya kini ada pada bakal calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampingi Anies.

Oleh karena itu, menurut Ujang, perihal cawagub ini bakal ada pembicaraan atau kesepakatan politik antara Nasdem dan PKS. Meskipun, Nasdem menyebut, menyerahkan perihal wakil kepada Anies.

Ujang pun menganalisa ada dua kemungkinan, yakni Anies tetap akan bersama Sohibul Iman sebagaimana diinginkan PKS. Sebab, mantan calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 itu membutuhkan PKS untuk dapatkan tiket maju Pilkada Jakarta.

“Kalau Nasdem memberikan pilihannya wakilnya diserahkan pada Anies, ya dengan Sohibul Iman. Jadi kelihatannya bagaimanapun Anies butuh dukungan PKS. Anies tanpa PKS pun berat. Jadi, kalau Nasdem dukung Anies lalu diserahkan wakilnya pada Anies, ya kemungkinan besar calon wakilnya itu Sohibul Iman,” ujarnya.

Kemungkinan kedua, kocok ulang antara PKS dan Nasdem untuk menentukan bakal cawagub Anies.

“Tetapi, kalau PKS-nya bersyarat, di belakang layar meminta calon wakilnya dari Nasdem, ya harus kocok ulang,” kata Ujang.

Namun, Ujang menyakini bahwa yang bakal mendampingi Anies maju pada Pilkada Jakarta, bukan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.

Meskipun, Partai Nasdem diketahui menggelar pertemuan dengan PSI dan Kaesang sebelum mengumumkan dukungan untuk Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024.

“Saya sih melihatnya bukan Kaesang ya. Kelihatannya bukan Kaesang. Kelihatannya ya bisa Sohibul Iman, bisa juga kader Nasdem atau orang yang disiapkan oleh Nasdem, bukan Kaesang. Elektabilitasnya pun rendah satu persen toh,” ujarnya.

Dukungan untuk Anies

Sebagaimana diketahui, Nasdem adalah partai kedua yang mendeklarasikan dukungan untuk Anies pada Pilkada Jakarta 2024.

Sebelumnya, pada 25 Juni 2024, PKS secara tiba-tiba mendeklarasikan dukungan untuk Anies Baswedan sebagai bakal cagub berpasangan dengan kader mereka Sohibul Iman sebagai bakal cawagub pada Pilkada Jakarta.

Pengumuman dukungan Nasdem dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hermawi Taslim di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024) sore.

Anies pun turut hadir dalam konferensi pers di mana Nasdem memastikan dukungan untuknya.

Menurut Hermawi, keputusan ini didapatkan melalui rapat DPP Partai Nasdem yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh.

"Untuk Pilkada DKI Pak Surya Paloh yang pimpin rapat langsung menetapkan. Bapak Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Nasdem," kata Hermawi dalam jumpa pers.

Menariknya, Nasdem membebaskan Anies untuk menentukan siapa bakal cawagub pendampingnya. Tetapi, tidak boleh menjadikan kader Nasdem sebagai calon wakil gubernur.

"Pak Anies juga dibebaskan untuk menentukan siapa wakilnya dengan satu syarat wakil itu tidak boleh dari Partai Nasdem,” ujar Hermawi.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan bahwa dukungan untuk Anies dilakukan Nasdem tanpa syarat.

Dia menjelaskan bahwa Nasdem terus melakukan komunikasi politik dengan partai politik lain untuk mengusung Anies.

"Komunikasi akan terus kami lakukan dari Bapilu dengan partai lain, prinsipnya adalah tidak ada yang ketinggalan," ujar Willy.

Anies berlayar

Dengan adanya dukungan dari PKS dan Nasdem sejatinya Anies Baswedan dipastikan mendapat tiket maju sebagai bakal cagub pada PIlkada Jakarta 2024. Sebab, jumlah kursi DPRD kedua partai tersebut sudah melebihi 22 kursi yang merupakan syarat pengajuan calon pada Pilkada Jakarta.

Dalam UU Pilkada disebut bahwa syarat pencalonan kepala daerah melalui partai politik (parpol) adalah diusung oleh parpol atau gabungan parpol yang memiliki kursi minimal 20 persen di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain itu, parpol maupun gabungan parpol juga bisa mengajukan calon kepala daerah dengan menggunakan gabungan perolehan suara parpol sebanyak 25 persen.

Diketahui, PKS menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Jakarta, dengan 1.012.028 suara atau setara dengan 18 kursi DPRD.

Sementara itu, Partai Nasdem memeroleh 545.235 suara atau setara 11 kursi DPRD Jakarta. Oleh karenanya, jika jumlah kursi kedua partai ini ditambahkan mencapai 29 kursi.

#pks #anies-baswedan #nasdem #pilkada-2024 #anies #pilkada-jakarta #pilkada-jakarta-2024 #anies-sohibul #nasdem-dukung-anies-pilkada-jakarta

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/22/18562581/didukung-nasdem-anies-dipastikan-berlayar-pada-pilkada-jakarta-bersama