Kenapa Saham Garuda (GIAA) Tiba-tiba Melompat dari Area Rp 50-an?
Saham Garuda (GIAA) melompat 8,47% ke Rp 64 pada perdagangan 23 Juli 2024 sebelum jeda siang. - Halaman all
(InvestorID) 23/07/24 10:23 11781363
JAKARTA, investor.id - Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melompat 8,47% ke Rp 64 pada perdagangan 23 Juli 2024 sebelum jeda siang.
Saham GIAA melanjutkan capaian positif pada perdagangan 18,19, dan 22 Juli. Dalam satu pekan terakhir saham ini mendadak melesat 25,49%. Asal tahu saja, per 17 Juli harga saham Garuda (GIAA) masih Rp 51.
GIAA sendiri akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Agustus 2024 mendatang. Dalam pengumuman resmi yang dipublikasi Garuda, maskapai penerbangan nasional itu belum merinci mata agenda yang bakal menjadi pembahasan dalam RUPSLB. Yang jelas, RUPSLB ini digelar atas usulan pemegang saham seri A dwiwarna.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, RUPSLB yang akan dilaksanakan Garuda Indonesia itu berkaitan dengan pengurus perseroan. “Ada pergantian pengurus lagi, mungkin,” jawab singkat pria yang akrab disapa Tiko itu saat ditemui Investor Daily di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024) malam.
Kemungkinan lain, inisiatif pelaksanaan RUPSLB tersebut juga berhubungan dengan tindak lanjut rencana pemegang saham GIAA untuk merealisasikan penggabungan usaha (merger) Garuda Indonesia ke dalam ekosistem PT Aviasi Pariwisata Indonesia alias InJourney.
Tiko menambahkan bahwa peraturan pemerintah (PP) terkait proses integrasi antara Garuda Indonesia dan InJourney hingga saat ini masih terus berjalan dan diharapkan PP tersebut dapat rampung pada tahun 2024 ini.
“Itu lagi berjalan PP-nya. Integrasinya dengan InJourney bukan Pelita. Sekarang, lagi nunggu proses pembuatan PP. Tahun ini isnyallah rampung,” ujar Tiko.
Secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menepis RUPSLB tersebut berkaitan dengan integrasi Garuda Indonesia ke InJourney. Kendati begitu, dirinya juga belum mau menyebutkan mata agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB.
Menurut dia, mata agenda RUPSLB akan diumumkan pada 24 Juli 2024 sesuai dengan ketentuan pasal 17 ayat 1 dan pasal 52 ayat 1 peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.15/POJK.04/2020 tentang rencana dan pelaksanaan RUPSLB.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut perihal kemungkinan adanya corporate action atau shareholder action dalam pembahasan RUPSLB, Irfan meminta, untuk menunggu. “Kita tunggu,” ujarnya saat dihubungi Investor Daily baru-baru ini.
Bisnis Kargo
Di sisi lain, Garuda Indonesia (GIAA) terus memperkuat pertumbuhan kinerja usaha yang salah satunya dilaksanakan dengan mengoptimalkan lini bisnis kargo.
Seiring dengan berbagai upaya untuk mengoptimalkan lini komersial kargo yang telah dilaksanakan perusahaan, pada Q1-2024 ini Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan angkutan trafik kargo hingga 40,6% jika dibandingkan dengan periode Q1-2023.
Lebih lanjut, selama periode Q1-2024 tersebut Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan angkutan kargo internasional sebesar 45,38% dibandingkan dengan Q1-2023 di mana selama Q1-2024 ini perusahaan mengangkut sedikitnya 14 ribu ton angkutan kargo.
Sementara itu untuk sektor domestik juga turut mencatatkan pertumbuhan sedikitnya 27,63% menjadi 19 ribu ton angkutan kargo jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa seiring dengan capaian kinerja usaha yang secara konsisten mencatatkan pertumbuhan, Garuda Indonesia terus memaksimalkan langkah optimalisasi berbagai lini komersial termasuk lini bisnis kargo yang telah menunjukan tren positif sejak akhir 2023 lalu.
“Lini bisnis kargo khususnya kargo internasional menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis yang saat ini tengah kami optimalkan melalui berbagai insiasi strategis dalam mendukung optimalisasi akselerasi kinerja usaha Garuda Indonesia, khususnya dengan memaksimalkan demand yang tinggi atas layanan transportasi kargo udara baik untuk berbagai jenis komoditas unggulan menuju Indonesia,” jelas Irfan dalam keterangan resmi, Jumat (19/7/2024).
Irfan menambahkan bahwa upaya untuk meningkatkan trafik kargo tersebut dilaksanakan melalui berbagai inisiasi bersama partner strategis di antaranya melalui peningkatan kerja sama interline dengan maskapai global untuk pengiriman kargo dari dan ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Amsterdam. Melalui optimalisasi kerja sama interline ini, diharapkan Garuda Indonesia akan dapat mengangkut tambahan isian kargo yang dapat mencapai hingga 70-100 ton setiap bulannya.
Adapun selama periode Q1-2024 ini, melalui kerja sama interline dengan berbagai mitra airline strategis, Garuda Indonesia telah mengangkut sedikitnya 2.325 ton angkutan kargo yang terdiri dari berbagai komoditas seperti general cargo, meat, dan live animal. Adapun jumlah tersebut merupakan 16% dari total seluruh angkutan kargo internasional Garuda Indonesia selama periode Januari-Maret 2024.
“Dengan jumlah tersebut, pengembangan lini bisnis kargo khususnya untuk pangsa pasar internasional akan terus kami akselerasikan untuk tidak hanya mengoptimalkan kinerja usaha namun juga memaksimalkan dukungan kami terhadap upaya mendukung pertumbuhan berbagai produk unggulan nasional,” tutup Irfan.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #garuda-indonesia #giaa #saham-giaa #saham-garuda #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/367827/kenapa-saham-garuda-giaa-tibatiba-melompat-dari-area-rp-50an