Minta Maaf, Kepsek Jelaskan Alasan Angkat Guru Honorer Tanpa Rekomendasi Disdik
Kepala sekolah mengaku salah telah mengangkat guru honorer tanpa rekomendasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Halaman all
(Kompas.com) 24/07/24 07:28 11894056
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekolah SMAN 112 Jakarta Barat, Mutia, menjelaskan alasan ia mengangkat guru honorer di sekolah tanpa rekomendasi dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Mutia menjadi perwakilan kepala sekolah yang menyampaikan curhatannya atas kebijakan cleansing guru honorer dalam rapat bersama Disdik dan Komisi E DPRD DKI Jakarta.
"Kami mohon maaf telah melakukan pelanggaran, tapi pelanggaran tersebut untuk meminimalisir (dampak ke depan). Kami mohon maaf untuk itu, kami bersedia disalahkan karena memang kami salah," kata Mutia saat diberikan kesempatan untuk berbicara oleh dewan sebelum rapat ditutup, Selasa (23/7/2024).
Mutia menegaskan, ia tidak mengangkat guru honorer berdasarkan faktor kedekatan. Semua murni karena kebutuhan tenaga pengajar di sekolah.
"Insya Allah kami tidak (mengangkat guru honorer karena hubungan). Kami mengangkat karena awalnya adalah kebutuhan," ucap dia.
Setiap bulan, ia mengirim surat ke Suku Dinas Pendidikan tembusan ke Dinas Pendidikan untuk meminta guru karena akan ada guru di sekolah yang pensiun.
"Tapi tidak serta merta ada saat itu guru pensiun, saat itu ada penganti," ucap dia.
Melihat itu, Mutia mengambil langkah dengan memanfaatkan guru yang ada untuk mengajar dua mata pelajaran.
"Pelayanan itu tekad kami, melayani anak supaya masa depannya cemerlang. Itu fokus kami di sekolah, tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," kata dia.
Di sisi lain, Mutia mendapat tenaga pengajar dari pemerintah, tetapi untuk mata pelajaran yang sudah ada pengajarnya.
Alhasil, muncul keluhan dari para siswa karena hanya terus diberikan tugas tanpa penjelasan mata pelajaran.
"Itu alasan kami mengambil langkah mengangkat guru honorer. Walaupun saya tahu persis, ini melanggar aturan," kata Mutia.
Mutia mengaku kondisi seperti ini sudah sering dia utarakan. Namun, realisasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Setelah ramainya kebijakan cleansing ini, Mutia mengaku siap apabila dia harus dipecat karena mengangkat guru honorer kembali.
"Kami sudah janji di depan Pj Gubernur, kami janji, \'bagi yang mengangkat lagi guru honorer, pecat\'. \'Siap\' (menjawab dalam sumpah)," ujar Mutia.
Sebelumnya diberitakan, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Penjabat (Pj) menegaskan, 4.000 guru honorer di DKI Jakarta direkomendasikan untuk mendapatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ribuan guru honorer yang akan diprioritaskan mendapat Dapodik itu adalah mereka yang bekerja sebagai tenaga honorer pada medio 2017 hingga Desember 2023.
"Harus ada cut off date-nya, yaitu Desember 2023, itu (kita) dorong untuk dapat data dapodik," ucap Heru.
Heru juga menyarankan agar para guru honorer di Jakarta mengikuti seleksi kontrak kerja individu (KKI) sesuai dengan aturannya pada Agustus ini.
Sementara 2.300 sisanya, bisa mengikuti program KKI di tahun 2025 mendatang. Untuk mengikuti seleksi KKI ini, para guru honorer tidak diwajibkan memiliki Dapodik.
#guru-honorer-jakarta #guru-honorer-diputus-kontrak #guru-honorer-dipecat #cleansing-guru-honorer #guru-honorer-diangkat-tanpa-rekomendasi