IHSG Rontok Dihajar Ramainya Sentimen Negatif
Pilarmas investindo Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini rontok dihajar ramainya sentimen negatif, baik eksternal dan dalam negeri. Apa saja? - Halaman all
(InvestorID) 24/07/24 13:15 11944431
JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok, karena turun 25,97 poin (0,36%) ke level 7.287,8 pada penutupan sesi I, Rabu (24/7/2024). Pilarmas investindo Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini rontok dihajar ramainya sentimen negatif, baik eksternal dan dalam negeri. Apa saja?
Pilarmas menjelaskan, sentimen dari eksternal tersebut adalah pasar tampaknya fokus menilai data manufaktur Jepang, Australia yang mengalami kontraksi. Dari Jepang dimana The au Jibun Bank Japan Manufacturing merosot ke 49,2 di bulan Juli dari 50,0 di bulan Juni dan manufaktur Australia meskipun mengalami kenaikan namun masih di zona kontraksi dimana naik tipis menjadi 47,4 pada Juli 2024 dari 47,2 pada bulan Juni.
“Pasar menilai hal ini potensi dari output dan pesanan baru turun dan perusahaan-perusahaan masih berada di bawah tekanan dari harga yang lebih tinggi dan kondisi bisnis yang belum pulih sehingga terjadi perlambatan perekonomian yang menyebabkan penurunan pesanan dan produksi baru,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (24/7/2024).
Sedangkan dari Amerika Serikat (AS), Pilarmas memaparkan, pasar juga menanti akhir drama calon presiden dari partai Demokrat pasca Joe Biden menyatakan mundur dari pencalonan calon presiden. Pasar terus mengikuti perkembangan siapa yang akan menjadi lawan calon presiden Donald Trump pada pilpres November tahun ini.
Sebelumnya Joe Biden telah menunjuk Kamala Harris untuk menggantikannya sebagai kandidat dari Partai Demokrat untuk maju menjadi calon presiden, Namun informasi dimana Michelle Obama yang merupakan isteri dari mantan Presiden AS Barack Obama akan dicalonkan menjadi calon presiden dari partai demokrat untuk melawan Donald Trump pada November.
“Hal itu tampaknya juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan Partai Republik,” papar Pilarmas.
Sentimen Dalam Negeri
Sementara dari dalam negeri, lanjut Pilarmas, utang jatuh tempo pemerintahan RI pada 2025 akan meningkat. Hal ini berdasarkan data Kementerian Keuangan mencatat, utang jatuh tempo pemerintah Indonesia pada 2025 mendatang mencapai Rp 800 triliun. Utang jatuh tempo tersebut meningkat dari tahun ini yang sebesar Rp 434,29 triliun.
Selanjutnya Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menyampaikan bahwa tingginya utang yang akan jatuh tempo di 2025 dan tahun-tahun berikutnya, antara lain disumbang penerbitan SBN dalam rangka pembiayaan pandemi Covid-19 yang mulai jatuh tempo.
“Tentunya ini menjadi kekhawatiran pasar jika pertumbuhan ekonomi dalam negeri lebih rendah dari pertumbuhan bunga utang. Pasar berharap, langkah dan kebijakan pemerintah terhadap pembayaran utang jatuh tempo tersebut tetap dapat menjaga kepercayaan pasar akan kondisi ekonomi dalam negeri,” jelas Pilarmas.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar HELI, BCIC, IBFN, HADE, INTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar ISEA, MIRA, BEBS, REAL, EMDE.
Pilarmas merekomendasikan saham SMRA untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan SMRA buy dengan support dan resistance di level 560–600,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #indeks-harga-saham-gabungan #sentimen-ihsg #pilarmas #pilpres-as #utang-jatuh-tempo #rekomendasi-saham #smra #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/367971/ihsg-rontok-dihajar-ramainya-sentimen-negatif