Pengakuan Jukir Liar yang Pernah Main Judi

Pengakuan Jukir Liar yang Pernah Main Judi "Online", Berhenti karena Lihat Teman Jatuh Miskin

Setelah melihat teman-temannya menjual ponsel, televisi, kulkas, hingga motor gara-gara ketagihan judi online, Tomi intropeksi diri. Halaman all

(Kompas.com) 24/07/24 19:08 11955127

JAKARTA, KOMPAS.com - Tomi (35), juru parkir liar di kawasan Roxy Mas, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, mengaku pernah tergoda bermain judi online (judol).

Namun, ia buru-buru berhenti setelah melihat teman-temannya jatuh miskin karena aktivitas tersebut.

"(Coba main judol) karena lihat orang enak banget (dapat jackpot). Enggak tahunya, parah banget itu," ujar Tomi saat ditemui Rabu (24/7/2024).

"Banyak mah teman saya (yang main judol). Saya mikirnya, yang punya banda (bahasa Betawi, artinya benda atau barang) aja bisa blangsak (bahasa Betawi, artinya miskin atau bangkrut)," imbuh dia.

Ayah satu anak ini mengaku pernah bermain judi online selama dua bulan. Ia pun "hanya" kehilangan uang Rp 20.000.

Namun, setelah melihat teman-temannya menjual ponsel, televisi, kulkas, hingga motor gara-gara ketagihan judi online, Tomi intropeksi diri.

"Mending buat jajan anak deh. Saya kan penghasilan cuma Rp 70.000. Kan kasihan kalau Rp 20.000 ini (buat judi). (Mending) kalau menang. Kalau enggak menang?" ucap Tomi lagi.

Sebagai juru parkir, Tomi bilang, penghasilannya tak menentu. Jika sedang ramai, dia bisa membawa pulang uang Rp 80.000.

Namun, kalau sepi, ia hanya mengantongi uang Rp 50.000 yang sehari-hari dipakai untuk kebutuhannya, istri, dan anak.

Dia pun berharap bisa segera mendapat pekerjaan tetap agar bisa berhenti menjaga parkir liar. Apalagi, belakangan muncul wacana penataan dekat perlintasan kereta di kawasan Roxy Mas.

"Kalau ada kerjaan ya kerja. Kerja apa gitu, PPSU (petugas prasarana dan sarana umum) lah," katanya.

Adapun pelaku judi online belakangan jadi perhatian pemerintah karena jumlahnya yang begitu besar.

Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Karyoto belum lama ini mewanti-wanti masyarakat untuk tidak bermain judi online. Ia mengingatkan, judi online tidak akan pernah menguntungkan pemain, melainkan hanya menguntungkan bandar.

“Yang lebih penting sebenarnya adanya sebuah pemahaman, kesadaran bagi kita, masyarakat enggak usah ikut main judi lah. Karena cuma menguntungkan bandar, bagi kita rugi,” ujar Karyoto, Rabu (26/6/2024).

Karyoto pun menyayangkan praktik judi online yang semakin masif di masyarakat. Ia menduga, berbagai lapisan masyarakat turut bermain judi online, dari dewasa hingga anak-anak.

"Dan sekarang ya memang yang ikut bermain banyak sekali, masyarakat bermacam-macam. Mungkin ada yang berprofesi karyawan atau mahasiswa, atau anak-anak yang pakai gadget," katanya.

#razia-judi-online #pencegahan-judi-online

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/24/19083771/pengakuan-jukir-liar-yang-pernah-main-judi-online-berhenti-karena-lihat