Ini Kunci RI untuk Keluar dari Middle Income Trap
Salah satu kunci untuk keluar dari jebakan kelas menengah (middle income yakni memastikan sumber pertumbuhan ekonomi lebih merata. - Halaman all
(InvestorID) 24/07/24 19:46 11961378
JAKARTA, investor.id – Pemerintah gencar melakukan pemerataan sumber pertumbuhan ekonomi untuk keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap). Saat ini pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di pulau Jawa dan belum tersebar secara menyeluruh di seluruh Indonesia.
Untuk bisa keluar dari middle income trap dan mencapai Visi Indonesia Emas 2045 maka pertumbuhan ekonomi sebesar 5% belum cukup, sehingga harus bisa didorong di kisaran 6-7% disertai investasi yang tumbuh 6,8% hingga dua dekade mendatang.
“Kita melihat berbagai daerah Indonesia ada yang pendapatannya tinggi, seperti Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Sumatera Selatan. (Sumber pertumbuhan ekonomi) itu harus kita ratakan,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada Rabu (24/7/2024).
Dia mengatakan bahwa pemerataan ekonomi di setiap daerah bisa dihadirkan dengan mengoptimalkan UMKM dan sektor jasa. Dengan adanya pemerataan ekonomi, maka diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional akan terdongkrak secara berkelanjutan.
“Tentu sektor ekonomi harus didorong terutama untuk UMKM kemudian sektor jasa harus didorong,” tutur Airlangga.
Airlangga mengatakan hingga akhir tahun 2024 ini pendapatan perkapita ini Indonesia akan mencapai US$ 5 ribu. Saat ini, ada beberapa daerah di Indonesia yang sudah keluar dari middle income trap, salah satunya Provinsi DKI Jakarta dengan pendapatan US$ 21 ribu perkapita. Lalu pendapatan di Provinsi Palembang sudah mencapai US$ 10 ribu perkapita. Selanjutnya Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara juga sudah berhasil keluar dari middle income trap.
“Pendapatan perkapita Jakarta U$$ 21 ribu. Kalau kita lihat provinsi lain, Palembang itu US$ 10.000, kemudian kalau kita lihat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sudah lolos middle income trap,” terang dia.
Target Pemerintah
Sementara secara keseluruhan, Indonesia sekarang ini masih berada di kelompok negara berpendapatan menengah atas. Jika dirinci, negara pendapatan menengah atas memiliki pendapatan per kapita di kisaran US$ 4.466-13.845. Kriteria negara pendapatan tinggi adalah memiliki pendapatan per kapita di atas US$ 13.845.
“Penduduk Indonesia sekarang 270 juta dengan income perkapita sekitar US$ 5 ribu, dan nanti di tahun 2045 kita berharap penduduk kita 232 juta dengan pendapatan perkapita antara US$ 26-30 ribu,” terang Airlangga.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 pertumbuhan ekonomi ditargetkan dalam kisaran 5,6% sampai 7,8%. Pada tahap pertama (2025-2029) pertumbuhan ekonomi ditargetkan di angka 5,6% sampai 6,1%.
Pada tahap kedua pertumbuhan ekonomi ditargetkan di kisaran 6,9% sampai 7,8%. Pada tahap ketiga (2035-2039) pertumbuhan ekonomi ditargetkan di kisaran 6,4% sampai 7,6%. Pada tahap keempat (2040-2045) ditargetkan berada pada kisaran 5,4% sampai 6,7%.
Airlangga mengatakan dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi harus berada di kisaran 6-7%. Pertumbuhan investasi diharapkan bisa mencapai 7% per tahun agar pertumbuhan ekonomi bisa di angka tersebut.
“Presiden terpilih Prabowo Subianto berharap pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8% pada 3 sampai 4 tahun ke depan, sehingga ini menjadi tantangan bagi kita semua,” terang Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #middle-income-trap #jebakan-kelas-menengah #pertumbuhan-ekonomi-indonesia #pendapatan-perkapita #pendapatan-perkapita-indonesia #airlangga-hartanto #rpjpn-2025-2045 #b
https://investor.id/macroeconomy/368028/ini-kunci-ri-untuk-keluar-dari-middle-income-trap