Dongkrak Industri Kakao hingga Kelapa, Pemerintah Bakal "Sulap" BPDPKS Halaman all
Nantinya, badan tersebut tidak hanya fokus mengurus kelapa sawit, tapi juga komoditas perkebunan lain, yakni kakao, kelapa, dan karet. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 25/07/24 14:54 12080571
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana memperluas peran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Hal itu dilakukan untuk mendongkrak sejumlah komoditas hasil perkebunan lain.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berencana mengubah BPDPKS menjadi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Nantinya, badan tersebut tidak hanya fokus mengurus kelapa sawit, tapi juga komoditas perkebunan lain, yakni kakao, kelapa, dan karet.
SHUTTERSTOCK/AMMIT JACK Ilustrasi kakao, buah kakao, pohon kakao."BPDPKS itu kita akan konversi menjadi BPDP. Pembiayaan perkebunan termasuk di dalamnya kakao, kelapa dan karet," kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
"Jadi kalau kita lihat, kelapa, karet, kakao, ketinggalan dengan kelapa sawit," sambungnya.
Lebih lanjut Airlangga bilang, nantinya BPDP bakal diarahkan untuk mendukung revitalisasi kebun kakao, karet, dan juga kelapa. Hal ini sebagaimana telah dilakukan BPDPKS terhadap perkebunan kelapa sawit.
"Oleh karena itu kebun, industri kakao kita dongkrak kembali," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginisiasi kelembagaan kakao dan kelapa untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri, menjaga kelangsungan industri dan daya saing serta meningkatkan nilai tambah.
#kelapa-sawit #bpdpks #airlangga-hartarto #produksi-kakao #industri-kakao