Raja Juli: Posisi Kaesang di Jakarta maupun Jateng Itu Dilamar, bukan Melamar

Raja Juli: Posisi Kaesang di Jakarta maupun Jateng Itu Dilamar, bukan Melamar

Sekjen PSI Raja Juli sebut partainya siap ikuti kesepakatan KIM soal Pilkada Jakarta dan Jateng. Tapi, dia tegaskan posisi Kaesang jika akhirnya maju Halaman all

(Kompas.com) 26/07/24 13:27 12180358

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni bicara perihal posisi Ketua Umum Kaesang Pangarep pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng) 2024.

Dia menegaskan bahwa PSI bakal mengikuti kesepakatan bersama partai politik (parpol) lain yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) terkait pencalonan atau pengusungan bakal calon kepala daerah di Jakarta dan Jateng.

Diketahui, PSI bersama dengan Partai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, dan Garuda tergabung dalam KIM yang mendukung dan mengantarkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Namun, Raja Juli menegaskan bahwa posisi Kaesang adalah dilamar apabila akhirnya didukung untuk maju sebagai bakal calon gubernur atau calon wakil gubernur oleh KIM pada Pilkada Jakarta atau Jateng.

"Posisi Mas Kaesang di Jakarta maupun Jateng itu, menurut saya ya, posisi dilamar, bukan melamar. Jadi itu tadi, para pelamar ini yang akan melamar ini duduk bareng dulu gitu (bicarakan) nanti gimana baiknya,” kata Raja Juli di kantor DPP PSI, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

"Jakarta dengan pertimbangan ini, ini, ini, kemungkinan menangnya gini-gini atau sebaliknya. Di Jawa Tengah harus nomor satu dengan alasan ini, ini atau nomor dua apa alasannya. Nah keputusannya yang nanti keputusan kita bersama,” ujarnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Raja Juli mengungkapkan, saat ini KIM masih melihat perkembangan atau dinamika politik yang terjadi belakangan sebelum memutuskan dukungan pada Pilkada Jakarta dan Jateng.

“Jadi wait and see ya sambil melihat perkembangan, sambil melihat dinamika politik,” ujar pria yang menjabat sebagai Menteri Investasi ini.

Namun, dia memastikan bahwa partai yang tergabung dalam KIM berusaha sepakat untuk satu suara terkait pencalonan kepala daerah pada Pilkada Jakarta dan Jateng.

“Kita kan dari awal ada pembicaraan dengan teman-teman di KIM, di Golkar, Demokrat, Gerindra ya sebisa mungkin kita ini bareng, kira-kira begitu. Ada di beberapa tempat enggak bareng tapi juga diomongin baik-baik kan? Misalkan itu di Banten itu beda,” katanya.

Menurut Raja Juli, KIM masih terus berkomunikasi agar satu suara sehingga hasil pada pilkada sejalan dengan pilpres. Pada akhirnya, bersama-sama mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kita ingin duduk bareng dulu untuk merumuskan kepentingan bersama karena kan idealnya adalah presiden dan wakil presiden didukung partai tertentu, di bawahnya juga didukung partai-partai tersebut sehingga bisa linear. Nh itu sehingga kita saling tunggu, saling komunikasi,” ujarnya.

Nama Kaesang memang kerap disebut oleh sejumlah partai di KIM, saat berbicara soal kandidat yang potensial diusung pada Pilkada Jakarta dan Jawa Tengah.

Jakarta atau Jateng?

Sebagaimana diketahui, sejumlah lembaga survei memetakan elektabilitas Kaesang di Jakarta dan Jawa Tengah.

Dari hasil beberapa lembaga survei, elektabilitas putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu lebih tinggi di Jawa Tengah ketimbang di Jakarta.

Salah satunya adalah survei Litbang Kompas periode Juni 2024 yang memperlihatkan elektabilitas Kaesang di Jakarta hanya sebesar 1 persen.

Tak hanya elektabilitas yang rendah, responden yang merupakan penduduk Jakarta juga memperlihatkan resistensi kepada Kaesang. Sebanyak 33,8 persen responden tidak akan memilih Ketua Umum PSI itu jika dicalonkan sebagai Gubernur Jakarta.

Litbang Kompas/RFC/BES Survei Litbanv Kompas: Elektabilitas Calon Gubernur Rujukan Publik Jakarta

Sementara itu, responden yang belum memberikan jawaban atau menjawab tidak tahu apakah akan memilih Kaesang sebesar 14,8 persen. Lalu, responden yang pasti memilihnya sebanyak 9,8 persen.

Kemudian, dikutip dari Kompas.id, Selasa (16/7/2024), sebesar 41,8 persen responden sisanya mempertimbangkan akan memilih Kaesang jika dicalonkan menjadi Gubernur Jakarta.

Survei yang didanai sepenuhnya oleh Harian Kompas ini dilakukan pada 15-20 Juni 2024, dengan melibatkan sebanyak 400 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Margin of error survei lebih kurang 4,9 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, Survei Litbang Kompas periode yang sama memperlihatkan bahwa elektabilitas Kaesang di Jateng menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 7 persen.

"Kaesang, yang juga putra Presiden Joko Widodo, sebesar 7 persen dalam model jawaban terbuka (top of mind) atau 19,4 persen dalam model jawaban semi-tertutup (diekstrapolasi)," demikian hasil survei Litbang Kompas seperti dikutip dari Kompas.id, Kamis (18/7/2024).

Kaesang unggul tipis dari kandidat yang digadang-gadang beberapa partai yang tergabung di KIM, yakni Ahmad Luthfi. Elektabilitas Kapolda Jateng itu sebesar 6,8 persen.

Hanya saja, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 64 persen

Survei yang didanai sepenuhnya oleh Harian Kompas ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 20 sampai 25 Juni 2024.

Jumlah responden sebanyak 500 orang yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Tingkat kepercayaan survei itu mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 4,4 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

#kaesang-pangarep #kim #kaesang #psi #pilkada-2024 #pilkada-jawa-tengah-2024 #koalisi-indonesia-maju #pilkada-jateng-2024 #kaesang-maju-pilkada #pilkada-jakarta-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/26/13274731/raja-juli-posisi-kaesang-di-jakarta-maupun-jateng-itu-dilamar-bukan-melamar