Soal Dewa-dewa di Pencalonan Pilkada Jakarta, PKS: Makanya Enggak Usah Cawe-cawe!

Soal Dewa-dewa di Pencalonan Pilkada Jakarta, PKS: Makanya Enggak Usah Cawe-cawe!

PKS meminta siapa pun yang bukan tergabung sebagai anggota atau pimpinan parpol tidak ikut cawe-cawe terhadap pencalonan Pilkada serentak 2024. Halaman all

(Kompas.com) 26/07/24 16:25 12195222

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta siapa pun yang bukan tergabung sebagai anggota atau pimpinan partai politik tidak ikut campur atau cawe-cawe terhadap pencalonan Pilkada serentak 2024, terkhusus di Jakarta.

Hal ini disampaikannya merespons pernyataan Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni bahwa ada "dewa-dewa" yang menentukan pencalonan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta 2024 sehingga proses itu bahkan sulit diprediksi pengamat politik.

"Makanya enggak usah cawe-cawe. Biarkan proses naturalnya berjalan," kata Mardani kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).

Mardani kemudian ditanya tentang pandangan pengamat politik Adi Prayitno.

Adapun Adi menduga dewa-dewa ini adalah pimpinan partai politik yang berupaya melobi partai-partai pendukung Anies Baswedan untuk berhenti memberikan dukungan pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mardani menilai pandangan itu bisa saja ada benarnya.

"Bisa jadi benar. Semua akan menggunakan segala kuasa," imbuhnya.

Terlebih, lanjut dia, Jakarta dianggap merupakan "kue" ekonomi yang terbesar bagi insan politik.

Selain itu Jakarta juga dinilai sebagai magnet politik nasional selama ini.

"Tapi semua dewa itu bisa juga ilusi. Semua tergantung integritas dan kapasitas kita pelaku politik. Pimpinan parpol justru mesti mencontoh sikap istiqomah," pesan anggota Komisi II DPR RI ini.

Lebih jauh, Mardani juga ditanya apakah sejauh ini sudah melihat ada arah upaya-upaya untuk menggagalkan pencalonan Anies atau tidak di Jakarta.

Tak menjawab gamblang, ia hanya mengungkapkan bahwa aksi penggagalan itu biasanya dilakukan secara halus dan menggunakan tangan ketiga hingga keempat.

"Makanya kuncinya satu: jaga etika dan logika publik dengan menghormati kehendak publik," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sahroni mengatakan "dewa-dewa" di Republik Indonesia (RI) yang akan menentukan sosok calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Sahroni menegaskan, calon-calon yang maju di Jakarta sulit untuk diprediksi oleh pengamat karena keputusannya berada di tangan para dewa itu.

"Ini kan masih sangat dinamis, Jakarta agak sedikit unik. Karena ini tidak mudah dan tidak bisa ditafsirkan oleh para pengamat-pengamat itu. Yang hanya tahu adalah para dewa-dewa yang ada di Republik ini," ujar Sahroni di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno menduga "dewa-dewa" yang dimaksud adalah elite partai politik.

Menurutnya, elite-elite partai itu bertugas untuk melobi para pendukung Anies untuk membatalkan dukungannya ke Anies.

"Tentu pernyataan Ahmad Sahroni ini ada kaitannya dengan soal kemungkinan, bagaimana partai-partai pengusung Anies terus dilobi supaya mereka itu batalkan dukungannya ke Anies. Saya kira di situ konteksnya," kata Adi.

#pilkada-jakarta #pilkada-jakarta-2024 #nasdem-dukung-anies-pilkada-jakarta #pkb-dukung-anies-pilkada-jakarta #dewa-tentukan-cagub-jakarta

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/26/16252681/soal-dewa-dewa-di-pencalonan-pilkada-jakarta-pks-makanya-enggak-usah-cawe