'Ketum Nasdem Pak Surya Paloh adalah salah satu dewanya. Karena yang sudah terbuka dan mempublikasikan mengajukan Pak Anies Baswedan sebagai Cagub.' Halaman all [522] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution menyebut Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh merupakan salah satu 'dewa' yang disinggung oleh kadernya sendiri.
Adapun Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni baru-baru ini mengungkapkan keputusan mengenai siapa-siapa saja yang maju di Pilkada Jakarta 2024 berada di tangan 'dewa-dewa'.
"Ketum Nasdem Pak Surya Paloh adalah salah satu dewanya. Karena yang sudah terbuka dan mempublikasikan mengajukan Pak Anies Baswedan sebagai Cagub Jakarta adalah Partai Nasdem, selain PKS dan PKB," ujar Syahrial saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Syahrial menegaskan, yang berhak untuk mengajukan cagub dan cawagub adalah para ketua umum partai.
Sehingga, kata dia, jika nantinya Nasdem, PKS, dan PKB sepakat membangun koalisi untuk mengusung Anies Baswedan dan pasangannya sebagai cagub-cawagub di Jakarta, maka para ketua umum partai tersebut lah dewa-dewanya.
Maka dari itu, Syahrial meminta Nasdem tidak perlu mengaitkan Pilkada Jakarta dengan unsur mistis.
"Jadi kalau sampai pada akhirnya Pak Anies tidak bisa berlayar pada Pilgub Jakarta, dewa-dewa dari partai tersebut lah yang menentukan hal itu. Ini kan proses demokrasi yang prosedural saja. Enggak perlu juga pakai horor-hororan," imbuhnya.
Sebelumnya, Ahmad Sahroni mengatakan "dewa-dewa" di Republik Indonesia (RI) yang akan menentukan sosok calon gubernud dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Sahroni menegaskan, calon-calon yang maju di Jakarta sulit untuk diprediksi oleh pengamat karena keputusannya berada di tangan para dewa itu.
"Ini kan masih sangat dinamis, Jakarta agak sedikit unik. Karena ini tidak mudah dan tidak bisa ditafsirkan oleh para pengamat-pengamat itu. Yang hanya tahu adalah para dewa-dewa yang ada di Republik ini," ujar Sahroni di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
"Nah in the end, kapan akan terjadi keputusannya, siapa dengan siapanya, itu nanti pada waktunya nanti teman-teman akan tahu," sambungnya.
Sahroni menjelaskan, sulit untuk memprediksi berapa poros yang akan maju di Jakarta.
Dia kembali mengungkit peran para dewa ini dalam menentukan jumlah poros dan sosok yang boleh maju di Jakarta.
"Selama fleksibilitas dinamisnya politik di Jakarta itu ditentukan oleh para 'dewa-dewa' yang ada di republik ini, gue enggak bisa simpulkan, tetapi para dewa-dewa itulah yang akan mengambil keputusan," jelas Sahroni.
Saat ditanya siapa dewa yang dimaksud, Sahroni enggan menjawab. Dia justru menyebut awak media sudah tahu siapa dewa yang dimaksud.
"Dewa-dewa lah, lu orang tahu lah. Pokoknya gue sebutin, dewa-dewa ini akan berfungsi untuk tentukan siapa yang akan dimajukan di Pilkada Jakarta," katanya.
PKS meminta siapa pun yang bukan tergabung sebagai anggota atau pimpinan parpol tidak ikut cawe-cawe terhadap pencalonan Pilkada serentak 2024. Halaman all [517] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta siapa pun yang bukan tergabung sebagai anggota atau pimpinan partai politik tidak ikut campur atau cawe-cawe terhadap pencalonan Pilkada serentak 2024, terkhusus di Jakarta.
Hal ini disampaikannya merespons pernyataan Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni bahwa ada "dewa-dewa" yang menentukan pencalonan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta 2024 sehingga proses itu bahkan sulit diprediksi pengamat politik.
"Makanya enggak usah cawe-cawe. Biarkan proses naturalnya berjalan," kata Mardani kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Mardani kemudian ditanya tentang pandangan pengamat politik Adi Prayitno.
Adapun Adi menduga dewa-dewa ini adalah pimpinan partai politik yang berupaya melobi partai-partai pendukung Anies Baswedan untuk berhenti memberikan dukungan pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Mardani menilai pandangan itu bisa saja ada benarnya.
"Bisa jadi benar. Semua akan menggunakan segala kuasa," imbuhnya.
Terlebih, lanjut dia, Jakarta dianggap merupakan "kue" ekonomi yang terbesar bagi insan politik.
Selain itu Jakarta juga dinilai sebagai magnet politik nasional selama ini.
"Tapi semua dewa itu bisa juga ilusi. Semua tergantung integritas dan kapasitas kita pelaku politik. Pimpinan parpol justru mesti mencontoh sikap istiqomah," pesan anggota Komisi II DPR RI ini.
Lebih jauh, Mardani juga ditanya apakah sejauh ini sudah melihat ada arah upaya-upaya untuk menggagalkan pencalonan Anies atau tidak di Jakarta.
Tak menjawab gamblang, ia hanya mengungkapkan bahwa aksi penggagalan itu biasanya dilakukan secara halus dan menggunakan tangan ketiga hingga keempat.
"Makanya kuncinya satu: jaga etika dan logika publik dengan menghormati kehendak publik," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sahroni mengatakan "dewa-dewa" di Republik Indonesia (RI) yang akan menentukan sosok calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Sahroni menegaskan, calon-calon yang maju di Jakarta sulit untuk diprediksi oleh pengamat karena keputusannya berada di tangan para dewa itu.
"Ini kan masih sangat dinamis, Jakarta agak sedikit unik. Karena ini tidak mudah dan tidak bisa ditafsirkan oleh para pengamat-pengamat itu. Yang hanya tahu adalah para dewa-dewa yang ada di Republik ini," ujar Sahroni di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno menduga "dewa-dewa" yang dimaksud adalah elite partai politik.
Menurutnya, elite-elite partai itu bertugas untuk melobi para pendukung Anies untuk membatalkan dukungannya ke Anies.
"Tentu pernyataan Ahmad Sahroni ini ada kaitannya dengan soal kemungkinan, bagaimana partai-partai pengusung Anies terus dilobi supaya mereka itu batalkan dukungannya ke Anies. Saya kira di situ konteksnya," kata Adi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberitaan mengenai Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang siap menghadapi Anies Baswedan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta 2024 menjadi artikel populer di Kompas.com, Selasa (23/7/2024).
Artikel populer selanjutnya terkait daftar lauk dalam kotak makan gratis yang dibagikan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka di Bogor, Jawa Barat.
Pemberitaan populer lainnya mengenai kepolisian mulai menyelidiki dugaan pemberian keterangan palsu dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizki atau Eky di Cirebon.
Berikut ulasan selengkapnya:
1. Koalisi Indonesia Maju Tak Gentar Hadapi Anies pada Pilkada Jakarta
Partai yang tergabung dalam KIM disebut telah memutuskan satu nama untuk diusung guna menghadapi Anies Baswedan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta 2024.
Namun demikian, koalisi pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024 itu masih enggan mengungkap nama yang dimaksud.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan, Koalisi Indonesia Maju akan solid dalam menghadapi Pilkada Jakarta, termasuk Pilkada Jawa Barat.
"Insya Allah. Bersatu (Koalisi Indonesia pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat). Pokoknya nanti mengejutkan," ujar Muzani dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/7/2024), dikutip dari Kompas.id.
Muzani mengungkapkan, nama calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung Koalisi Indonesia Maju pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat akan diumumkan secara bersamaan.
Targetnya, nama pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat bisa diumumkan ke publik pertengahan Agustus.
2. Ini Lauk Dalam Kotak Makan Gratis Seharga Rp 14.900 yang Dibagikan Gibran di Sentul
Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka blusukan ke SDN 02 dan 03 Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa (23/7/2024).
Kedatangan Gibran dalam rangka mengecek pilot project atau uji coba dari program makan bergizi gratis. Pantauan Kompas.com, isi kotak makan yang dibagikan Gibran itu sudah mencakup empat sehat lima sempurna.
Makanan yang dibagian dalam pilot project tersebut adalah satu porsi nasi, sayur, ayam goreng, buah pisang, dan susu kemasan kecil.
Gibran mengungkapkan, harga dari satu kotak makan tersebut senilai Rp 14.900.
"Jadi hari ini 14.900 saya kira ini sudah cukup baik dan cukup ideal. Jadi sudah termasuk ayam nasi sayur buah susu. Tidak ada yang dikurangi," ujar Gibran usai meninjau pilot project makan bergizi gratis tersebut.
3. Dugaan Kesaksian Palsu Kasus "Vina Cirebon", Polisi Mulai Lakukan Gelar Perkara
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mulai menyelidiki dugaan pemberian keterangan palsu oleh saksi Aep dan Dede dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita (16) dan Muhammad Rizki atau Eky (16) di Cirebon, Jawa Barat, pada 2016.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Djuhandhani Raharjo Puro menjelaskan, penyidik saat ini sedang melaksanakan gelar perkara awal setelah menerima laporan terkait dugaan kesaksian palsu itu.
“Yang dilakukan Bareskrim saat ini yaitu hari ini jam 11.00 WIB agendanya adalah gelar perkara awal,” ujar Djuhandhani kepada wartawan di Bareskrim Polri, Selasa (23/7/2024).
“Kalau yang ditanyakan kaitan hari ini, adalah laporan polisi kepada saudara Dede dan Aep,” kata Djuhandani melanjutkan.
Menurut Djuhandhani, gelar perkara awal ini adalah hal yang biasa dilakukan kepolisian untuk memulai rangkaian penyelidikan.
Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan, Koalisi Indonesia Maju akan solid dalam menghadapi Pilkada Jakarta, termasuk Pilkada Jabar. Halaman all [460] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju disebut telah memutuskan satu nama untuk diusung guna menghadapi Anies Baswedan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta 2024.
Namun demikian, koalisi pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024 itu masih enggan mengungkap nama yang dimaksud.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan, Koalisi Indonesia Maju akan solid dalam menghadapi Pilkada Jakarta, termasuk Pilkada Jawa Barat.
"Insya Allah. Bersatu (Koalisi Indonesia pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat). Pokoknya nanti mengejutkan," ujar Muzani dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/7/2024), dikutip dari Kompas.id.
Muzani mengungkapkan, nama calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung Koalisi Indonesia Maju pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat akan diumumkan secara bersamaan.
Targetnya, nama pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat bisa diumumkan ke publik pertengahan Agustus.
Di sisi lain, Muzani menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Maju tak gentar menghadapi Anies yang notabene adalah mantan Gubernur Jakarta.
Alasannya, perolehan suara Prabowo-Gibran di wilayah Jakarta melampaui pundi-pundi suara Anies pada Pemilihan Presiden 2024.
"Wong Pak Prabowo saja di Jakarta menang dengan (lawan) Anies," tegas Muzani.
Muzani menambahkan, pihaknya jauh-jauh hari telah memprediksi bahwa Anies akan mengumumkan maju pada Pilkada Jakarta.
Karena itu, akan ada waktunya bagi Koalisi Indonesia Maju untuk mengumumkan calon yang akan diusungnya guna melawan Anies.
"Keputusan atau pengumuman seperti ini dari awal sudah kami hitung sebagai sebuah kemungkinan. Jadi kami sudah exercise, uji coba terhadap kemungkinan keputusan ini dan pada waktunya kami akan umumkan calon yang akan kami umumkan untuk menjadi cagub di daerah Jakarta ini," imbuh Muzani.
Sebagai informasi, Koalisi Indonesia Maju berisi sejumlah partai yang mengantarkan Prabowo-Gibran memenangi Pemilihan Presiden 2024.
Partai-partai tersebut meliputi, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Solidaritas Indonesia.
Baca artikel selengkapnya di Kompas.id berjudul: "Koalisi Prabowo-Gibran Siap Lawan Anies di Pilgub Jakarta".