Terungkap Info Terkini soal Rencana BTN (BBTN) Akuisisi Bank Syariah
Direktur Utama BTN (BBTN), Nixon Napitupulu saat analyst meeting menyampaikan update terkait rencana perseroan mengakuisisi bank syariah. - Halaman all
(InvestorID) 26/07/24 18:30 12206575
JAKARTA, investor.id – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN, Nixon Napitupulu saat analyst meeting, Kamis (25/7/2024), menyampaikan update soal rencana perseroan untuk mengakuisisi bank syariah.
Akuisisi ini merupakan bagian dari spin off unit usaha syariah BTN atau BTN Syariah. “Perhatian kami tertarik pada pernyataan Nixon yang berharap BTN dapat menyelesaikan perjanjian pembelian saham bersyarat (CSPA) sebelum pelantikan presiden baru atau sebelum Oktober 2024,” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Rahmanto Tyas dalam ulasannya, Jumat (26/7/2024).
Menurut Rahmanto, Nixon mengonfirmasi bahwa rencana untuk mengakuisisi Bank Muamalat telah dibatalkan. Namun, emiten berkode saham BBTN tersebut tengah melangsungkan proses uji tuntas (due diligence) bank syariah lain, yang namanya tidak diungkapkan.
Saat ini, manajemen BBTN lebih yakin dapat menyelesaikan kesepakatan akuisisi tersebut. Prosesnya sedang dalam tahap negosiasi terkait syarat dan valuasi.
“Walaupun nama bank syariah tersebut tidak diungkapkan, kami memperkirakan bahwa bank itu adalah PT Bank Victoria Syariah, entitas yang 80,2% sahamnya dimiliki PT Victoria Investama Tbk (VICO) dan sisanya 19,8% dipegang oleh PT Bank Victoria International Tbk (BVIC),” sebut Rahmanto.
Jika perjanjian pembelian saham bersyarat diteken sebelum Oktober 2024, manajemen BBTN akan menggelar RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana akuisisi yang merupakan bagian dari spin off ini. Manajemen BBTN berharap spin off BTN Syariah ke entitas yang diakuisisi tersebut terjadi pada kuartal I-2025.
Setelah spin off, BBTN menargetkan BTN Syariah dapat menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. BBTN juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan di sisi deposito bakal cepat karena sudah ada pernyataan minat dari organisasi masyarakat Islam dan masyarakat yang menjalankan ekonomi syariah untuk menempatkan dananya di BTN Syariah. Namun, hal tersebut masih menunggu BTN Syariah untuk spin off menjadi bank umum syariah (BUS).
Target Harga Saham BBTN DipatokTinggi
BTN (BBTN) dinilai mampu menjaga kinerja keuangan tetap stabil di tengah ketatnya likuiditas yang berdampak terhadap penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan nasional. Sementara itu, program penjualan aset bermasalah bakal menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan BTN dan saham BBTN pada semester II-2024.
Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBTN. Target harga saham BBTN dipatok tinggi sebesar Rp 1.800. Di lain pihak, RHB Sekuritas merevisi naik target harga saham BBTN lebih tinggi menjadi Rp 2.050 dari sebelumnya Rp 1.650. Target harga tersebut mempertimbangkan sejumlah program pemerintahan mendatang yang sangat menguntungkan fokus bisnis BBTN.
Sedangkan Sinarmas Sekuritas memberikan rekomendasi add untuk saham BBTN dengan target harga Rp 1.500. Target harga tersebut mencerminkan estimasi rasio P/B 2025 sebesar 0,7 kali.
Target harga saham BBTN juga mempertimbangkan ekspektasi peningkatan laba bersih menjadi Rp 14,28 triliun pada tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 13,62 triliun. Begitu juga dengan PPOP diproyeksikan naik menjadi Rp 9,01 triliun dari Rp 8,23 triliun.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #btn #bbtn #saham-bbtn #bank-syariah #btn-syariah #bank-victoria-syariah #rekomendasi-saham #stockbit #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368244/terungkap-info-terkini-soal-rencana-btn-bbtn-akuisisi-bank-syariah