Saat Tunarungu Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Bus Kemhan di Bekasi
Seorang tunarungu berinisial AS diduga menjadi korban tabrak lari bus Kementerian Pertahanan di Bekasi Halaman all
(Kompas.com) 27/07/24 07:45 12273367
BEKASI, KOMPAS.com - Seorang tunarungu berinisial AS (33) diduga menjadi korban tabrak lari oleh bus bertuliskan “Kemhan” di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (22/7/2024) pukul 05.20 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan ayah satu anak yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online (ojol) ini mengalami luka pada kaki lutut kirinya.
Parahnya, bus berwarna hitam dengan tulisan “Kemhan” berkelir kuning ini disebut tidak langsung berhenti setelah menabrak AS. Sang sopir melanjutkan perjalanan arah Tol Timur atau mal pelayanan publik Bekasi Trade Center (BTC).
Bus datang dari Perumnas 3
Senin pagi itu, AS mengantarkan adik perempuannya yang hendak pergi bekerja menggunakan sepeda motor.
Korban berhenti di pinggir Jalan Pahlawan atau Taman Makam Pahlawan Patriot Bangsa atau sebelum palang perlintasan kereta api Bulak Kapal.
Seusai adik perempuan AS turun dari sepeda motor dan menyebrang perlintasan kereta api, tiba-tiba bus Kemhan menabrak sepeda motornya.
AS yang masih berada di motor ini terkejut lalu terjatuh ke arah kiri, kakinya pun tertimpa sepeda motor.
“Dia (pelaku) dari arah Aren Jaya, busnya itu dari arah Perumnas 3. Berarti, baru jemput karyawan Kemhan atau TNI, saya enggak mengerti tuh,” kata adik laki-laki AS, YA (26), saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/7/2024).
“Busnya yang ini, di sini tulisannya Kemhan. Ini (dalam video) abang saya tunjuk-tunjuk, berarti benar yang itu, ada lampu biru di belakangnya,” ujar YA yang memperlihatkan video bus bertuliskan "Kemhan" tengah melintas di Jalan Pahlawan.
Kejar bus
AS yang tertimpa motor langsung berusaha bangun meski lutut sebelah kirinya berdarah.
Dengan kendaraannya yang sudah rusak, AS mengejar bus tersebut karena tidak berhenti setelah menabraknya.
“Nah, bus ini langsung lurus, enggak belok dulu. Kan seharusnya (kalau mau ke Tol Timur), belok ke kiri, putar balik, baru belok kiri lagi. Tapi, dia langsung lurus saja ke arah Tol Timur atau BTC,” kata YA.
“Itu kan jatuhnya tabrak lari, enggak ada tanggung jawab atau berhenti dulu. Lagi pula, isi bus itu kan ada karyawan lho, pokoknya karyawan Kemhan yang jadi TNI atau bagaimana,” ujar YA.
AS berusaha mengejar bus tersebut hingga 200 meter. Ia pun meminta sopir menghentikan kendaraannya dan turun dari kursi kemudi.
Diancam
Saat keduanya bertatapan, AS dengan bahasa isyaratnya meminta sopir bertanggung jawab. AS juga berusaha menjelaskan bahwa dia merupakan seorang tunarungu.
Kendati demikian, pelaku justru mengepalkan tangan dan mengarahkan ke AS seolah hendak memukulnya.
“Abang saya itu minta minggir-lah ceritanya. Pas minggir, sopirnya sempat turun. Tapi, kata abang saya, malah diancam dipukul. Sok jagoan,” kata YA.
“Abang saya sudah tunjuk telinganya, \'Saya tunarungu, saya tunarungu\'. Ya responsnya kayak sok jagoan gitu, kurang lebih kayak mau memukul. Terus, disuruh pergi. Akhirnya, dia (pelaku) berangkat lagi, jalan lagi,” ujar YA.
Telusuri
Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Edwin Sumanta mengaku sedang mencari informasi terkait bus kementeriannya yang diduga menabrak AS di Jalan Pahlawan.
"Terkait informasi tersebut, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan satuan terkait untuk mencari fakta-fakta yang sebenarnya," ujar Edwin Sumanta kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Kemenhan berjanji akan memberikan informasi secara terbuka terkait kasus ini.
"Kami berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru kepada publik segera setelah mendapatkan kejelasan dari hasil pendalaman dan koordinasi yang sedang dilakukan," kata Edwin Sumanta.
Belum terima laporan
Sementara itu, polisi belum menerima laporan dari AS terkait kasus dugaan tabrak lari bus Kemhan di Jalan Pahlawan pada 22 Juli 2022.
Oleh sebab itu, Kanit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Wandi Suwandhi mengaku belum bisa menangani kasus dugaan tabrak lari tersebut.
“Sampai Jumat, 26 Juli 2024, Unit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota belum menerima laporan dan belum menangani adanya kejadian kecelakaan antara tunarungu dengan kendaraan Kemhan di Jalan Pahlawan,” ujar Wandi saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Ia mengimbau warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas melapor ke Unit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota agar bisa segera ditangani.
"Kepada warga masyarakat, apabila mengalami musibah kecelakaan lalu
lintas diharap melapor," kata Wandi.
#tabrak-lari #tunarungu #kementerian-pertahanan #bekasi #tunarungu-di-bekasi-jadi-korban-tabrak-lari