Sebanyak 7 anak di panti Tunarungi Damai GMIM di Kota Tomohon, mendapatkan alat bantu dengar dari program CSR Alfamidi. #publisherstory #manadobacirita [230] url asal
TOMOHON - Sebanyak tujuan anak di Panti Tunarungu Damai Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), mendapatkan bantuan alat dengar dari PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi.
Bantuan alat bantu dengar ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamidi, yang memiliki tujuan untuk mendukung pemenuhan hak tunarungu.
Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menyebut jika penyaluran alat bantu dengar ini sebagai bentuk dukungan Alfamidi dalam memenuhi hak-hak penderita gangguan dengar.
“Kami memberikan bantuan alat dengar untuk menunjang komunikasi dan aktivitas anak-anak sehari-hari,” ungkap Achmad.
Menurut Achmad, Alfamidi meyakini jika kualitas pendengaran yang lebih baik akan pula meningkatkan interaksi dan produktivitas tunarungu. Bantuan ini pun harapannya bisa meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
Sementara, pimpinan Panti Tunarungu Damai GMIM Tomohon, Welby Pandey, mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Alfamidi pada anak-anak di panti asuhan tunarungu tersebut.
Ia mengatakan, Alfamidi menjadi perusahaan yang menunjukkan komitmen nyata serta peduli dengan anak-anak di panti tunarungu yang dipimpinnya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam kami sampaikan terima kasih untuk kepedulian Alfamidi kepada anak-anak tunarungu,” kata Welby.
Tujuh anak penerima bantuan terlihat sangat antusias dan gembira menerima alat bantu dengar tersebut.
Adapun alat bantu dengar adalah perangkat elektronik yang dipakai pada satu atau kedua telinga penderita gangguan dengar. Alat ini akan membantu memperkuat suara yang memungkinkan seseorang yang menderita gangguan dengar dapat mendengar lebih baik.
Banda Aceh: Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) memfasilitasi penyandang disabilitas menguasai produk kopi khas Aceh. Materi itu turut disampaikan dalam pelatihan pramusaji (waiter-waitress) bersama teman-teman tuli.
“Mulai dari awal tadi siang, kegiatannya kita memperkenalkan kopi terutama kopi gayo,” kata Ken Munthe, seorang ahli kopi sekaligus instruktur pelatihan yang digelar di Ivory Coffee, Kota Banda Aceh, Rabu, 31 Juli 2024.
Talent class yang digelar Amanah bersama Balai Pelatihan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh itu sudah berlangsung sejak Senin, 29 Juli lalu. Sebanyak 20 peserta konsisten mengikuti kegiatan hingga rangkaian hari ketiga. Pada hari pertama, para peserta terlebih dulu diajarkan persiapan membuka cafe atau restoran. Kemudian, ditunjukkan cara menjemput dan mengantar pengunjung hingga menyiapkan alat makan dan mengantar pesanan ke meja pembeli.
Untuk hari kedua, para peserta mendapatkan pengetahuan tentang cara melayani pengunjung sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mulai dari SOP kebersihan, pemberian tagihan sampai dengan penanganan komplain dari pengunjung.
Tak hanya itu, mereka juga dinilai perlu mengetahui produk olahan kopi agar menjadi waiter-waitress yang lebih baik. Pengetahuan tersebut berguna untuk disampaikan kepada pengunjung cafe atau restoran tempat mereka bekerja nanti.
“Tadi, aku menjelaskan ke teman-teman tuli itu mulai dari proses penanaman, siapa petaninya, bagaimana kerja petaninya terus lanjut ke tahap pasca panen. Bagaimana proses pasca panennya dan lanjut ke cara penyajiannya,” tutur Ken.
Setelah diterangkan semua hal yang berkaitan dengan kopi, ia pun mengajarkan cara menyeduh kopi menggunakan teknik manual brew. Menurutnya, para peserta langsung menguasai materi tersebut meskipun baru pertama kali mencobanya.
Bahkan, Ken tak menyangka ada peserta yang sudah bisa membuat seduhan kopi dengan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu, mereka juga tidak hanya punya kemampuan menjadi pramusaji tapi juga berpotensi sebagai barista.
“(Kopi) hasil mereka seduh kalau menurut aku pribadi enak-enak, semuanya enak. Kalau (dinilai dari) 1-10, di angka 9,5 lah. Mereka punya potensi di dunia kerja batista, terutama di manual brew,” tuturnya.
Kegiatan yang diinisiasi Amanah dinilai sangat positif untuk mengembangkan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Aceh. Apalagi, sasaran dari program tersebut juga mencakup warga disabilitas agar mendapatkan hak yang sama seperti warga negara lainnya.
“Setahuku untuk di Aceh belum ada yang melakukan pelatihan seperti ini. Dan, ini juga jadi pengalaman pertama aku mementori teman-teman tuli,” kata Ken.
Ia pun berharap ilmu yang disampaikan bisa dipahami dan bermanfaat bagi para peserta saat bekerja sebagai waiter-waitress nanti. “Aku merasa senang karena ini luar biasa. Dan, teman-teman kita yang tuli bisa mendapat pekerjaan dengan baik,” tuturnya.
BEKASI, KOMPAS.com - Seorang tunarungu berinisial AS (33) diduga menjadi korban tabrak lari oleh bus bertuliskan “Kemhan” di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (22/7/2024) pukul 05.20 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan ayah satu anak yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online (ojol) ini mengalami luka pada kaki lutut kirinya.
Parahnya, bus berwarna hitam dengan tulisan “Kemhan” berkelir kuning ini disebut tidak langsung berhenti setelah menabrak AS. Sang sopir melanjutkan perjalanan arah Tol Timur atau mal pelayanan publik Bekasi Trade Center (BTC).
Bus datang dari Perumnas 3
Senin pagi itu, AS mengantarkan adik perempuannya yang hendak pergi bekerja menggunakan sepeda motor.
Korban berhenti di pinggir Jalan Pahlawan atau Taman Makam Pahlawan Patriot Bangsa atau sebelum palang perlintasan kereta api Bulak Kapal.
Seusai adik perempuan AS turun dari sepeda motor dan menyebrang perlintasan kereta api, tiba-tiba bus Kemhan menabrak sepeda motornya.
AS yang masih berada di motor ini terkejut lalu terjatuh ke arah kiri, kakinya pun tertimpa sepeda motor.
“Dia (pelaku) dari arah Aren Jaya, busnya itu dari arah Perumnas 3. Berarti, baru jemput karyawan Kemhan atau TNI, saya enggak mengerti tuh,” kata adik laki-laki AS, YA (26), saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/7/2024).
“Busnya yang ini, di sini tulisannya Kemhan. Ini (dalam video) abang saya tunjuk-tunjuk, berarti benar yang itu, ada lampu biru di belakangnya,” ujar YA yang memperlihatkan video bus bertuliskan "Kemhan" tengah melintas di Jalan Pahlawan.
Kejar bus
AS yang tertimpa motor langsung berusaha bangun meski lutut sebelah kirinya berdarah.
Dengan kendaraannya yang sudah rusak, AS mengejar bus tersebut karena tidak berhenti setelah menabraknya.
“Nah, bus ini langsung lurus, enggak belok dulu. Kan seharusnya (kalau mau ke Tol Timur), belok ke kiri, putar balik, baru belok kiri lagi. Tapi, dia langsung lurus saja ke arah Tol Timur atau BTC,” kata YA.
“Itu kan jatuhnya tabrak lari, enggak ada tanggung jawab atau berhenti dulu. Lagi pula, isi bus itu kan ada karyawan lho, pokoknya karyawan Kemhan yang jadi TNI atau bagaimana,” ujar YA.
AS berusaha mengejar bus tersebut hingga 200 meter. Ia pun meminta sopir menghentikan kendaraannya dan turun dari kursi kemudi.
Diancam
Saat keduanya bertatapan, AS dengan bahasa isyaratnya meminta sopir bertanggung jawab. AS juga berusaha menjelaskan bahwa dia merupakan seorang tunarungu.
Kendati demikian, pelaku justru mengepalkan tangan dan mengarahkan ke AS seolah hendak memukulnya.
“Abang saya itu minta minggir-lah ceritanya. Pas minggir, sopirnya sempat turun. Tapi, kata abang saya, malah diancam dipukul. Sok jagoan,” kata YA.
“Abang saya sudah tunjuk telinganya, 'Saya tunarungu, saya tunarungu'. Ya responsnya kayak sok jagoan gitu, kurang lebih kayak mau memukul. Terus, disuruh pergi. Akhirnya, dia (pelaku) berangkat lagi, jalan lagi,” ujar YA.
Telusuri
Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Edwin Sumanta mengaku sedang mencari informasi terkait bus kementeriannya yang diduga menabrak AS di Jalan Pahlawan.
"Terkait informasi tersebut, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan satuan terkait untuk mencari fakta-fakta yang sebenarnya," ujar Edwin Sumanta kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Kemenhan berjanji akan memberikan informasi secara terbuka terkait kasus ini.
"Kami berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru kepada publik segera setelah mendapatkan kejelasan dari hasil pendalaman dan koordinasi yang sedang dilakukan," kata Edwin Sumanta.
Belum terima laporan
Sementara itu, polisi belum menerima laporan dari AS terkait kasus dugaan tabrak lari bus Kemhan di Jalan Pahlawan pada 22 Juli 2022.
Oleh sebab itu, Kanit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Wandi Suwandhi mengaku belum bisa menangani kasus dugaan tabrak lari tersebut.
“Sampai Jumat, 26 Juli 2024, Unit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota belum menerima laporan dan belum menangani adanya kejadian kecelakaan antara tunarungu dengan kendaraan Kemhan di Jalan Pahlawan,” ujar Wandi saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Ia mengimbau warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas melapor ke Unit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota agar bisa segera ditangani.
"Kepada warga masyarakat, apabila mengalami musibah kecelakaan lalu