Mantan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditangkap Karena Korupsi

Mantan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditangkap Karena Korupsi

Dmitry Bulgakov, mantan wakil menteri pertahanan Rusia, telah ditangkap dan didakwa melakukan korupsi.

(Kontan) 27/07/24 11:12 12288237

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Dmitry Bulgakov, mantan wakil menteri pertahanan Rusia, telah ditangkap dan didakwa melakukan korupsi, menurut laporan dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) pada Jumat (26/7), yang dikutip oleh kantor berita Interfax.

Penyelidikan sedang dilakukan untuk membuktikan dugaan kegiatan illegal, Bulgakov, menurut pernyataan FSB yang dikutip oleh kantor berita negara RIA. Bulgakov saat ini ditahan di pusat penahanan pra-sidang di Moskow.

Bulgakov, yang sebelumnya bertanggung jawab atas logistik militer hingga diberhentikan pada September 2022, adalah tokoh terbaru dalam serangkaian pejabat penting di Kementerian Pertahanan yang dituduh melakukan korupsi.

Penangkapan ini merupakan skandal terbesar yang menimpa militer Rusia dalam beberapa tahun terakhir dan terjadi di tengah upaya Menteri Pertahanan baru, Andrei Belousov, untuk membersihkan korupsi dan menyederhanakan keuangan militer guna mendanai operasi di Ukraina.

Pemberantasan korupsi tingkat tinggi ini dimulai pada 23 April dengan penangkapan Wakil Menteri Pertahanan Timur Ivanov, sekutu dekat mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Sejak itu, setidaknya lima pejabat militer dan pertahanan telah ditangkap.

Kremlin meremehkan penangkapan ini, dengan menyatakan bahwa lembaga negara Rusia lainnya juga terlibat dalam upaya antikorupsi yang serupa.

Bulgakov, 69 tahun, adalah lulusan akademi militer Rusia dan telah memegang berbagai posisi logistik di angkatan darat, menurut biografi resminya.



#anti-korupsi #menteri-pertahanan #dugaan-korupsi #aturan-rusia #bisnis-rusia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #tokoh #n-a

https://internasional.kontan.co.id/news/mantan-wakil-menteri-pertahanan-rusia-ditangkap-karena-korupsi