Banyak Pengangguran, DPRD Minta Pemprov DKI Prioritaskan Gen Z Dapat Pelatihan Kerja
Pelatihan kerja dapat meningkatkan kompetensi dan keahlian anak muda sebagai bekal menghadapi tantangan ke depan. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 13:13 12524717
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Nasrullah meminta Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertranagi) memprioritaskan generasi muda memperoleh pelatihan kerja.
Nasrullah menyinggung data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkapkan, nyaris 10 juta generasi Z berusia 15-24 tahun berstatus sebagai pengangguran.
"Dengan menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global (global city), kami berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan pelatihan kerja kepada warga Jakarta dengan mengutamakan generasi muda," kata Nasrullah dalam keterangannya, Senin (29/7/2024).
Menurut Nasrullah, pelatihan kerja dapat meningkatkan kompetensi dan keahlian anak muda sebagai bekal menghadapi tantangan ke depan.
"Karena itu, kami berharap program pelatihan kerja yang sedang dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta saat ini mencakup kalangan Generasi Z. Karena angka pengangguran penduduk generasi tersebut cukup tinggi," paparnya.
Nasrullah menuturkan, arus migrasi pencari kerja bakal semakin meningkat, baik pekerja dari dalam negeri maupun pekerja asing setelah Jakarta menjadi pusat ekonomi.
"Pemprov DKI Jakarta harus membekali warganya dengan keterampilan yang mumpuni. Terutama kepada generasi muda warga Jakarta," imbuh dia.
Tanpa dibekali keterampilan, Nasrullah khawatir anak muda Jakarta hanya akan menjadi penonton digegap gempitanya perubahan dan kemajuan Kota Jakarta.
"Yang kami khawatirkan adalah munculnya masalah-masalah sosial di Jakarta. Seperti meningkatnya jumlah pencari kerja yang tidak memiliki keahlian (un-skill) dan masalah sosial lainnya," ucapnya.
Nasrullah berharap, warga Jakarta bisa menjadi nomor satu untuk mengisi kesempatan kerja di negaranya sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Trasmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho menyambut baik usulan pelatihan kerja tersebut.
"Ini harus kita selesaikan secara bersama dan berkesinambungan," ujar Hari.
Hari menaruh harapan besar dengan program pelatihan kerja dapat mengatasi masalah pengangguran di Jakarta.
"Besar harapan kami, setelah mengikuti pelatikan kerja tersebut, mereka bisa memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa hampir 9,9 juta atau 22,225 persen penduduk Indonesia generasi Z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET).
Bila dirinci lebih lanjut, anak muda yang paling banyak masuk dalam ketegori NEET justru ada di daerah perkotaan yakni sebanyak 5,2 juta orang dan 4,6 juta di pedesaan.