4 Tips Resign dari Pekerjaan Tanpa Tinggalkan Kesan Buruk
Berikut empat tips resign dari pekerjaan tanpa harus meninggalkan kesan buruk. Halaman all
(Kompas.com) 30/07/24 12:04 12640184
JAKARTA, KOMPAS.com - Mengundurkan diri alias resign dari pekerjaan bisa terasa canggung, bisa rumit, dan mungkin terasa dipaksakan. Namun, ada cara resign dari pekerjaan secara profesional dan tanpa menimbulkan kesan buruk.
Dikutip dari Forbes, Selasa (30/7/2024), berikut empat tips resign dari pekerjaan tanpa harus meninggalkan kesan buruk.
1. Jangan merasa bersalah
Salah satu ciri memiliki keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan alias work life balance yang baik adalah mempertahankan batasan profesional di tempat kerja.
Dok. Shutterstock/chayanuphol Ilustrasi resignTentu saja, ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama jika Anda telah bekerja dengan orang yang sama selama bertahun-tahun dan telah membangun hubungan yang kuat.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa ini hanyalah pekerjaan. Pada akhirnya, Anda perlu memilih yang terbaik untuk karier, keluarga, dan tujuan masa depan Anda.
Perhatikan bahwa resign dari pekerjaan sering kali merupakan bagian dari pertumbuhan profesional, dan tidak apa-apa untuk memprioritaskan aspirasi dan kesejahteraan Anda.
Selama Anda meninggalkan tim dengan baik, rekan kerja Anda kemungkinan akan memahami dan mendukung keputusan Anda.
2. Perhatikan one month notice
Memberikan pemberitahuan sebulan sebulumnya atau one month notice atau mematuhi apa pun yang ditetapkan dalam kontrak kerja adalah etiket yang baik.
SHUTTERSTOCK/BONGKARNGRAPHIC Ilustrasi resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan.Secara hukum, tidak ada yang menghalangi Anda untuk resign saat itu juga. Anda tidak akan dapat menggunakan orang-orang dari perusahaan itu sebagai referensi, dan mungkin masuk akal untuk mencoret pekerjaan itu dari CV Anda.
Meskipun demikian, tetap masuk akal untuk menyerahkan pemberitahuan setidaknya sebulan sebelumnya. Pertama, ini membantu memastikan Anda mendapatkan gaji atau bonus yang menjadi hak Anda.
Namun, yang lebih penting adalah bahwa pemberitahuan sebelumnya memberi tim kesempatan untuk memastikan bahwa pekerjaan tidak terhambat oleh pengunduran diri Anda.
Sebagian besar HRD perusahaan atau atasan menggunakan waktu ini untuk mencari pengganti Anda, dan Anda juga harus meluangkan waktu untuk menyerahkan tanggung jawab Anda.
Bergantung pada pekerjaan Anda, Anda juga harus memberi tahu klien dan mitra eksternal tentang situasi Anda dan memperkenalkan mereka kepada pengganti Anda untuk memastikan transisi yang lancar.
Ini membantu menjaga kepercayaan dan kesinambungan yang diharapkan klien dan mitra, dan menunjukkan komitmen terhadap kepuasan mereka meskipun Anda tidak lagi menjadi bagian dari tim.
Selama periode ini, penting untuk mendokumentasikan tugas, proyek, dan tanggung jawab Anda yang sedang berlangsung secara menyeluruh.
Membuat catatan serah terima yang terperinci, termasuk kontak utama, tenggat waktu, dan informasi terkait lainnya, dapat sangat membantu pengganti Anda untuk mempercepat proses. Ini membantu tim dan menunjukkan profesionalisme Anda bahkan saat Anda akan meninggalkan perusahaan.
3. Jangan mengumumkan secara berlebihan
Salah satu bagian terpenting dalam menjaga batasan profesional adalah mengetahui detail mana yang harus dirahasiakan.
Mengumumkan pengunduran diri Anda dapat menimbulkan banyak pertanyaan dari manajer atau kolega.
SHUTTERSTOCK/IJEAB Ilustrasi resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan. Karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela atau resign tidak berhak atas pesangon, tapi berhak menerima uang pisah dan uang penggantian hak.Yang perlu diingat adalah bahwa secara hukum, mereka tidak perlu mengetahui alasan Anda untuk resign atau ke mana Anda akan bekerja selanjutnya. Yang perlu mereka ketahui adalah Anda bersedia bekerja sama dengan mereka untuk memastikan transisi yang lancar dan Anda berniat meninggalkan pekerjaan dengan baik.
Tentu, kemungkinan akan ada wawancara resign atau exit interview, yang digunakan perusahaan untuk mengumpulkan umpan balik tentang pengalaman Anda dan mengidentifikasi hal yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki.
Meskipun penting untuk bersikap jujur saat wawancara ini, sebaiknya Anda tetap mengendalikan emosi.
Misalnya, jika ditanya alasan resign, Anda cukup menjawab, "Saya memutuskan untuk mengejar peluang baru yang sejalan dengan tujuan karier saya."
Pernyataan ini tetap jujur tetapi tidak membahas hal-hal spesifik yang dapat menimbulkan pertanyaan lebih lanjut atau kecanggungan.
4. Tetap berhubungan baik dan ucapkan terima kasih
Jangan bersikap seperti orang asing. Mereka mungkin bukan lagi rekan kerja Anda, tetapi mereka tetap menjadi bagian penting dari jaringan Anda yang kini telah berkembang.
Berusahalah untuk menghubungi secara berkala untuk bertukar kabar. Ini bisa dilakukan melalui media sosial sesekali, pesan LinkedIn, atau bahkan bertemu untuk minum kopi atau makan siang jika Anda berada di area yang sama.
Selain itu, pastikan untuk memperhatikan peluang profesional yang potensial. Mantan kolega mungkin akan memikirkan Anda saat mereka menemukan lowongan pekerjaan, proyek, atau peluang lain yang sesuai dengan keterampilan dan minat Anda.
Temukan cara untuk berkolaborasi dengan mereka dalam pekerjaan baru Anda atau bantu mereka mencapai tujuan profesional mereka.
#resign #alasan-resign #resign-dari-pekerjaan #cara-resign #tips-resign