#30 tag 24jam
4 Cara Jelaskan Alasan Resign Kerja saat Interview beserta Contohnya
Saat interview, kamu perlu mengetahui cara menjelaskan alasan resign kerja dengan baik. Sebab hal ini bisa berpengaruh pada pandangan perekrut. [1,146] url asal
#resign-kerja #wawancara-kerja #alasan-resign
(detikFinance - Perencanaan Keuangan) 30/08/24 06:02
v/14821719/
- Cara Jelaskan Alasan Resign Kerja saat Interview 1. Pertimbangkan Memilih Alasan Ingin Resign2. Buat Jawaban Singkat3. Tetap Positif4. Jujur Tanpa Terlalu Mendetail
- 7 Alasan Resign Kerja dan Contoh Jawabannya 1. Ingin memiliki Peluang untuk Kemajuan Karir2. Ingin Memiliki Suasana Kerja yang Lebih Baik3. Ingin Mendapat Pekerjaan yang Berbeda4. Menempuh Pendidikan Tambahan5. Menginginkan Work-life Balance6. Alasan Keluarga7. Masalah Pribadi
Menjalani wawancara kerja setelah memutuskan untuk resign bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh perekrut adalah alasan di balik keputusan resign dari pekerjaan sebelumnya.
Jawaban ini begitu penting, sebab akan memberi gambaran tentang profesionalisme, komitmen, dan motivasi kamu sebagai pelamar kerja. Jadi, penting untuk mempersiapkan jawaban yang tepat.
Cara Jelaskan Alasan Resign Kerja saat Interview
Saat ingin menjelaskan alasan resign ketika interview, kamu perlu mempertimbangkan alasan resign dengan baik, memberikan jawaban yang singkat, tetap positif, dan jujur. Menurut laman Indeed, begini penjelasannya.
1. Pertimbangkan Memilih Alasan Ingin Resign
Luangkan waktu untuk menulis semua alasanmu ingin mencari pekerjaan baru. Kamu bisa memikirkannya dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut ini
- Apa tujuan karirmu? Dalam 5 tahun apa rencanamu?
- Apa saja kebutuhanmu di lingkungan kerja? Apa yang kamu tidak suka
- Bagaimana hubungan dengan teman kerja?Atasan?
- Kamu ingin berkecimpung di industri apa?
Setelah menuliskan jawaban, lingkari beberapa alasan utama yang ingin disampaikan dalam wawancara. Pilih alasan yang lebih bersifat profesional daripada pribadi.
2. Buat Jawaban Singkat
Meski penting untuk menjawab pertanyaan pewawancara secara lengkap, batasi responmu dalam satu atau dua kalimat. Kemudian arahkan kembali pembicaraan mengapa kamu adalah orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut.
3. Tetap Positif
Sekalipun ada pengalaman tak mengenakkan, penting untuk menemukan cara positif untuk menjelaskan alasanmu resign. Sebab, perusahaan ingin mempekerjakan karyawan yang sikap positifnya bisa meningkatkan moral.
4. Jujur Tanpa Terlalu Mendetail
Saat menjawab pertanyaan terkait alasan resign, kamu tidak perlu memberikan semua detailnya. Jika kamu merasa pekerjaan sebelumnya tidak memuaskan, jangan pernah merendahkan atasan di perusahaan sebelumnya.
Pastikan jawaban tetap fokus dan singkat. Alihkan pembicaraan kembali ke alasan mengapa kamu bersemangat dengan peluang yang ada di perusahaan yang akan dilamar.
7 Alasan Resign Kerja dan Contoh Jawabannya
Ada berbagai macam alasan resign, mulai dari ingin memajukan karir, mendapat suasana yang baru, sampai karena urusan pribadi. Begini contoh menjawabnya.
1. Ingin memiliki Peluang untuk Kemajuan Karir
Bergantung pada struktur perusahaan, ada beberapa perusahaan yang mungkin memberikan lebih banyak peluang untuk berkembang. Sehingga, keinginan untuk pindah ke perusahaan baru menjadi alasan umum untuk meninggalkan pekerjaan.
Contoh jawabannya yaitu:
"Saya menyukai pekerjaan dan rekan saya, tapi saya sudah sampai pada itik di mana tidak ada lagi peluang untuk berkembang dalam tim saya." Setelah itu, kamu bisa menemukan peluang untuk berkembang di perusahaan yang baru.
2. Ingin Memiliki Suasana Kerja yang Lebih Baik
Mungkin pekerja ingin resign karena memiliki pilihan yang lebih baik. Bisa jadi lingkungan kerja dan gaji yang lebih baik atau misi perusahaan yang lebih sesuai. Sehingga, masuk akal untuk meninggalkan perusahaan sebelumnya.
Contoh jawaban:
"Meski saya sudah belajar banyak di perusahaan sebelumnya, dari penelitian tentang peluang ini, saya melihat bahwa posisi ini lebih cocok untuk tujuan karir saya. Saya bisa berkolaborasi dengan tim untuk mengembangkan produk inovatif bagi pengguna."
3. Ingin Mendapat Pekerjaan yang Berbeda
Banyak orang yang menjajaki beberapa pekerjaan dan karir yang berbeda dalam hidup mereka. Sehingga, ingin mengubah jalur karir atau pekerjaan yang berbeda bisa menjadi alasan untuk resign dari perusahaan.
Contoh jawaban:
"Saya mencari peluang baru yang belum ada di perusahaan saya sebelumnya, tempa saya mengembangkan dan memperluas keterampilan manajemen saya."
4. Menempuh Pendidikan Tambahan
Banyak orang-orang yang meninggalkan pekerjaan untuk sekolah dan mengejar gelar atau kualifikasi lainnya. Ini menjadi alasan yang baik selama jawabanmu menjelaskan bahwa keputusan ini membantu mengembangkan karirmu ke depannya.
Contoh jawaban:
"Saya menikmati peran saya sebagai asisten hukum, tapi saya merasa akan menemukan peluang yang lebih menantang untuk menyelesaikan persyaratan pendidikan paralegal. Menempuh pendidikan lagi secara full time memungkinkan saya menyelesaikan studi lebih cepat. Selain itu juga menjaga tujuan karir jangka panjang saya tetap pada jalurnya."
5. Menginginkan Work-life Balance
Mengutip laman Jobstreet, dalam era modern ini, mencapai keseimbangan dunia kerja dan kehidupan sehari -hari atau disebut work-life balance menjadi sangat penting. Work-life balance bisa mengurangi stres dan mencegah burnout atau kelelahan saat bekerja.
Sehingga, mencari work life balance bisa dijadikan alasan resign dari perusahaan. Dengan menyampaikan alasan tersebut, bisa jadi perekrut akan menjelaskan bagaimana ritme kerja di perusahaan serta apa saja keuntungan yang didapatkan.
Contoh jawaban:
"Saya percaya bahwa saya bisa bekerja lebih efektif saat dapat menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dalam bekerja, komitmen menjadi aspek penting, sehingga pekerjaan bisa selesai dengan baik dan tepat waktu. Jadi, bagi saya, penting untuk bekerja di perusahaan yang menghargai waktu bekerja dan waktu pribadi."
6. Alasan Keluarga
Menurut laman Novoresume, terkadang memiliki kewajiban untuk mengurus keluarga harus membuat perubahan pada ritme pekerjaan. Misalnya, ada orang tua yang tinggal di rumah, mengurus anak yang masih kecil, atau membutuhkan pekerjaan yang lebih fleksibel.
Apapun keadaannya, mengutamakan keluarga bisa menjadi alasan yang tepat untuk meninggalkan pekerjaan. Sebagian besar perekrut akan memahami dan menghargai dedikasimu kepada keluarga.
Contoh jawaban:
"Pekerjaan saya sebelumnya membuat saya sering bepergian. Itu membuat saya semakin susah menyeimbangkan tanggung jawab saya di rumah setelah anak saya lahir. Sekarang, saya mencari pekerjaan yang lebih fleksibel, sehingga saya bisa lebih dekat dengan keluarga."
7. Masalah Pribadi
Kesehatan dan kehidupan pribadi begitu penting. Jadi, jika ada keadaan darurat mengenai masalah pribadi yang berpengaruh pekerjaan, hal ini bisa menjadi alasan untuk resign.
Contoh jawaban:
"Dulu saya sering bekerja pada shift malam, tapi kebiasaan itu mengganggu kesehatan saya sehingga saya harus berhenti. Sekarang, saya mencari pekerjaan yang sesuai dengan jam kerja siang hari."
Tulisan seputar penjelasan resign kerja ini semoga bisa memperluas peluang dan kesempatan kamu di dunia kerja.
(elk/row)
4 Tips Resign dari Pekerjaan Tanpa Tinggalkan Kesan Buruk
Berikut empat tips resign dari pekerjaan tanpa harus meninggalkan kesan buruk. Halaman all [807] url asal
#resign #alasan-resign #resign-dari-pekerjaan #cara-resign #tips-resign
(Kompas.com - Money) 30/07/24 12:04
v/12640184/
JAKARTA, KOMPAS.com - Mengundurkan diri alias resign dari pekerjaan bisa terasa canggung, bisa rumit, dan mungkin terasa dipaksakan. Namun, ada cara resign dari pekerjaan secara profesional dan tanpa menimbulkan kesan buruk.
Dikutip dari Forbes, Selasa (30/7/2024), berikut empat tips resign dari pekerjaan tanpa harus meninggalkan kesan buruk.
1. Jangan merasa bersalah
Salah satu ciri memiliki keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan alias work life balance yang baik adalah mempertahankan batasan profesional di tempat kerja.
Dok. Shutterstock/chayanuphol Ilustrasi resignTentu saja, ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama jika Anda telah bekerja dengan orang yang sama selama bertahun-tahun dan telah membangun hubungan yang kuat.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa ini hanyalah pekerjaan. Pada akhirnya, Anda perlu memilih yang terbaik untuk karier, keluarga, dan tujuan masa depan Anda.
Perhatikan bahwa resign dari pekerjaan sering kali merupakan bagian dari pertumbuhan profesional, dan tidak apa-apa untuk memprioritaskan aspirasi dan kesejahteraan Anda.
Selama Anda meninggalkan tim dengan baik, rekan kerja Anda kemungkinan akan memahami dan mendukung keputusan Anda.
2. Perhatikan one month notice
Memberikan pemberitahuan sebulan sebulumnya atau one month notice atau mematuhi apa pun yang ditetapkan dalam kontrak kerja adalah etiket yang baik.
SHUTTERSTOCK/BONGKARNGRAPHIC Ilustrasi resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan.Secara hukum, tidak ada yang menghalangi Anda untuk resign saat itu juga. Anda tidak akan dapat menggunakan orang-orang dari perusahaan itu sebagai referensi, dan mungkin masuk akal untuk mencoret pekerjaan itu dari CV Anda.
Meskipun demikian, tetap masuk akal untuk menyerahkan pemberitahuan setidaknya sebulan sebelumnya. Pertama, ini membantu memastikan Anda mendapatkan gaji atau bonus yang menjadi hak Anda.
Namun, yang lebih penting adalah bahwa pemberitahuan sebelumnya memberi tim kesempatan untuk memastikan bahwa pekerjaan tidak terhambat oleh pengunduran diri Anda.
Sebagian besar HRD perusahaan atau atasan menggunakan waktu ini untuk mencari pengganti Anda, dan Anda juga harus meluangkan waktu untuk menyerahkan tanggung jawab Anda.
Bergantung pada pekerjaan Anda, Anda juga harus memberi tahu klien dan mitra eksternal tentang situasi Anda dan memperkenalkan mereka kepada pengganti Anda untuk memastikan transisi yang lancar.
Ini membantu menjaga kepercayaan dan kesinambungan yang diharapkan klien dan mitra, dan menunjukkan komitmen terhadap kepuasan mereka meskipun Anda tidak lagi menjadi bagian dari tim.
Selama periode ini, penting untuk mendokumentasikan tugas, proyek, dan tanggung jawab Anda yang sedang berlangsung secara menyeluruh.
Membuat catatan serah terima yang terperinci, termasuk kontak utama, tenggat waktu, dan informasi terkait lainnya, dapat sangat membantu pengganti Anda untuk mempercepat proses. Ini membantu tim dan menunjukkan profesionalisme Anda bahkan saat Anda akan meninggalkan perusahaan.
3. Jangan mengumumkan secara berlebihan
Salah satu bagian terpenting dalam menjaga batasan profesional adalah mengetahui detail mana yang harus dirahasiakan.
Mengumumkan pengunduran diri Anda dapat menimbulkan banyak pertanyaan dari manajer atau kolega.
SHUTTERSTOCK/IJEAB Ilustrasi resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan. Karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela atau resign tidak berhak atas pesangon, tapi berhak menerima uang pisah dan uang penggantian hak.Yang perlu diingat adalah bahwa secara hukum, mereka tidak perlu mengetahui alasan Anda untuk resign atau ke mana Anda akan bekerja selanjutnya. Yang perlu mereka ketahui adalah Anda bersedia bekerja sama dengan mereka untuk memastikan transisi yang lancar dan Anda berniat meninggalkan pekerjaan dengan baik.
Tentu, kemungkinan akan ada wawancara resign atau exit interview, yang digunakan perusahaan untuk mengumpulkan umpan balik tentang pengalaman Anda dan mengidentifikasi hal yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki.
Meskipun penting untuk bersikap jujur saat wawancara ini, sebaiknya Anda tetap mengendalikan emosi.
Misalnya, jika ditanya alasan resign, Anda cukup menjawab, "Saya memutuskan untuk mengejar peluang baru yang sejalan dengan tujuan karier saya."
Pernyataan ini tetap jujur tetapi tidak membahas hal-hal spesifik yang dapat menimbulkan pertanyaan lebih lanjut atau kecanggungan.
4. Tetap berhubungan baik dan ucapkan terima kasih
Jangan bersikap seperti orang asing. Mereka mungkin bukan lagi rekan kerja Anda, tetapi mereka tetap menjadi bagian penting dari jaringan Anda yang kini telah berkembang.
Berusahalah untuk menghubungi secara berkala untuk bertukar kabar. Ini bisa dilakukan melalui media sosial sesekali, pesan LinkedIn, atau bahkan bertemu untuk minum kopi atau makan siang jika Anda berada di area yang sama.
Selain itu, pastikan untuk memperhatikan peluang profesional yang potensial. Mantan kolega mungkin akan memikirkan Anda saat mereka menemukan lowongan pekerjaan, proyek, atau peluang lain yang sesuai dengan keterampilan dan minat Anda.
Temukan cara untuk berkolaborasi dengan mereka dalam pekerjaan baru Anda atau bantu mereka mencapai tujuan profesional mereka.
