Menko Polhukam: Anak-anak Mau "Top Up" Judi "Online" Enggak Punya Uang Lalu Diajak Kampanye
Menko polhukam menemukan indikasi anak di bawah umur terlibat kampanye pemilihan umum (pemilu). Halaman all
(Kompas.com) 30/07/24 15:35 12658327
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menemukan indikasi anak di bawah umur terlibat kampanye pemilihan umum (pemilu).
Hal itu disampaikan Hadi saat membuka “Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelengaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 wilayah Bali dan Nusa Tenggara” di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/7/2024).
“Kemarin saya juga bertemu dengan beberapa tokoh, karena di daerah juga mulai ada indikasi, itu menggunakan anak-anak, melakukan kampanye,” ujar Hadi, dipantau dari YouTube Kemenko Polhukam, Selasa.
Namun, Hadi tidak menyebut secara gamblang kapan keterlibatan anak-anak itu dalam kampanye.
Hadi pun meminta TNI-Polri untuk menertibkan keterlibatan anak-anak dalam kampanye.
“Jangan gunakan anak-anak di bawah umur,” kata Menko Polhukam.
Hadi kemudian mengungkit kasus anak-anak sekarang yang mulai terpapar judi online.
“Kalau judi online, dia (anak-anak) mau top up tidak punya uang, maka tindakan berikutnya adalah diajak untuk melaksanakan kampanye. Pasti ikut karena menginginkan imbalan, pasti menginginkan top up itu,” kata Hadi.
“Nanti aparat kepolisian dibantu TNI untuk menghindari pengerahan anak-anak di bawah umur,” tutur Hadi.
Tidak kalah penting, kata Hadi, peran serta masyarakat untuk ikut serta mengawasi jalannya tahapan pilkada.
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak terprovokasi berita yang belum tentu kebenarannya.