Ahok dan Sandiaga Uno Tebar Pesona, Pepet Anies di Pilkada Jakarta?
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Sandiaga Uno memiliki kans untuk bersanding atau bahkan bertarung dengan Anies Baswedan yang mendominasi elektabilitas.
(Bisnis.Com) 01/08/24 12:50 12867402
Bisnis.com, JAKARTA — Dua mantan pimpinan Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Sandiaga Uno, mulai sering tebar pesona jelang Pilkada Jakarta 2024.
Keduanya memiliki kans untuk bersanding atau bahkan bertarung dengan Anies Baswedan yang hingga saat ini mendominasi dari sisi elektabilitas.
Ahok sudah menyatakan siap maju di Pilkada Jakarta 2024 apabila diberi kesempatan kembali. Mantan gubernur DKI Jakarta ini menyatakan bersedia menyelesaikan pekerjaannya di Jakarta.
Sebelumnya, Ahok memang mengaku jauh lebih siap maju kembali jadi gubernur karena sudah ‘makan asam garam’ saat masuk bui tujuh tahun silam.
Selain itu, pengalaman selama empat tahun menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) semakin memantapkan dirinya untuk menjadi gubernur kembali.
“Oh iyalah, saya sekarang jauh lebih siap jadi gubernur,” kata Ahok di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2024).
Sejalan dengan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan Ahok merupakan sosok kandidat kuat calon gubernur Jakarta 2024 usungan PDIP.
Djarot menjelaskan, PDIP sudah melakukan kajian dan pemetaan ihwal Pilkada Jakarta 2024. Hasilnya, Ahok menjadi kandidat yang kuat.
"Pak Ahok berdasarkan hasil pemetaan dan hasil survei yang kita terima menjadi salah satu calon yang cukup ya, sangat potensial, kalau menurut saya untuk bisa diajukan," jelas Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2024).
Di samping itu, sempat muncul wacana duet Anies Baswedan-Ahok sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2024. Bahkan, Sandi Uno menyatakan duet Anies-Ahok merupakan sebuah\'dream team\'.
Meski demikian, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menyatakan wacana duet Anies-Ahok sudah hampir tidak mungkin terwujud karena bertentangan dengan aturan dalam Pasal 7 ayat (2) huruf o UU No. 10/2016 tentang Pilkada.
Dalam beleid tersebut, diatur bahwa bakal calon wakil gubernur tidak boleh pernah menjabat sebagai gubernur pada daerah yang sama. Oleh sebab itu, Ahok yang pernah menjabat gubernur DKI Jakarta periode 2014–2017, tidak bisa lagi maju sebagai bakal calon wakil gubernur untuk Anies dalam ajang Pilgub Jakarta 2024.
Begitu juga sebaliknya, Anies tidak bisa menjadi bakal calon wakil gubernur untuk Ahok karena sudah pernah menjabat gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022.
"Memadukan antara Pak Anies-Ahok atau Pak Ahok-Anies itu sudah sangat super kecillah, 0,00001%, kecuali UU-nya digugat ke MK, berubah lagi kan?" kata Eriko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2024).

Sementara itu, Sandiaga Uno juga mulai blak-blakan bicara peluangnya maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Ketika ditanya apakah dirinya siap menjadi tandem dari nama-nama bakal calon gubernur yang sudah ada, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengungkit elektabilitasnya yang rendah di Pilgub Jakarta 2017.
“Saya dulu mulai di DKI, elektabilitasnya 0,3%,” katanya kepada wartawan di iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024).
Dirinya berpendapat, wilayah Jakarta secara geografis relatif terjangkau bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri dalam Pilgub. Dengan demikian, para politisi dapat mengupayakan untuk mendongkrak elektabilitasnya.
“Siapa pun yang nanti akan berlaga di DKI punya peluang untuk meningkatkan elektabilitas,” jelasnya.
Kendati demikian, Sandi mengingatkan bahwa kekuatan PPP tidak besar di Jakarta karena hanya memiliki satu kursi di DPRD. Oleh sebab itu, lanjutnya, juga banyak yang dipertimbangkan meski namanya dipertimbangkan untuk turun gelanggang Pilkada Jakarta.
KANS ANIES-SANDI
Di samping itu, beda dengan nasib Ahok, Sandi masih bisa maju sebagai calon wakil gubernur Jakarta 2024. Bahkan, PPP sudah sempat membuka kans kembalinya duet Anies-Sandi dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek menjelaskan, duet Anies-Sandi sudah pernah memenangkan ajang Pilkada Jakarta 2017. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin kemenangan serupa kembali terjadi dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
"Ya memungkinkan saja [duet Anies-Sandi di Pilkada Jakarta 2024] karena pernah jadi pernah sukses,success story-nya ada gitu loh," jelas Awiek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).
Meski demikian, wakil ketua Badan Legislasi DPR ini menjelaskan PPP tidak ingin mengunci kesempatan partai politik lain untuk berkoalisi. Oleh sebab itu, PPP tidak ingin ngotot mengusung duet Anies-Sandi.
Adapun, Anies sejauh ini memang menjadi sosok unggulan di Pilgub Jakarta 2024. Elektabilitasnya tinggi, bersaing dengan Ahok dan Ridwan Kamil.
Hal itu misalnya tercermin dari hasil survei Indikator Politik Indonesia kepada 800 warga Jakarta pada 18–26 Juni 2024. Hasilnya,top of mindcalon gubernur warga Jakarta masih dominan pada sosok Anies Baswedan (39,7%), diikuti Ahok (23,8%), dan Ridwan Kamil (13,1%).
Sisa kandidat lainnya hanya meraih kurang dari 2% suara. Bahkan Sandiaga Uno hanya meraih 0,3% suara.
Dalam simulasi tiga dan dua pasangan, Anies bersama wakilnya selalu memang melawan siapapun. Termasuk simulasi duet Anies-Sandi (50,6%) yang menang lawan Ridwan Kamil-Kaesang Pangarep (38,9%).
Sementara itu, Anies-Ahok menjadi pasangan yang memiliki persentase pemilih terbanyak. Duet Anies-Ahok (58,2%) memang telak ketika disimulasikan lawan Ridwan Kamil-Kaesang (32,7%).
#pilkada-dki-jakarta #pilkada-dki #pilkada-dki-jakarta-2024 #pilkada-dki-2024 #anies-calon-gubernur-dki #anies-calon-pilkada-dki-jakarta #ahok #basuki-tjahaja-purnama #sandiaga-uno #n-a