Wali Kota Semarang Mbak Ita Bungkam soal Dugaan Pangkas Insentif Bawahan

Wali Kota Semarang Mbak Ita Bungkam soal Dugaan Pangkas Insentif Bawahan

'Terima kasih, mohon doanya saja,' kata Mbak Ita ketika ditanya soal dugaan memangkan insentif bawahan di Pemkot Semarang Halaman all

(Kompas.com) 01/08/24 12:25 12867758

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita bungkam ketika ditanya apakah betul dirinya memangkas uang insentif pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Mbak Ita tidak mengeluarkan komentar ketika dihujani berbagai pertanyaan oleh awak media seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

“Terima kasih, mohon doanya saja,” kata Mbak Ita sembari berjalan ke mobil di Jalan Persada Kuningan, Jakarta, Kamis.

Ketika terus ditanya soal dugaan pemotongan insentif anak buahnya di Pemkot Semarang, Mbak Ita bungkam dan langsung masuk ke mobil Toyota Innova warna hitam.

Politikus PDI-P itu hanya mengatakan hari ini dirinya memenuhi panggilan penyidik yang seharusnya dijadwalkan pada Selasa (30/7/2024).

“Jadi hari ini saya memenuhi panggilan dan alhamdulilah sudah sesuai prosedur. Dan mohon doanya saja,” ujar Mba Ita.

Selebihnya, ia enggan menjawab pertanyaan awak media, termasuk soal dugaan penerimaan uang dari pengusaha.

Mbak Ita juga tidak mau mengomentari masalah pencalonan Pilkada Serentak 2024.

“Sudah, sudah., aduh, duh, duh. Saya enggak tahu kok (aliran dana dari kontraktor),” kata Mbak Ita.

Diketahui, KPK tengah mengusut dugaan korupsi penerimaan gratifikasi, pengadaan barang dan jasa, dan pemotongan insentif pegawai atas capaian pemungutan retribusi daerah.

KPK telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada empat orang tersangka.

Berdasarkan informasi dari penegak hukum di internal KPK, keempat tersangka itu adalah Wali Kota Semarang Mbak Ita, suami Mba Ita yang juga menjadi Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri.

Kemudian, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Semarang bernama Martono, dan pihak swasta bernama Rahmat U Djangkar.

#kpk #pemkot-semarang #mbak-ita #korupsi-pemkot-semarang

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/01/12252891/wali-kota-semarang-mbak-ita-bungkam-soal-dugaan-pangkas-insentif-bawahan