Nasdem Bisa Di-"Bully" jika Batal Dukung Anies di Pilkada Jakarta 2024
Nasdem bakal dinilai tak konsisten dan di-'bully' publik jika memutuskan untuk tidak mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024. Halaman all
(Kompas.com) 02/08/24 06:51 12968561
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengingatkan, Partai Nasdem bisa di-bully oleh publik jika memutuskan untuk tidak mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Jika rekomendasi kepada Anies dicabut, maka Nasdem bakal dinilai tidak konsisten karena sudah menyampaikan dukungan kepada Anies secara terbuka.
Adi merespons Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni yang terus-menerus berbicara kemungkinan Nasdem batal mendukung Anies.
"Kalau tiba-tiba misalnya inthe end of the day Nasdem tidak jadi mendaftarkan Anies ke KPU Jakarta, ya tentu Nasdem akan di-bully, Nasdem akan dinilai partai yang tidak konsisten. Karena (dukungan) sudah disampaikan secara terbuka," ujar Adi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/8/2024).
Adi menjelaskan, sebenarnya, di dalam politik, apa pun masih mungkin bisa terjadi.
Menurutnya, sebelum Nasdem secara definitif mendaftarkan Anies ke KPU Jakarta untuk menjadi cagub, maka sepanjang itu pula perubahan sikap politik masih bisa berubah.
"Karena memang rekomendasi, surat tugas yang diberikan partai ke calon tertentu itu kan dalam praktiknya selalu berubah di kemudian hari, terutama di detik-detik akhir jelang pendaftaran," tuturnya.
Maka dari itu, kata Adi, ketika sinyal Nasdem batal mendukung Anies disampaikan oleh seorang elite partai sepenting Sahroni, itu sudah mengindikasikan bahwa pengusungan Anies oleh Nasdem belum final 100 persen.
Jika memang Nasdem sudah mengunci Anies 100 persen di Jakarta, maka seharusnya pernyataan Sahroni itu tidak pernah muncul di publik.
"Karena apa pun judulnya, kalau sudah definitif 100 persen, ya seharusnya pernyataan itu tidak muncul di internal Nasdem," kata Adi.
"Dalam politik kita, perubahan-perubahan yang terjadi begitu ekstrem di kemudian hari adalah perkara lumrah," sambungnya.
Untuk itu, Adi memperingatkan Anies bahwa pernyataan Sahroni ini merupakan warning bagi dirinya.
Dia menyarankan Anies untuk meyakinkan Nasdem lebih dalam lagi terkait pengusungannya di Jakarta.
"Dukungan politik yang disampaikan ini harus dipastikan dan dimantapkan 100 persen, tidak akan goyang dan masuk angin sampai pendaftaran KPU Jakarta," terang Adi.
Sementara itu, Adi meyakini ada sesuatu yang tidak beres ketika elite seperti Sahroni berbicara mengenai batalnya dukungan Nasdem ke Anies.
Dia mengatakan, jangan sampai ucapan Sahroni itu menjadi kenyataan di kemudian hari.
"Seorang bendahara penting di Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan bahwa masih bisa mungkin Nasdem itu tidak dukung Anies di Jakarta. Pasti ada sesuatu. Nah di situ yang saya kira perlu di-clear-kan oleh Anies. Jangan sampai di kemudian hari justru pernyataan Ahmad Sahroni itu jadi kenyataan," imbuhnya.
Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni berbicara mengenai kemungkinan Anies Baswedan tidak jadi didaftarkan di Pilkada DKI Jakarta 2024 meski sudah mendapat rekomendasi dari Nasdem.
Sahroni mengatakan, kunci untuk maju di Pilkada 2024 adalah ketika seorang calon sudah resmi didaftarkan.
Saat ini, Anies belum mendapatkan surat rekomendasi dari Nasdem.
"Belum (surat rekomendasi dari Nasdem ke Anies), belum. Kuncian itu nanti setelah dia mendaftarkan. Nah, jadi, you jangan kecele. Rekomendasi bisa saja dikasih, tapi tahu-tahu enggak didaftarin," ujar Sahroni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/7/2024).
"Bisa dicabut (rekomendasinya), bisa saja tidak dilanjutkan untuk pendaftaran," sambungnya.
Sahroni mengingatkan waktu menuju pendaftaran Pilkada 2024 masih panjang, yakni sekitar satu bulan lagi.
Sahroni menyebut pengusungan seorang calon di Pilkada 2024 sangat dinamis, sehingga bisa saja rekomendasinya dibatalkan.
"Itu sangat dinamis, jangan salah. Oke? Yang sudah ditetapin misalnya, belum tentu juga. Yang ditetapin, oke, akan daftar. Karena politik itu sangat dinamis. Lu boleh megang rekomendasi. Tahu-tahu rekomendasi dibatalin, who knows?" tutur Sahroni.
#anies-baswedan #pilkada-jakarta #partai-nasdem #deklarasi-dukungan-anies-pilkada-jakarta #sinyal-nasdem-batal-dukung-anies