Pilkada Jakarta, Pengamat: Pilihannya Agak Pelik, Khususnya bagi KIM

Pilkada Jakarta, Pengamat: Pilihannya Agak Pelik, Khususnya bagi KIM

Peneliti BRIN Siti Zuhro sebut Pilkada Jakarta masih sangat cair. Bisa jadi penentuan dukungan dilakukan pada menit terakhir sebelum pendaftaran Halaman all

(Kompas.com) 02/08/24 10:29 12988873

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti utama politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyebut bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta masih cukup pelik terkait pengusungan calon.

Oleh karena itu, menurut dia, sampai saat ini belum ada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang secara resmi diusung dan mendapatkan surat rekomendasi maju Pilkada Jakarta 2024.

Siti Zuhro juga berpandangan bahwa kepelikan juga terjadi di tubuh Koalisi Indonesia Maju (KIM) karena sejumlah hasil survei perlihatkan dua nama dengan elektabilitas teratas adalah Anies Baswedan dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Pilihannya agak peliknya khususnya bagi KIM ini, mau mencalonkan siapa,” kata Siti Zuhro dalam program Indonesia Petang di Kompas TV, Kamis (1/8/2024).

Oleh karena itu, dia menyebut, tidak menutup kemungkinan bagi KIM mendukung Anies Baswedan karena programnya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta sejalan dengan pemerintah pusat.

“Program-program Mas Anies, menurut saya. banyak in line-nya (dengan program Prabowo) kalau dilihat dari asta citanya,” ujar Siti Zuhro.

Namun, dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan juga KIM memaksa Ridwan Kamil untuk maju pada Pilkada Jakarta.

“Tidak tertutup kemungkinan bahkan KIM pun sedang mempertimbangkan apakah oke kalau Anies diambil atau tetap Ridwan Kamil yang diambil paksa ke Jakarta dengan berbagai alasan untuk melawan Anies,” katanya.

Atas dasar itu, Siti Zuhro mengatakan, Pilkada Jakarta masih sangat cair. Bahkan, bukan tidak mungkin keputusan diambil pada menit terakhir sebelum pembukaan pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024.

Namun, Siti Zuhro mengatakan, satu hal yang pasti adalah partai-partai pasti akan memberikan dukungan pada calon yang dipastikan akan menang.

“Ini masih cair sekali, tetapi dalam pengalaman empirik pilkada itu selalu menunjukkan bahwa partai-partai itu akan mempertimbangkan siapa calon kepala daerah yang dipastikan itu yang bisa memenangkan,” ujarnya.

“Sementara itu, calon keduanya, wakilnya itu biasanya hanya menyempurnakan sebetulnya,” kata Siti Zuhro melanjutkan.

Belum ada pengumuman bakal calon

Sebagaimana diketahui, belum ada koalisi resmi yang terbentuk jelang pembukaan pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024.

Meskipun, partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju kemungkinan akan tetap bersama pada Pilkada Jakarta 2024. Seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sementara itu, PKS baru mendapatkan dukungan dari Perindo terkait pengusungan untuk duet Anies Baswedan-Sohibul Iman. Tetapi, belum ada deklarasi koalisi yang terbentuk.

Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI-P diketahui sudah melakukan komunikasi terkait sejumlah pilkada meskipun belum resmi terbentuk kerja sama dari ketua partai ini.

Bahkan, belakangan PKB dan PKS kemungkinan sedang membangun komunikasi dengan KIM terkait dukungan ke pemerintahan dan Pilkada.

Demikian juga, belum ada pasangan calon (paslon) yang resmi terbentuk. Baru ada duet Anies-Sohibul Iman yang dideklarasikan sepihak oleh PKS. Walau akhirnya didukung oleh Perindo.

Namun, gabungan perolehan kursi PKS dan Perindo pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Jakarta, belum memenuhi syarat pencalonan kepala daerah sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati (Pilkada).

Sementara itu, Nasdem juga sudah memberikan dukungan pada Anies Baswedan pada 22 Juni 2024. Tetapi, ternyata surat rekomendasi dukungan belum juga diberikan hingga akhir Juli 2024.

Di sisi lain, KIM juga diketahui belum mengeluarkan nama yang akan resmi diusung pada Pilkada Jakarta. Meskipun, nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi kandidat terkuat sejauh ini.

Kemudian, muncul juga nama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang digadang-gadang cocok mendamping Ridwan Kamil.

Namun, Partai Golkar justru belakangan memunculkan duet Jusuf Hamka-Kaesang untuk Pilkada Jakarta.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman diketahui pernah mengatakan bahwa partainya membuka peluang mengusung Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Hal itu disampaikan Habiburokhman saat merespons pertemuan Kaesang dengan PKS pada 8 Juli 2024. Menurut dia, pertemuan Kaesang dan PKS membuktikan semangat persatuan terus dipupuk antar politikus.

"Orang kan ngomong PKS dan PSI tidak akan ketemu, ternyata bisa ketemu. Nah terkait pilkada, apakah nanti akan didorong Anies-Kaesang atau seperti apa, kami menunggu saja partai Gerindra," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

"Kami juga dalam proses sedang mencari sosok yang tepat sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta,” katanya lagi.

Meskipun, Habiburokhman mengungkapkan kemungkinan siapa sosok bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang diusung KIM akan diumumkan dalam waktu dekat.

#pilkada-2024 #siti-zuhro #koalisi-indonesia-maju #pilkada-jakarta-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/02/10291361/pilkada-jakarta-pengamat-pilihannya-agak-pelik-khususnya-bagi-kim