Atasi Masalah Deflasi, Hipmi Sarankan Tiga Hal Ini
Sekjen BPP Hipmi memberikan beberapa solusi untuk mengatasi deflasi ekonomi, antara lain menarik investasi, penguatan sektor riil. - Halaman all
(InvestorID) 02/08/24 14:13 13004738
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik menyampaikan laporan, ekonomi Indonesia mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai hal ini mencerminakan adanya permasalah mendasar dalam perekonomian Indonesia. Merespons hal ini, Hipmi memberikan beberapa solusi yang dapat dilakukan pemerintah.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira mengatakan, deflasi merupakan tanda permintaan agregat dalam perekonomian menurun yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab deflasi tiga kali berturut-turut. Salah satu di antaranya adalah ketidakpastian ekonomi global yang dapat berdampak pada perekonomian domestik, mengurangi ekspor dan investasi asing.
"Data menunjukkan penurunan konsumsi pada sektor makanan, minuman, dan rokok yang mungkin disebabkan oleh kenaikan harga barang-barang pokok atau penurunan pendapatan masyarakat. Meskipun inflasi yang terkendali merupakan hal yang baik, inflasi yang terlalu rendah atau deflasi dapat menandakan lemahnya permintaan konsumen," jelas dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Menurut Anggawira, Hipmi memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengatasi situasi ini. Pertama, Pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan stimulus fiskal untuk mendorong konsumsi dan investasi, seperti program bantuan sosial atau pengurangan pajak yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Menarik investasi baik domestik maupun asing melalui kebijakan yang ramah investasi, serta memperbaiki infrastruktur dan regulasi juga menjadi langkah penting," imbuh dia.
Kedua, kata Anggawira mendorong penguatan sektor riil dengan memberikan insentif atau subsidi untuk sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, dan pariwisata yang memiliki multiplier effect tinggi. Selain, kata dia, diversifikasi produk ekspor dan membuka pasar baru dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang mungkin sedang lesu.
Lalu, melanjutkan reformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ekonomi, seperti reformasi birokrasi, penguatan sistem pendidikan dan pelatihan kerja, serta digitalisasi ekonomi.
"Langkah-langkah ini perlu diambil secara cepat dan efektif untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap perekonomian Indonesia, serta mencegah dampak lebih lanjut dari deflasi yang berkepanjangan. Kami optimistis implementasi kebijakan yang tepat bisa membuat perekonomian Indonesia pulih dan kembali tumbuh secara berkelanjutan," pungkas Anggawira.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #deflasi #pertumbuhan-ekonomi #hipmi #stimulus-fiskal #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/macroeconomy/368944/atasi-masalah-deflasi-hipmi-sarankan-tiga-hal-ini