Pakar Nilai Indonesia Miskin Edukasi Finansial, Judi Online Gampang Merebak
Pakar menganggap ironis merebaknya judi online di kalangan kelas ekonomi menengah ke bawah. Halaman all
(Kompas.com) 03/08/24 22:20 13179829
JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pemulihan aset, Paku Utama, menganggap ironis merebaknya judi online di kalangan kelas ekonomi menengah ke bawah.
Ia menegaskan, ada pekerjaan rumah (PR) yang tak mudah untuk menggalakkan literasi finansial agar warga dengan kategori seperti itu tidak terjerumus ke dalam jebakan judi online.
"Misalnya dari teman-teman yang di bawah UMR. Mohon maaf, mungkin untuk dia survive aja, dia masih struggling, kok tiba-tiba dia ngambil (judi) slot yang mungkin nggak banyak ya, 10 ribu, 20 ribu, tapi lama-lama ratusan ribu juga," ujar Paku dalam program Gaspol! Kompas.com, Sabtu (3/8/2024).
Paku menegaskan bahwa hal ini tidak dapat dikesampingkan dari upaya pencegahan judi online semakin merebak.
Indonesia disebut bukan hanya menghadapi tantangan dari segi sistem deteksi dini judi online hingga mekanisme respons dan investigasinya.
"Salah satunya itu tadi, edukasi. Itu yang paling penting," ungkap Paku.
"Ternyata ini (kegagapan soal finansial) menjadi magnet yang lukratif, (masyarakat) pada negara-negara seperti ini," imbuhnya.
Menurut Paku, ada sejumlah karakteristik kelemahan negara-negara berkembang yang membuatnya menjadi sasaran empuk kejahatan transnasional terorganisir seperti judi online atau juga pinjaman online.
Pertama, level literasi serta kritisisme masyarakat yang masih rendah sehingga mudah diperdaya oleh iming-iming. Kedua, celah tersebut ada pada tataran regulasi serta penerapannya.
Paku menjelaskan, suatu negara mungkin bisa saja mempunyai regulasi yang rapi untuk melacak transaksi mencurigakan, namun implementasinya jauh dari kata memuaskan.
"Nah yang ketiga, kita bicara mengenai political will. Jadi political will termasuk di dalamnya kita bicara sistem, sistem itu kan kita bicara infrastruktur, kesiapan, sama manusia SDM-nya," kata Paku.
"Ini tentang bagaimana kita mendeteksi dan kita kalau udah kebakaran kita merespons," ujar dia.
Paku juga menyitir hasil riset IMF dan World Bank tadi terhadap sejumlah negara berkembang yang mengalami krisis ekonomi hingga sosial politik akibat inflasi yang ditimbulkan oleh judi maupun pinjaman online.
"Itu ada yang riot (rusuh), ada yang segala macam, itu sebetulnya karena awalnya memang kelas menengah dan kelas bawahnya itu dalam kondisi terjepit sehingga akhirnya main judi online, kena pinjaman online," kata Paku.
"Atau memang justru sebaliknya gitu, karena kebanyakan main judi online dan pinjaman online, akhirnya justru malah jadi bikin krisis ekonomi karena duitnya keluar semua," lanjutnya.
#judi-online #gaspol-kompas-com #tindak-pidana-pencucian-uang-tppu