TINS, NCKL, MBMA, MDKA, ANTM, INCO, Mana yang Prioritas Beli?
TINS, NCKL, MBMA, MDKA, ANTM, INCO, mana yang menjadi prioritas beli seiring peringkat overweight untuk sektor pertambangan logam? - Halaman all
(InvestorID) 04/08/24 15:30 13248830
JAKARTA, investor.id – Peringkat sektor pertambangan logam dipertahankan overweight, lantas bagaimana prospek saham TINS, NCKL, MBMA, MDKA, ANTM, dan INCO?
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Christian Sitorus mengungkapkan bahwa pada Juni 2024, impor bijih timah China mencapai 12,8 kt atau melonjak 52% mom, namun turun 41% yoy. Hal itu didorong oleh pengiriman dari Kongo yang lebih kuat.
Adapun impor bijih timah pada semester I-2024 masih turun 20% yoy menjadi 91,9 kt, karena pasokan dari Myanmar berkurang. Begitu juga, impor timah batangan mencapai titik terendah dalam 2 tahun terakhir sebesar 189 ton, anjlok 70% mom atau ambles 92% yoy. Alhasil, impor selama Januari-Juni 2024 terpangkas 48% yoy menjadi 7,6 kt karena smelter milik swasta di Indonesia menghadapi keterbatasan kuota ekspor.
“Pada titik ini, kami yakin harga akan tetap kuat, mengingat pemasok utama bijih timah China di Myanmar dan Kongo tengah menghadapi tantangan domestik (Negara Bagian Wa dan pemberontak M23),” tulis Timothy dalam risetnya.
Bersamaan dengan itu, permintaan yang kuat terlihat dari penurunan persediaan di bursa, Shanghai Futures Exchange (SHFE) dan London Metal Exchange (LME), secara signifikan sebesar 12% selama 2 pekan terakhir, meskipun terjadi penurunan harga timah sebesar 16% dari puncaknya yang mencapai US$ 35 ribu/ton. Ini menyiratkan permintaan yang kuat dari pengguna akhir (end user).
Beralih ke nikel, menurut Kementerian ESDM, penerbitan RKAB bijih nikel sebanyak 240 juta ton telah melampaui permintaan saat ini yang sebesar 210 juta ton. Namun, karena sebagian besar RKAB baru diterbitkan pada Juni 2024, BRI Danareksa Sekuritas yakin bakal ada keterlambatan produksi yang bisa menyebabkan ketatnya pasar, dimana bijih dijual dengan harga premium terhadap harga acuan.
Selain itu, walaupun tantangan cuaca menunda pengiriman, beberapa smelter telah meningkatkan impor dari Filipina. Namun, harga bijih nikel sedikit turun pada Juli 2024 seiring koreksi harga nikel di LME, meski premi acuannya tetap tinggi.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas mencatat konvergensi antara harga nickel pig iron (NPI) dan LME, karena NPI naik 2,3% mtd. Sedangkan nikel LME turun 8,7% mtd. Kenaikan harga NPI diperkirakan karena biaya bijih yang lebih tinggi. Namun, saat memasuki musim sepi, permintaan baja tahan karat (stainless steel) diprediksi turun bersamaan dengan pelemahan harga NPI.
“Karena itu, kami menegaskan kembali estimasi untuk tahun ini sebesar US$ 11,5 ribu/ton,” sebut Timothy.
Adapun harga nikel LME melemah, sedangkan produk antara seperti sulfat dan mixed hydroxide precipitate (MHP) tetap stabil (mtd). Itu diduga karena peningkatan warrants di LME. Dalam skenario tersebut, produsen nikel matte (INCO dan MBMA) paling dirugikan.
BRI Danareksa Sekuritas mengantisipasi pasar nikel yang lebih tenang pada semester II-2024 saat memasuki musim sepi bagi baja tahan karat. Dengan demikian, perusahaan sekuritas itu memperkirakan harga acuan nikel berada pada kisaran 11,5-12 ribu/ton dengan volatilitas yang lebih rendah.
“Kami mempertahankan peringkat overweight untuk sektor pertambangan logam, dengan urutan pilihan sebagai berikut: TINS, NCKL, MBMA, MDKA, ANTM, INCO,” ungkap Timothy.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham-saham tersebut, dengan TINS sebagai pilihan pertama. Target harga saham TINS sebesar Rp 1.400.
Sedangkan target harga saham NCKL dipatok sebesar Rp 1.300, MBMA Rp 700, MDKA Rp 3.100, ANTM Rp 2.000, dan INCO Rp 5.700.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #tins #nckl #mbma #mdka #antm #inco #saham-logam #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #harga-nikel #harga-timah #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/369090/tins-nckl-mbma-mdka-antm-inco-mana-yang-prioritas-beli