Skenario Kotak Kosong dan Siasat KIM "Plus" Jegal Anies pada Pilkada Jakarta
Menurut Ujang, pembentukan KIM Plus merupakan skenario untuk memunculkan kotak kosong pada Pilkada Jakarta. Halaman all
(Kompas.com) 05/08/24 15:22 13383823
JAKARTA, KOMPAS.com - Skenario munculnya pasangan calon tunggal melawan kotak kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta 2024 berhembus belakangan ini.
Munculnya isu skenario kotak kosong tak lepas dari pergerakan sejumlah politik yang mulai merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk membangun poros politik KIM Plus pada Pilkada Jakarta.
Skenario kotak kosong tersebut disebut sebagai siasat KIM Plus untuk menjegal Anies Baswedan agar tidak bisa berlayar pada Pilkada Jakarta.
Skenario kotak kosong menguat
Skenario tersajinya pasangan calon tunggal melawan kotak kosong pada Pilkada Jakarta menguat setelah sejumlah partai politik mulai merapatkan barisan untuk bergabung ke KIM Plus.
Adapun yang dimaksud KIM Plus adalah bergabungnya sejumlah partai politik di luar KIM ketika mengantarkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenagi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Setidaknya ada tiga partai politik di luar poros KIM pada Pilpres 2024 yang berpeluang bersatu ke dalam kubu KIM Plus. Mereka yakni Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Partai Nasdem sudah jauh-jauh hari melempar sinyal dukungan kepada Anies pada Pilkada Jakarta. Tetapi, sikap Nasdem belakangan ini tiba-tiba berubah. Partai besutan Surya Paloh ini menyatakan kemungkinannya batal mendukung Anies.
Perubahan sikap serupa juga terjadi pada PKB. Partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tersebut telah memberi isyarat akan bergabung dengan KIM Plus. Padahal, PKB sebelumnya telah gembar-gembor memberikan dukungan untuk Anies pada Pilkada Jakarta.
Sementara PKS yang berminat ingin bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka juga diprediksi akan meninggalkan Anies dan memilih bergabung dengan KIM Plus pada Pilkada Jakarta.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengungkapkan, partainya telah mendapat tawaran untuk bergabung bersama KIM Plus. Tawaran tersebut pun tengah dipertimbangkan PKB.
Jika tawaran tersebut diterima, peluang tersajinya pasangan calon tunggal pada Pilkada Jakarta pun kian terbuka lebar. Jazilul tak menampik peluang tersebut.
"Ya begitu, kalau memang semuanya kompak, ingin bersama, ya (lawan) kotak kosong di (Pilkada) DKI," ujar Jazilul di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Sedangkan PDI Perjuangan (PDI-P) tak tinggal diam dengan manuver KIM Plus. PDI-P menyatakan tak akan membiarkan munculnya pasangan calon tunggal untuk melawan kotak kosong pada Pilkada Jakarta.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, PDI-P terus mengupayakan kerja sama dengan partai politik lain untuk mengusung jagoannya.
"PDI Perjuangan terus membangun komunikasi politik dengan partai-partai sehingga nantinya di Jakarta tidak akan ada kotak kosong," ujar Hasto dalam keterangannya, Minggu (4/7/2024).
Bantah jegal Anies
Partai Gerindra yang menjadi bagian dari KIM Plus membantah bahwa pembentukan poros ini untuk menjegal Anies maju pada Pilkada Jakarta.
Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa KIM Plus menghormati kedaulatan partai politik untuk mengusung atau mencalonkan tokoh tertentu pada pilkada.
"KIM Plus ini dibentuk untuk kemajuan Indonesia ke depan. Tidak hanya sebatas Pilkada," kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Namun dalih KIM Plus tersebut dibantah oleh pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin.
Menurut Ujang, pembentukan KIM Plus merupakan skenario untuk memunculkan kotak kosong pada Pilkada Jakarta.
Skemanya adalah, menarik Nasdem, PKS, dan PKB ke dalam kubu KIM Plus yang telah menyiapkan sosok mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai calon gubernur.
"Yang ada di KIM Plus itu untuk mengganjal, menghadang, Anies Baswedan agar tidak berlayar, makanya wacananya KIM Plus juga melawan kotak kosong," kata Ujang kepada Kompas.com, Senin siang.
Ujang menilai bahwa sosok Anies masih sangat kuat untuk wilayah Jakarta. Sejauh ini, belum ada kandidat yang mendekati popularitas Anies di Jakarta.
Karena belum ada sosok yang sebanding untuk melawan Anies, Ujang menyebutkan, skenario melawan kotak kosong pun disiapkan dengan Ridwan Kamil sebagai calon yang akan diusung KIM Plus.
"Itu tadi, KIM Plus terlaksana, RK didorong maka peluang RK melaju dengan KIM Plus melawan kotok kosong bisa terjadi, di politik serba mungkin dan bisa saja skema itu terlaksana," imbuh dia.
#kotak-kosong-pilkada-adalah #kim-plus #kotak-kosong-pilkada-jakarta