PDI-P Diprediksi Incar Cawagub Jika Dukung Anies di Pilkada Jakarta
PDI-P diperkirakan tidak akan membiarkan bakal calon gubernur Jakarta dari Koalisi Indonesia Maju tanpa perlawanan sengit di Pilkada 2024. Halaman all
(Kompas.com) 05/08/24 15:11 13383830
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) diperkirakan akan meminta jatah posisi calon wakil gubernur, jika resmi berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mendukung Anies Baswedan sebagai calon gubernur di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
"Kalau misalnya PDI-P kemudian memutuskan langkah politik di Jakarta dengan mendukung Anies Baswedan saya pikir PDI-P tentu akan meminta posisi nomor 2 (calon wakil gubernur)," kata Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/8/2024).
"Karena PDI-P setelah PKS merupakan partai yang memiliki raihan signifikan di DPRD Jakarta hasil Pemilu kemarin," sambung Bawono.
Bawono memperkirakan PDI-P tidak bakal memaksakan kader mereka buat diusung sebagai calon gubernur Jakarta buat menghadapi dominasi partai-partai di kubu Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Apalagi beredar wacana soal KIM Plus, yakni menarik partai-partai politik yang berseberangan di pemilihan presiden (Pilpres) dan Pemilu 2024 lalu buat mendukung calon yang diusung di Pilkada Jakarta, seperti Ridwan Kamil (Emil).
Sebab PDI-P diperkirakan juga enggan membiarkan Ridwan Kamil melenggang tanpa mendapat perlawanan sengit di Pilkada Jakarta.
"Jadi wajar apabila PDI-P nanti meminta posisi calon wakil gubernur Jakarta apabila berkoalisi dengan PKS, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Nasdem untuk mengusung Anies di Pilkada Jakarta mendatang," ucap Bawono.
Menurut Bawono, teka-teki sikap politik partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu di Pilkada Jakarta akan terungkap menjelang pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta pada 27 sampai 29 Agustus mendatang.
Sebelumnya, wacana KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.
Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.
Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak akan membiarkan munculnya calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Ia mengatakan, PDI-P terus mengupayakan kerja sama dengan partai politik (parpol) lain untuk mengusung jagoannya.
Dia mengingatkan agar berbagai pihak terus menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Salah satunya dengan tidak berupaya untuk menghadirkan calon tunggal di Jakarta.
#anies-baswedan #cawagub #pilkada-2024 #partai-demokrasi-indonesia-perjuangan-pdi-p #pilkada-jakarta-2024