Tolak Skenario Kotak Kosong, PDI-P: Seolah Pemilu Menjadi Urusan Elite

Tolak Skenario Kotak Kosong, PDI-P: Seolah Pemilu Menjadi Urusan Elite

PDI-P menolak skenario kotak kosong karena menjadikan pemilu seolah-olah urusan elite, bukan urusan rakyat Halaman all

(Kompas.com) 05/08/24 19:49 13412199

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara PDI-P untuk Pilkada 2024 Aryo Seno Bagaskoro menegaskan bahwa PDI-P menolak apabila Pilkada Jakarta 2024 hanya diikuti oleh calon tunggal yang melawan kotak kosong.

Seno mengatakan, adanya kotak kosong pada pilkada seolah-olah menunjukkan bahwa hajat lima tahunan tersebut menjadi urusan elite, bukan urusan rakyat.

"Jika skenario kotak kosong didorong di provinsi-provinsi besar, seperti di Jakarta tentu ini seakan-akan seperti menarik pemilu menjadi urusan elite dan bukan lagi urusan rakyat," kata Seno kepada Kompas.com, Senin (5/8/2024).

"Jadi kami berkepentingan untuk menghadirkan opsi sebaliknya," ujar dia menambahkan.

Menurut Seno, banyaknya nama yang muncul dalam Pilkada Jakarta juga menunjukkan kematangan demokrasi.

Ia menyebutkan, hal itu tidak akan terjadi apabila skenario kotak kosong berjalan bebas.

"Di provinsi sekelas Jakarta, adanya banyak nama yang muncul dalam kontestasi sebenarnya hal yang bagus. Itu mencerminkan kematangan demokrasi," kata dia.

Seno pun yakin bahwa masih ada partai politik yang mengubah arah politiknya menjelang akhir pendaftaran pasangan calon kepala daerah.

Meskipun, saat ini muncul wacana membentuk Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang berisi menggabungkan partai-partai politik anggota KIM dengan partai politik di luar KIM.

"Sampai sejauh ini, kami masih berkomunikasi baik dengan mitra-mitra strategis. Mitra-mitra yang bisa jadi mengubah arah peta politik Jakarta di menit-menit akhir," kata Seno.

Namun, ia tidak mengungkap partai mana saja yang ia sebut masih bisa berubah arah politiknya itu.

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan bahwa ada wacana membentuk KIM Plus di sejumlah daerah, termasuk di Jakarta.

KIM Plus merupakan koalisi partai politik yang beranggotakan anggota KIM ditambah partai politik di luar anggota KIM.

Apabila KIM Plus terwujud, Pilkada Jakarta dapat diikuti oleh satu pasang calon gubernur dan wakil gubernur saja.

Sebab, tidak ada partai politik yang dapat mengusung calon tanpa berkoalisi.

Adapun Dasco menyebutkan bahwa KIM Plus telah sepakat mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Rirdwan Kamil pada Pilkada Jakarta.

#pdi-p #pilkada-jakarta #kim-plus #kotak-kosong-pilkada-jakarta #aryo-seno-bagaskoro #skenario-kotak-kosong

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/05/19493291/tolak-skenario-kotak-kosong-pdi-p-seolah-pemilu-menjadi-urusan-elite