Jubir PKS Pipin Sopian akui tawaran untuk gabung ke koalisi lain terkait Pilkada memang ada. Tapi, saat ini PKS ikhtiar perjuangkan Anies-Sohibul Iman

(Kompas.com) 05/08/24 21:52 13458294

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara (Jubir) PKS Pipin Sopian mengungkapkan bahwa partainya memang mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan koalisi yang lain terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Namun, menurut Pipin, PKS hingga saat ini masih serius memperjuangkan duet Anies Baswedan-Sohibul Iman bisa berlayar pada Pilkada Jakarta 2024.

“Jadi keseriusan PKS untuk memperjuangkan itu sangat serius. Di sini lain memang tawaran untuk gabung ke koalisi yang lain juga ada. Jadi kami di berbagai pilkada termasuk di Jakarta dan Jawa Barat, yang berharap berkoalisi dengan PKS begitu banyak partai politik dan kami harus menghormati itu,” kata Pipin dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV pada Senin (5/8/2024).

Hanya saja, Pipin tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai tawaran bergabung dalam koalisi dalam pilkada tersebut. Dia hanya menyebut bahwa PKS memiliki hubungan yang baik dengan Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

"Nanti kebijaksaan pimpinan PKS memutuskan apakah ini akan berlanjut atau kami melihat opsi lain ke depan yang memungkinkan karena hubungan dengan Mas Ridwan Kamil juga baik, hubungan dengan Mas Anies juga baik, hubungan dengan berbagai pihak juga baik,” ujarnya.

Deadline untuk Anies

Lebih lanjut, Pipin menjelaskan bahwa PKS memberikan batas waktu atau deadline kepada Anies untuk membawa partai koalisi guna menggenapi jumlah 18 kursi yang telah dimiliki PKS menjadi 22 kursi sebagaimana syarat minimal pencalonan pada Pilkada Jakarta.

“Kami juga meminta keseriusan Mas Anies untuk menggenapkan kursi di Jakarta sehingga Anis-Sohibul Iman bisa berlayar,” katanya.

Menariknya, PKS memberikan deadline pada Anies hingga awal Agustus ini. Meskipun, menurut Pipin, perihal waktu masih bisa dibicarakan kembali dengan pimpinan PKS.

Pipin menjelaskan, deadline diberikan pada Anies karena PKS tidak ingin akhirnya tersudut sehingga tidak bisa mengikuti konstestasi Pilkada Jakarta. Pasalnya, PKS tidak bisa mengajukan calon kepala daerah sendiri dan harus berkoalisi.

Apalagi, dia menyebut bahwa sudah terjadi di beberapa daerah, calom yang memiliki elektabilitas tinggi justru tidak bisa maju karena tidak memiliki keterpilihan di kalangan elite politik.

"Kalau kami sampaikan bahwa ada deadline yang kami sampaikan ke Mas Anies bahwa awal Agustus kita harus genapkan sehingga kami tidak mau terjadi sudden death, jadi diujung-ujung tiba-tiba kita tersudut, kita tidak punya pilihan yang lain. Ini yang harus kita perhatikan bersama,” ujar Pipin.

Oleh karena itu, dia mengatakan, PKS mencari opsi lain. Salah satunya yang tengah dilakukan adalah membangun komunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

KIM Plus, gagalkan Anies?

Sebagaimana diketahui, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melontarkan wacana soal Koalisi Indonesia Maju (KIM) ‘Plus” pada Pilkada 2024.

Dia mengatakan, sejumlah partai politik bakal bergabung dengan KIM di sejumlah daerah pada Pilkada 2024. Sehingga, terbentuknya KIM “Plus”.

"Nanti pada waktunya pasti akan diputuskan secara bersama-sama satu suara oleh Koalisi Indonesia Maju Plus. Ada Koalisi Indonesia Maju Plus," ujar Dasco di iNews Tower, Jakarta pada 31 Juli 2024.

#pks #kim #pilkada-2024 #anies #koalisi-indonesia-maju #anies-sohibul #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/05/21515181/soal-pilkada-pks-tawaran-untuk-gabung-ke-koalisi-yang-lain-ada?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner