Wacana KIM Plus dan RK Lawan Kotak Kosong, Mampukah PKS dan PDI-P Melawan?
Kedua partai itu sudah merasakan menjadi oposisi. Namun, dinamika politik menjelang Pilkada Jakarta 2024 menjadi ujian sikap politik PKS dan PDI-P. Halaman all
(Kompas.com) 06/08/24 06:30 13470097
JAKARTA, KOMPAS.com - Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 dinilai bakal menjadi pertaruhan keteguhan prinsip mereka usung selama ini.
Sebab saat ini muncul wacana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dengan merekrut partai politik yang sebelumnya dalam posisi berseberangan, buat mendominasi dukungan politik dan mengusung calon tunggal melawan kotak kosong pada Pilkada Jakarta.
Jika skenario itu dijalankan maka dianggap membuat adu gagasan dalam Pilkada Jakarta kemungkinan tidak terjadi, dan calon tunggal itu akan melawan kotak kosong.
"Di titik inilah sikap PDI-P dan PKS diuji. Karena tinggal 2 partai ini yang punya DNA politik sebagai oposisi," kata Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/8/2024).
Menurut Agung, manuver PKS dan PDI-P dinantikan karena jika keduanya memilih berhadapan dengan calon diusung KIM maka persaingan Pilkada Jakarta diperkirakan bakal sengit.
Akan tetapi, jika salah satu memilih merapat ke KIM dengan dalih bersikap "realistis" karena terlampau lama menjadi oposisi, maka adu gagasan dan suasana kompetisi demokrasi dalam Pilkada Jakarta terancam raib.
"Sehingga prospek Pilkada Jakarta atau Pilkada lainnya tergantung bagaimana PDI-P dan PKS," ujar Agung.
Sebelumnya, wacana KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.
Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.
Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak akan membiarkan munculnya calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Ia mengatakan, PDI-P terus mengupayakan kerja sama dengan partai politik (parpol) lain untuk mengusung jagoannya.
Dia mengingatkan agar berbagai pihak terus menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Salah satunya dengan tidak berupaya untuk menghadirkan calon tunggal di Jakarta.
#partai-keadilan-sejahtera-pks #ridwan-kamil-cagub-dki #partai-demokrasi-indonesia-perjuangan-pdi-p #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus