Skenario RK Lawan Kotak Kosong Terbuka Jika PKB, PKS, Nasdem Tergiur Balik Arah

Skenario RK Lawan Kotak Kosong Terbuka Jika PKB, PKS, Nasdem Tergiur Balik Arah

Sikap politik PKB, PKS, dan Nasdem akan menentukan peta Pilkada Jakarta 2024 apakah hanya mengajukan calon tunggal atau tidak. Halaman all

(Kompas.com) 06/08/24 06:00 13470106

JAKARTA, KOMPAS.com - Skenario dominasi calon tunggal melawan kotak kosong di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 diperkirakan baru bisa terjadi jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasdem merapat kepada Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Jika hal itu terjadi, maka wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus kemungkinan terwujud, dan sang kandidat diusung yakni Ridwan Kamil bisa dipastikan tidak akan mendapatkan perlawanan sengit di Pilkada Jakarta.

"Kemungkinan KIM Plus melawan Kotak Kosong di Pilkada Jakarta mengemuka ketika Koalisi Perubahan yang beranggotakan Nasdem, PKB, dan PKS yang sementara ini mengusung Anies, \'tergiur\' untuk berpindah haluan," kata Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/8/2024).

Menurut Agung, jika ketiga partai politik itu tergiur bergabung dengan KIM maka hal itu memperlihatkan mereka lebih memilih bersikap pragmatis ketimbang mempertahankan sikap oposisi yang ditunjukkan pada masa pemilihan presiden (Pilpres) dan Pemilu 2024 lalu.

"Ketertarikan Nasdem, PKB, dan PKS ini terjadi karena nalar politik nasional yakni bergabung dengan pemerintahan Presiden-Wakil Presiden terpilih, Prabowo-Gibran menghegemoni sehingga nalar pilkada (regional) menjadi bukan prioritas," ujar Agung.

Agung menganggap jika Nasdem, PKB, dan PKS memilih merapat kepada KIM pada Pilkada mendatang maka hal itu sah secara politik.

Selain itu, kata Agung, PKS khususnya sudah lebih dari 2 periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menempatkan diri menjadi oposisi.

Lagipula pada Pilpres 2014 dan 2019, PKS adalah salah satu partai yang mendukung Prabowo Subianto yang ketika itu maju sebagai calon presiden, tetapi berakhir kalah.

Sebelumnya, wacana KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.

Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.

Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak akan membiarkan munculnya calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Ia mengatakan, PDI-P terus mengupayakan kerja sama dengan partai politik (parpol) lain untuk mengusung jagoannya.

Dia mengingatkan agar berbagai pihak terus menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Salah satunya dengan tidak berupaya untuk menghadirkan calon tunggal di Jakarta.

#partai-keadilan-sejahtera-pks #partai-kebangkitan-bangsa-pkb #partai-nasdem #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/06/06000091/skenario-rk-lawan-kotak-kosong-terbuka-jika-pkb-pks-nasdem-tergiur-balik