Godaan "Gula-gula" KIM Plus di Pilkada Jakarta, Sanggupkah PKB, PKS, Nasdem Bertahan?
Koalisi Indonesia Maju merayu PKB, PKS, dan Nasdem buat satu satu barisan dalam menghadapi Pilkada Jakarta 2024. Halaman all
(Kompas.com) 06/08/24 06:45 13475849
JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 menjadi perhatian.
Sebab jika salah satu dari mereka berubah haluan ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dan mendukung bakal calon gubernur Ridwan Kamil, maka kemungkinan peluang bakal kandidat gubernur Jakarta Anies Baswedan buat mengikuti kontestasi Pilkada akan tersendat atau bahkan hilang sama sekali.
Penyebabnya adalah dukungan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta buat Anies tidak memenuhi syarat pencalonan.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, peluang PKB, PKS, dan Nasdem berbalik arah sangat terbuka karena KIM juga merayu partai politik lain dengan berbagai cara, salah satunya seperti menawarkan jatah kursi di kabinet.
"Menimbang ekses \'melawan\' atau berbeda sikap dengan KIM tak sebanding nilai manfaatnya dalam ruang lingkup 1 periode," kata Agung saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/8/2024).
"Sehingga bagi Nasdem, PKB, dan PKS, realitas politik ini memberikan arahan untuk lebih realistis-rasional agar ke depan mampu bertahan di tengah dinamika kekuasaan," sambung Agung.
Di sisi lain, Agung juga mempertimbangkan sikap PKS dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Pilkada Jakarta.
Sebab menurut dia tinggal 2 partai politik itu yang masih mempunyai "nyali" menjadi oposisi, di tengah gelombang KIM yang mendukung Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dia menilai PKS masih berpeluang berbalik arah di Pilkada Jakarta karena pernah mendukung Prabowo dalam 2 kali Pilpres yakni 2014 dan 2019.
Sedangkan PDI-P dianggap tidak mudah terbujuk rayuan KIM karena menganggap mereka sebagai perpanjangan tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), buat tetap menancapkan pengaruh politiknya pada pemerintahan mendatang.
"Bila akhirnya PKS beralih ke KIM dengan beragam garansi \'gula-gula politik\' nasionalnya, maka \'Good Bye Anies dan Welcome toKIM Plus bagi PKS\'," ucap Agung.
Sebelumnya, wacana KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.
Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.
Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak akan membiarkan munculnya calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Ia mengatakan, PDI-P terus mengupayakan kerja sama dengan partai politik (parpol) lain untuk mengusung jagoannya.
Dia mengingatkan agar berbagai pihak terus menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Salah satunya dengan tidak berupaya untuk menghadirkan calon tunggal di Jakarta.
#partai-keadilan-sejahtera-pks #ridwan-kamil #anies-baswedan #partai-kebangkitan-bangsa-pkb #partai-nasdem #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus