Wacana KIM Plus Dinilai untuk Mengalienasi Anies pada Pilkada Jakarta 2024

Wacana KIM Plus Dinilai untuk Mengalienasi Anies pada Pilkada Jakarta 2024

Pengamat politik menilai wacana pembentukan KIM Plus bertujuan untuk mengalienasi Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 11:10 13775249

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai bahwa wacana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus bertujuan untuk mengalienasi atau mengasingkan Anies Baswedan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta.

"Kalau misal kita cermati memang ada arah semacam itu (wacana pembentukan KIM Plus untuk mengalienasi Anies pada Pilkada Jakarta)," kata Umam dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (7/8/2024).

"Karena bagaimanapun juga di Pilpres 2024 yang lalu, Mas Anies relatif cukup kompetitif tampil sebagai bagian dari kandidat yang melakukan perlawanan secara naratif terhadap Pak Prabowo, meskipun dari sisi electoral gapnya cukup jauh," sambung Umam.

Menurut Umam, upaya untuk mengalienasi Anies pada Pilkada Jakarta 2024 menjadi realitas politik yang terjadi saat ini.

Hal ini, kata Umam, dapat dilihat ketika partai-partai yang sebelumnya mengusung Anies maju Pilkada Jakarta, yakni PKB dan PKS diisukan akan bergabung ke KIM Plus.

"Ada tren kecenderungan di mana partai-partai lebih memilih untuk melakukan barter, sekaligus juga tukar guling kepentingan, yang mana bukan hanya dalam konteks baku atur koalisi di dalam konteks lokalitas antarwilayah, tetapi juga betul-betul dikaitkan dengan konteks (Pilpres) 2029," tutur Umam.

Sebelumnya, wacana pembentukan KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke KIM Plus.

Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.

Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.

Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Sementara itu, PKS mengungkapkan bahwa memang adanya tawaran gabung ke koalisi lain terkait pilkada di sejumlah daerah, termasuk Jakarta.

Namun, Juru Bicara PKS Pipin Sopian menegaskan bahwa hingga saat ini partainya masih serius memperjuangkan duet Anies Baswedan-Sohibul Iman bisa berlayar pada Pilkada Jakarta 2024.

“Jadi keseriusan PKS untuk memperjuangkan itu sangat serius. Di sini lain memang tawaran untuk gabung ke koalisi yang lain juga ada. Jadi kami di berbagai pilkada termasuk di Jakarta dan Jawa Barat, yang berharap berkoalisi dengan PKS begitu banyak partai politik dan kami harus menghormati itu,” kata Pipin dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV pada Senin (5/8/2024).

#anies-baswedan #pilkada-jakarta #ahmad-khoirul-umam #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/08/11102721/wacana-kim-plus-dinilai-untuk-mengalienasi-anies-pada-pilkada-jakarta