Undangan Istana untuk Upacara di IKN Diterima Megawati, Sekjen PDI-P: Sedang Ditimbang
Megawati Soekarnoputri mempertimbangkan undangan pihak Istana Kepresidenan untuk menghadiri upacara 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 17:49 13809756
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri mempertimbangkan undangan pihak Istana Kepresidenan untuk menghadiri upacara 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto saat ditanya sikap Megawati menanggapi undangan Istana.
Hasto menyatakan, undangan pihak Istana sudah diterima oleh Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang juga kader PDI-P.
"Undangan sudah diterima, bahkan diserahkan oleh Mas Pramono Anung dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Sekretaris Kabinet, sehingga undangan sudah diterima, dan kemudian ditimbang-timbang," kata Hasto ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).
Megawati, kata Hasto, mempertimbangkan undangan itu karena 17 Agustus merupakan hari yang sangat penting, yakni memperingati Indonesia merdeka.
Menurut Megawati, kata dia, 17 Agustus juga mengandung nilai-nilai patriotisme yang besar.
"Sehingga Ibu Mega telah menerima undangan tersebut dan nanti tentu saja akan diharapkan, namanya undangan kan untuk dapat memenuhi undangan," ujar Hasto.
Akan tetapi, lanjut Hasto, harus dipertimbangkan situasi terkini. Saat ini, Megawati sedang fokus terhadap persiapan Paskibraka yang dikirimkan ke IKN.
Namun, Hasto menegaskan bahwa Megawati menghormati undangan yang dikirimkan tersebut.
Untuk kepastian Megawati datang atau tidak dalam upacara IKN, akan disampaikan dalam waktu yang tepat.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, pihaknya mengundang para mantan Presiden RI untuk hadir mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di IKN pada 17 Agustus 2024.
Mereka yang diundang di antaranya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun, menurut Pratikno, pihaknya juga terbuka jika para mantan Presiden itu berhalangan sehingga tidak bisa hadir di IKN.
"Jadi untuk mantan Presiden rencananya kami undang untuk upacara di IKN bersama dengan Bapak Presiden," ujar Pratikno di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
"Tentu saja kalau ada hal-hal yang menyulitkan, kami juga terbuka kalau Beliau (Megawati dan SBY) tidak hadir di IKN, tapi hadir di Jakarta. Jadi sementara begitu," ujar dia.