Setuju Pelatihan untuk Jukir Liar, Juru Parkir: Biar Tak Minta Uang Saja
Jukir liar dinilai hanya mementingkan uang tanpa melayani masyarakat dengan baik. Oleh karena itu, jukir dianggap perlu dilatih. Halaman all
(Kompas.com) 09/08/24 17:27 13938986
JAKARTA, KOMPAS.com - Juru parkir bernama Mansur (32) setuju dengan rencana pelatihan untuk juru parkir liar (jukir liar).
Sebab, kata dia, jukir liar sekarang terkesan hanya meminta uang tanpa melayani masyarakat dengan baik.
"Setuju itu (pelatihan), supaya tidak hanya minta uang saja," ucap Mansur saat ditemui di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (9/8/2024).
Kata Mansur, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Jakarta juga mengarahkannya untuk melayani.
"Dari UPT parkir juga diarahkan harus meningkatkan pelayanan masyarakat. Jadi kami istilahnya jukir sebagai pelayan nih," jelas Mansur.
Juru parkir lain bernama Adnan (44) mengatakan, pelatihan ini berguna agar jukir liar tak asal menggetok tarif yang tidak masuk akal.
"Contohnya di dekat Masjid Istiqlal, jukir liar menggetok harga Rp 150.000. Itu kan enggak masuk akal," kata Adnan.
"Makanya, mereka harus dilatih," tambah dia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi Jakarta Hari Nugroho menuturkan, jukir liar yang terjaring penertiban diajak ikut pelatihan sesuai kemampuan.
Saat ini, ada beberapa mantan jukir yang masuk program pelatihan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
"Ya memang sekarang sudah masuk program reguler angkatan kedua. Jadi kami pilah-pilah mantan jukir itu masuk (pelatihan) yang mana," kata Hari saat ditemui di Gedung DPRD Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).