Trem Tanpa Awak akan Beroperasi di IKN, Kemenhub Susun Aturannya Halaman all
Regulasi terkait kendaraan otonom atau tanpa awak telah diamanatkan di Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Halaman all
(Kompas.com) 09/08/24 21:04 13978741
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengembangkan aturan penyelenggaraan kendaraan otonom atau trem otonom (Autonomous Rail Transit/ART) yang akan segera beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, regulasi terkait kendaraan otonom atau tanpa awak telah diamanatkan di Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Namun regulasi tersebut perlu dikembangkan sehingga Kemenhub menyusun aturan penyelenggaraan kereta tanpa awak, yang meliputi aspek sarana prasarana, manajemen lalu lintas, sumber daya manusia, hingga pembiayaan.
OIKN Rangkaian kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan BUMN China CRRC Sifang telah tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (3/8/2024).Seperti diketahui, trem otonom akan mulai diujicoba dinamis pada 10 Agustus 2024 dan akan berlangsung selama dua bulan.
Armada yang didatangkan dari China ini akan dioperasikan gratis saat upacara kemerdekaan di IKN.
Tahap selanjutnya, akan dilakukan evaluasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dengan Otorita IKN, sebelum dipamerkan atau showcase untuk umum pada 10 Oktober hingga 31 Desember 2024.
Menhub: kendaraan otonom berpotensi jadi transportasi masa depan
KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kereta otonom pabrikan CRRC Zhuzhou & Norinco di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Balikpapan, Selasa (30/7/2024).Menhub menyatakan, kendaraan tanpa awak yang berbasis teknologi akan menjadi pilar utama dalam sistem transportasi di masa mendatang.
Oleh karena itu, seluruh pihak perlu mempersiapkan diri untuk penggunaan kendaraan otonomus sebagai transportasi massal.
Adapun selain trem alias kereta otonom di IKN, kendaraan tanpa awak lainnya yang telah beroperasi di Indonesia yaitu LRT Jabodebek dan Skytrain Bandara Soekarno-Hatta.
"Transformasi transportasi di era digital akan semakin dipengaruhi oleh teknologi otonomus. Kita telah melihat inovasi-inovasi yang mengadopsi teknologi otonom pada berbagai tingkat di Indonesia," ucapnya.
Menurut Budi, kehadiran kendaraan otonomus dan kendaraan listrik sangat baik untuk merangsang terjadinya kemajuan teknologi transportasi tanah air.
Dia juga berharap, ke depannya Indonesia tak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu menjadi produsen dari kendaraan otonomus.
Pasalnya, prospek perkembangan dan pendapatan dari kendaraan ini sangatlah besar. Menurut data riset McKinsey, pada 2035 industri kendaraan otonom secara global diestimasikan dapat menciptakan pendapatan sebesar 300 miliar hingga 400 miliar dollar AS.
Kendaraan ini dinilai dapat menghasilkan pendapatan yang besar karena lebih efisien dari segi biaya operasional, juga lebih aman karena minimnya kesalahan manusia.
"Mari kita terus mengkaji, membahas dan menyiapkan diri karena kendaraan autonomous ini nantinya akan menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan kita sehari-hari," tuturnya.