Isu Calon Tunggal di Pilkada, Paslon Dianggap Lebih Pilih Ambil Hati Parpol daripada Rakyat

Isu Calon Tunggal di Pilkada, Paslon Dianggap Lebih Pilih Ambil Hati Parpol daripada Rakyat

Pakar hukum kepemiluan Universitas Indonesia, Titi Anggraini mengatakan calon tunggal punya probabilitas menang hingga 98,11 persen. Halaman all

(Kompas.com) 10/08/24 09:19 14017595


JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar hukum kepemiluan Universitas Indonesia, Titi Anggraini mengatakan munculnya calon tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 karena pasangan calon (paslon) merasa lebih baik menguasai suara partai politik (parpol) ketimbang memengaruhi masyarakat.

“Dari pada susah-susah memperebutkan suara rakyat, rakyat punya logika dan seleranya sendiri, lebih gampang memperebutkan suara partai,” ujar Titi dalam program Gaspol! di YouTube Kompas.com, Jumat (9/8/2024).

Ia mengatakan, situasi itu juga dipengaruhi oleh tingginya peluang kemenangan paslon tunggal di pilkada yang berlangsung selama ini.

Titi mengungkapkan, calon tunggal punya probabilitas menang hingga 98,11 persen.

“Jadi ada pandangan calon tunggal menjanjikan kemenangan,” sebut dia.

Apalagi, lanjut dia, saat ini 90 persen kepala daerah maju dari jalur parpol.

Bisa dikatakan, tiket untuk maju menjadi bakal calon kepala daerah (bacakada) sangat bergantung dari parpol.

Maka, lebih baik gerakan politik diarahkan agar tiket parpol hanya diberikan pada satu paslon.

Ketimbang, harus bersaing dengan paslon lain yang bisa memecah suara masyarakat.

“Jadi kalau dia sendirian, lebih gampang untuk mengambil suara partai dari pada mempertaruhkan suara rakyat untuk milih dia,” tuturnya.

“Atau dari pada susah-susah ikut pilkada, nunggu suara rakyat di TPS, lebih baik mengumpulkan semua partai jadi satu, sehingga calon tunggal yang peluang menangnya 98,11 persen tadi,” imbuh dia.

Diketahui saat ini sejumlah parpol kemungkinan bakal bergabung dalam koalisi besar untuk Pilkada DKI Jakarta 2024.

Koalisi raksasa itu bakal diberi nama Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Saat ini, KIM Plus mendorong mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta.

Sementara itu, Anies Baswedan sangat mungkin tidak mendapatkan tiket.

Pasalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem memberikan sinyal akan mencabut dukungan.

#calon-tunggal-pilkada #kotak-kosong-pilkada-jakarta #skenario-kotak-kosong #kotak-kosong-pilkada

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/10/09194301/isu-calon-tunggal-di-pilkada-paslon-dianggap-lebih-pilih-ambil-hati-parpol