Penyesuaian Harga Pertamax Dinilai Tepat
Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza menilai langkah PT Pertamina yang melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tepat. - Halaman all
(InvestorID) 11/08/24 15:04 14180761
JAKARTA, Investor.id - Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza menilai langkah PT Pertamina yang melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tepat. Hal tersebut diharapkan makin meningkatkan kesehatan keuangan BUMN energi tersebut.
Selain itu, dengan menaikkan Pertamax, diharapkan bisa semakin mendongkrak laba Pertamina sekaligus menjaga potensi pemasukan negara. Sebaba, selama lima bulan 2024, Pertamina menjual Pertamax di bawah harga keekonomian, sehingga bakal berdampak terhadap keuangan perusahaan.
“Makanya, dengan disesuaikannya harga Pertamax, diharapkan bisa meningkatkan kesehatan finansial Pertamina. Diharapkan, profitabilitas semakin meningkat, sekaligus menjaga potensi pemasukan kepada negara,” jelas Faisol, Sabtu (10/8/2024).
Menurut Faisol, upaya Pertamina menahan harga Pertamax sejak Maret 2024, bukan tanpa risiko. Dari sisi keuangan, misalnya, dengan menjual harga Pertamax di bawah harga keekonomian selama lima bulan, tentu memiliki dampak tidak sedikit.
”Namun, hal itu dilakukan juga oleh Pertamina demi menjaga daya beli sekaligus stabilitas ekonomi nasional,” lanjut dia.
Faisol mengingatkan, Pertamina tidak bisa terus menahan harga Pertamax. Apalagi, SPBU swasta sudah berkali-kali melakukan kenaikan harga BBM, termasuk RON 92.
Selain itu, dia menerangkan, harga minyak dunia masih berfluktuatif dan rupiah terus melemah di kisaran Rp 16 ribu per dolar AS. Kalau Pertamax tidak dinaikkan, tentu berbahaya buat kesehatan finansial BUMN itu.
Itulah sebabnya, Faisol berpendapat, Pertamina juga perlu melakuan upaya untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Apalagi, sebagai BUMN, Pertamina juga diwajibkan mencari untung.
Itu sebabnya, dia menilai, upaya Pertamina menaikkan Pertamax, sudah tepat. Apalagi, harga yang disesuaikan juga masih paling rendah dibandingkan badan usaha lain.
Selain itu, dengan menaikkan harga Pertamax, Faisol berpendapat, Pertamina berperan dalam menjaga persaingan yang sehat dengan badan usaha lain, seperti Shell, Vivo, dan BP AKR. Kondisi demikian tentu positif untuk iklim investasi di Tanah Air.
Akhir pekan ini, Pertamina melakukan penyesuaian terhadap harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Dengan penyesuaian tersebut, sekarang harga BBM RON 92 itu dibanderol Rp 13.700 per liter. Meski demikian, dibandingkan harga BBM sejenis launnya, Pertamax ternyata masih lebih murah. Revvo 92 dari Vivo misalnya dijual Rp 14.320 per iter dan Super dari Shell Rp 14.520 per liter, termasuk BP 92 (BP AKR) Rp 13.850 per liter.
Penetapan harga tersebut, sudah sesuai dengan regulasi Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM nonsubsidiKepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU).
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #dpr #pertamina #harga-pertamax #tepat #faisol-riza #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/369794/penyesuaian-harga-pertamax-dinilai-tepat