Jokowi: Investasi di IKN Sudah Rp 56,2 Triliun
Selain mengungkap nilai investasi IKN, Presiden Jokowi mengingatkan tak semua negara punya kesempatan dan kemampuan membangun Ibukota Baru. - Halaman all
(InvestorID) 12/08/24 10:20 14279297
IKN, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mencapai Rp 56,2 triliun sampai dengan Senin, 12 Agustus 2024. Ia kembali mengingatkan bahwa tidak semua negara punya kesempatan dan kemampuan untuk membangun ibukotanya sendiri.
“Per hari ini perlu juga saya sampaikan bahwa sudah di luar anggaran dari APBN, investasi yang masuk sudah Rp 56,2 triliun dari 55 yang sudah groundbreaking,” ungkap Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Garuda, IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/8/2024).
Dari 55 investasi yang sudah groundbreaking itu, 6 diantaranya berasal dari sektor pendidikan, 3 dari sektor kesehatan, 10 dikontribusikan sektor retail dan logistik. Selanjutnya ada 8 di segmen hotel, 2 di sektor energi dan transportasi, 14 dari sektor perkantoran dan perbankan ada, sebanyak 9 di segmen hunian dan area hijau, serta 3 untuk segmen media dan teknologi.
Di hadapan para menteri, Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa tidak semua negara memiliki kesempatan dan kemampuan untuk membangun ibukotanya dari nol. IKN adalah sebuah kanvas yang mengukir masa depan.
“IKN adalah sebuah kanvas yang mengukir masa depan dan tak semua negara memiliki kesempatan memiliki kemampuan untuk membangun ibukotanya yang dimulai betul-betul dari nol,” beber Presiden Jokowi.
Dia menerangkan, IKN dibangun dengan konsep forest city atau kota hutan, bukan kota beton maupun kota kaca. IKN dirancang sebagai smart city atau sebuah kota yang ditopang dengan teknologi dalam setiap aktivitas kotanya. Pada akhirnya, IKN juga liveable city atau sebuah kota yang nyaman ditinggali.
“Kita merasakan pagi tadi betapa sangat sejuk, dingin, dan segar pada pagi hari ini. Karena air quality index-nya memang rendah sekali yaitu di angka 6. Padahal maksimalnya di angka 50 dan hampir banyak kota yang sekarang ini sudah di atas 50,” beber Jokowi.
Kepala Negara menuturkan bahwa kepindahan ibukota negara ke IKN bukan hanya memindahkan secara fisik, namun juga mesti merubah pola pikir dan pola kerja yang sudah ada. Termasuk memahami betul pentingnya penerapan energi hijau dalam berbagai aspek.
“Bangunannya juga bangunan di sini semuanya diarahkan ke green building, dan aksesibilitasnya juga diprioritaskan untuk pejalan kaki dan yang naik sepeda,” imbuh Kepala Negara.
Pemerataan Ekonomi
Selanjutnya, kata Presiden, pemerintahan yang ada di IKN akan diiringi dengan pengembangan ekonomi hijau yang berbasis digital. “Sekali lagi ekonomi hijau, ekonomi digital, data center, financial center dan yang lain-lainnya,” beber Jokowi.
Ia turut menyampaikan keuntungan bagi masyarakat sekitar IKN. Menurut Presiden Jokowi, kehadiran IKN akan memberi banyak keuntungan bagi masyarakat Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur. Ini menjadi penting sebagai upaya pemerintah memastikan pemerataan ekonomi di Indonesia.
“Dan kalau kita tahu salah satu alasan kenapa ibukota pindah karena kita ingin pemerataan, karena kita tahu 58% GDP ekonomi itu ada di Jawa sehingga kita ingin memeratakan untuk juga luar Jawa mendapatkan perputaran ekonominya,” ujar Presiden Jokowi.
Aspirasi pemerataan ekonomi tersebut juga yang erat kaitannya agar populasi ikut menyebar. Sebab menurut Presiden, mencakup 56% populasi di Indonesia berada di Jawa, ini pula yang mencerminkan bahwa populasi sekaligus ekonomi masih berpusat di Jawa.
“Ini yang juga menjadi sebuah pertimbangan bagi kita untuk memindahkan ibukota. Dan utamanya memang beban di Ibu Kota Jakarta memang sudah sangat padat sekali,” kata Jokowi.
Dia bilang, pemerintah memutuskan pembangunan dimulai dari kawasan inti pemerintahan. Sampai saat ini, telah berdiri sejumlah bangunan seperti Istana Garuda, Kantor Kementerian Koordinator dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.
“Yang kita harapkan bisa mendorong sebanyak-banyaknya untuk masuk ke investasi di IKN. Karena investasi di IKN ini adalah investasi masa depan, bukan sekarang,” ungkap Jokowi.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ikn #presiden-jokowi #investasi-ikn #ibu-kota-nusantara #pemerataan-ekonomi #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/369857/jokowi-investasi-di-ikn-sudah-rp-562-triliun