Sebut Airlangga \' Best Friend \', Jusuf Hamka: Begitu Teman Saya Tersakiti, Saya Juga Sakit

Sebut Airlangga ' Best Friend ', Jusuf Hamka: Begitu Teman Saya Tersakiti, Saya Juga Sakit

Jusuf Hamka akui mundur dari Golkar karena Airlangga juga mundur dari jabatan ketum.

(Republika) 12/08/24 12:57 14293410

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengusaha sekaligus mantan politisi partai Golkar, Jusuf Hamka, pada hari ini telah menyerahkan surat pengunduran diri dari Golkar ke DPP Partai Golkar. Ia pun mengatakan akan berkomunikasi dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto setelah menyerahkan surat pengunduran diri itu.

"Oh pasti (berkomunikasi dengan Airlangga). He is my best friend. Buat saya pertemanan adalah pertama, kesetiaan utama," kata Jusuf Hamka usai menyerahkan surat pengunduran diri ke kantor DPP Partai Golkar, Senin (12/8/2024).

Namun demikian, Jusuf Hamka tidak menjelaskan secara rinci apa yang akan dibicarakan dengan Airlangga setelah penyerahan surat tersebut. Pria yang akrab di sapa Babah Alun ini mengatakan, dirinya memang memiliki kedekatan tersendiri dengan sosok Airlangga Hartarto.

Babah Alun melanjutkan, kedekatan itu muncul lantaran ayah dari Airlangga Hartarto pernah berjasa menolong hidupnya. Namun kepada awak media, Babah Alun tidak menjelaskan jasa apa yang telah diperbuat ayah dari Airlangga Hartarto.

Babah Alun pun tidak menampik bahwa keputusan dirinya mundur dari kepengurusan Golkar dipicu oleh mundurnya Airlangga Hartarto dari pucuk pimpinan partai bernuansa kuning itu.

"Sebagai manusia yang beradab, beretika, begitu teman saya tersakiti saya juga berasa sakit. Begitu teman saya sedih, saya juga sedih. Begitu teman saya dihina, saya pasti ada di sampingnya," kata Babah Alun.

Walau demikian, Babah Alun mengaku belum berdiskusi dengan Airlangga sebelum mengambil keputusan mundur dari Partai Golkar. "Tanpa persetujuan dan sepengetahuan beliau, ya saya pikir beliau sudah mundur ya saya mau apa lagi," kata Babah Alun.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar di Jakarta, Ahad (11/8/2024). Dalam video resmi yang disiarkan Partai Golkar di Jakarta, Ahad, Airlangga menjelaskan alasan dia mundur karena ingin menjaga keutuhan Partai Golkar dan memastikan stabilitas selama transisi pemerintahan dari Presiden RI Joko Widodo ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” kata Airlangga dalam video tersebut.

Pada pertengahan Juli lalu, DPP Partai Golkar mengeluarkan surat instruksi kepada Jusuf Hamka, untuk mempersiapkan diri maju sebagai bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) pada Pilkada Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Lodewijk menjelaskan, bahwa surat instruksi merupakan tahapan satu tingkat di atas surat perintah, yang artinya penerima instruksi merupakan bakal calon terkuat untuk resmi diusung oleh Partai Golkar pada Pilkada 2024.

"Kami memberikan surat instruksi kepada Babah Alun atau Pak Jusuf Hamka. Orang katakan Bapak Jalan Tol ya. Nah, tugas yang diberikan kepada beliau adalah sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur," kata Lodewijk.

Lodewijk menyebut para penerima surat instruksi, termasuk Jusuf Hamka, pun harus menggelar survei internal untuk mengetahui tingkat keterpilihan (elektabilitas) dalam simulasi pasangan calon.

"Kami akan lihat perkembangan survei nanti seperti apa, masih ada waktu 1 bulan ini, dan 10 hari ke depan kami akan lihat survei Babah Alun seperti apa. Mudah-mudahan kami punya variabel pilihan yang bagus baik beliau untuk Gubernur atau Wakil Gubernur DKJ," kata Sekjen DPP Partai Golkar.

Selepas menerima surat instruksi itu, Jusuf Hamka mengaku terkejut mendapatkan dua penugasan itu. Dia menilai tugas yang dia emban untuk mempersiapkan diri sebagai bakal cagub atau bakal cawagub pekerjaan yang berat.

"Kalau Allah berkehendak, yang berat bisa jadi ringan. Akan tetapi, kalau Allah tidak berkehendak, yang ringan pun jadi berat," kata Jusuf Hamka saat diminta tanggapannya terkait penugasan Golkar terhadap dirinya.

#airlangga-mundur #airlangga-hartarto-mundur #jusuf-hamka #jusuf-hamka-mundur #golkar #partai-golkar

https://news.republika.co.id/berita/si3ck8409/sebut-airlangga-best-friend-jusuf-hamka-begitu-teman-saya-tersakiti-saya-juga-sakit