Terancam Batal Diusung pada Pilkada Jakarta, Anies Dinilai Mengambangkan Kesetiaan PKS

Terancam Batal Diusung pada Pilkada Jakarta, Anies Dinilai Mengambangkan Kesetiaan PKS

Pengamat politik menilai Anies mengambangkan kesetiaan PKS. Hal itu bikin Anies terancam batal maju Pilkada Jakarta karena PKS berpotensi gabung KIM. Halaman all

(Kompas.com) 12/08/24 13:06 14293846

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai bahwa Anies Baswedan telah menggantung kesetiaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap dirinya.

Hal tersebut membuat Anies terancam batal diusung PKS pada Pilkada Jakarta karena PKS diisukan bakal bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jakarta.

"Keselahan terbesar anies mengambangkan kesetiaan PKS selama ini," kata Adi kepada Kompas.com, Senin (12/8/2024).

Menurut Adi, Anies terkesan menolak dan tak menyeriusi proposal PKS soal calon pendampingnya pada Pilkada Jakarta, yakni Sohibul Iman selaku kader PKS.

Anies dianggap tidak terlalu sreg dengan sosok Sohibul Iman sebagai calon pendampingnya.

"Malah Anies sibuk cari kepastian dengan calon dan partai lain yang sampai hari ini tak pernah ada yang pasti," jelas Adi.

Oleh sebab itu, kata Adi, bukan tak mungkin pencalonan Anies pada Pilkada Jakarta 2024 bakal kandas jika PKS batal mendukungnya.

"Kalau PKS tak usung Anies, nasib pencalonan Anies wassalam. Karena selama ini yang serius jual anies ke partai lain hanya PKS," ungkap Adi.

"Mungkin Anies mulai merasa, bahwa yang selama ini cintanya tulus ke dirinya hanya PKS. Sepertinya anies mulai menyesal setelah PKS (bakal) menarik dukungan ke Anies. Menyesal karena kehilangan cinta setianya," imbuhnya.

Sebagai informasi, PKS sebelumnya mengusung Anies Baswedan dan Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur pada Pilkada Jakarta pada 25 Juni 2024.

Anies kemudian diberikan tenggat waktu selama 40 hari atau sampai 4 Agustus 2024 untuk mencari dukungan tambahan pada Pilkada Jakarta.

Hal ini diperlukan karena PKS masih kekurangan 4 kursi untuk mengusung calon gubernur lantaran hanya memiliki 18 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Sayangnya, hingga 4 Agustus, tidak ada parpol yang memberikan dukungan secara resmi untuk pasangan Anies-Sohibul.

Juru Bicara PKS, M Kholid, mengatakan, Anies sudah melewati batas 40 hari yang diberikan oleh PKS untuk memastikan duet Anies-Sohibul bisa berlayar. Kholid bahkan menyebut, seharusnya waktu 40 hari cukup bagi Anies mencari dukungan.

"Sebenarnya, tenggat waktu 40 hari yakni sejak 25 Juni deklarasi pasangan Anies-Sohibul Iman adalah waktu yang seharusnya cukup bagi Mas Anies untuk sama-sama mengusahakan agar tiket ini berlayar," ujar Kholid saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Rabu (7/8/2024) malam.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru mengatakan, Anies kemungkinan batal maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jakarta 2024.

PKS juga menjalin komunikasi dengan parpol-parpol di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk Pilkada Jakarta. Partai Golkar sendiri sudah mendukung Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur Jakarta pada Pilkada tahun ini.

#pks #anies-baswedan #pilkada-jakarta #adi-prayitno #pilkada-jakarta-2024

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/12/13061091/terancam-batal-diusung-pada-pilkada-jakarta-anies-dinilai-mengambangkan