Hamas Desak Mediator Gencatan Senjata Gaza Sesuai Visi Joe Biden

Hamas Desak Mediator Gencatan Senjata Gaza Sesuai Visi Joe Biden

Hamas mengatakan dimulainya kembali perundingan gencatan senjata tentang konflik di Gaza harus didasarkan pada rencana sebelumnya. - Halaman all

(InvestorID) 12/08/24 12:55 14308645

LONDON, investor.id – Hamas mengatakan dimulainya kembali perundingan gencatan senjata tentang konflik di Gaza harus didasarkan pada rencana sebelumnya, daripada mengadakan putaran negosiasi baru, kata laporan BBC seperti dikutip Senin (12/8/2024).

Pekan lalu, mediator internasional dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) mendesak Israel dan Hamas untuk menghadiri perundingan tentang gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera pada 15 Agustus 2024.

Israel menanggapi dengan mengatakan akan mengirim tim negosiator untuk ambil bagian dalam pertemuan tersebut. Negosiasi tersendat bulan lalu, setelah persyaratan baru diperkenalkan pada kerangka kerja yang disajikan oleh Presiden AS Joe Biden pada Mei 2024.

Pada Senin, para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman mengeluarkan seruan bersama agar perundingan dilanjutkan dengan mengatakan "tidak boleh ada penundaan lebih lanjut".

Perdana Menteri (PM) Inggris Sir Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz menyuarakan seruan para mediator agar perundingan gencatan senjata dilanjutkan dalam sebuah pernyataan bersama.

"Kami sepakat, tidak boleh ada penundaan lebih lanjut. Kami telah bekerja dengan semua pihak untuk mencegah eskalasi dan akan berusaha keras untuk mengurangi ketegangan dan menemukan jalan menuju stabilitas," kata pernyataan itu, dikutip Senin.

Negara-negara tersebut juga menyerukan de-eskalasi ketegangan di Timur Tengah, yang telah meningkat sejak pembunuhan anggota senior Hamas dan kelompok Lebanon Hizbullah.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Minggu amalm mengonfirmasi dirinya telah memerintahkan pengerahan kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah yang akan bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sedang menuju ke wilayah tersebut.

Pihak Iran sebelumnya mengatakan akan menanggapi pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada "waktu yang tepat" dengan cara yang "tepat". Pemerintah juga menegaskan AS bertanggung jawab atas kematiannya karena dukungannya terhadap Israel.

Dalam pernyataan tentang perundingan gencatan senjata, Hamas menanggapi tekanan dari para mediator dengan menyerukan agar sebuah rencana disusun berdasarkan "visi" Biden sejak Mei 2024.

Pada dasarnya mereka setuju untuk melanjutkan negosiasi dari titik di mana mereka berhenti daripada pada inisiatif baru apa pun.

"Para mediator harus memberlakukan ini pada pendudukan (Israel) alih-alih mengejar putaran negosiasi lebih lanjut atau proposal baru yang akan memberikan perlindungan bagi agresi pendudukan dan memberinya lebih banyak waktu untuk melanjutkan genosida terhadap rakyat kami," bunyi pernyataan Hamas.

Sumber-sumber mengatakan kepada BBC, pengenalan kondisi baru Israel telah menjadi poin-poin yang sulit. Kondisinya, warga Palestina yang mengungsi harus disaring saat mereka kembali ke utara Gaza, ditambah lagi soal pertanyaan tentang kendali koridor Philadelphia yang berbatasan dengan Mesir.

Hamas terbuka untuk melanjutkan perundingan sebelum persyaratan baru diperkenalkan.

Pada Minggu, militer Israel memerintahkan ribuan warga Palestina di Khan Younis, Gaza selatan, untuk pindah ke tempat yang telah ditetapkan sebagai "zona kemanusiaan".

Perintah relokasi tersebut menyusul serangan udara Israel terhadap sebuah gedung sekolah di Gaza pada Sabtu (10/8/2024), yang menewaskan lebih dari 70 orang menurut seorang direktur rumah sakit setempat.

Fadl Naeem, kepala Rumah Sakit al-Ahli tempat banyak korban dirawat, mengatakan sekitar 70 korban diidentifikasi beberapa jam setelah serangan. Banyak jenazah lainnya yang rusak parah sehingga sulit diidentifikasi.

Seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sekolah tersebut "berfungsi sebagai fasilitas militer Hamas dan Jihad Islam yang aktif". Klaim ini dibantah Hamas.

Juru bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan "berbagai indikasi intelijen" menunjukkan "kemungkinan besar" bahwa komandan Brigade Kamp Pusat Jihad Islam, Ashraf Juda, berada di sekolah al-Taba\'een ketika sekolah tersebut diserang.

Dia mengatakan belum jelas apakah komandan tersebut tewas dalam serangan itu.

Belum dapat dipastikan berapa jumlah korban dari kedua belah pihak.

Israel mengklaim Hamas menggunakan infrastruktur sipil untuk merencanakan dan melakukan serangan, dan itulah sebabnya mereka menargetkan rumah sakit dan sekolah - situs yang dilindungi oleh hukum internasional.

Hamas secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Orang-orang bersenjata yang dipimpin Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2024, membawa 251 orang lainnya kembali ke Gaza sebagai sandera.

Serangan itu memicu serangan militer Israel besar-besaran terhadap Gaza dan perang saat ini.

Lebih dari 39.790 warga Palestina telah tewas dalam kampanye Israel, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #israel #palestina #hamas #konflik-israel-hamas #gaza #gencatan-senjata-gaza #joe-biden #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/369896/hamas-desak-mediator-gencatan-senjata-gaza-sesuai-visi-joe-biden