BSDE Belum Blak-blakan soal Rencana usai Akuisisi SMDM

BSDE Belum Blak-blakan soal Rencana usai Akuisisi SMDM

BSDE dan SMDM belum blak-blakan terkait rencana ke depan, bilamana BSDE sudah resmi menjadi pengendali baru SMDM. - Halaman all

(InvestorID) 13/08/24 07:00 14341880

JAKARTA, investor.id– PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) belum blak-blakan terkait rencana ke depan, bilamana BSDE sudah resmi menjadi pengendali baru SMDM.

“Terkait rencana pengembangan rencana bisnis baru (setelah rencana pengambilalihan SMDM menjadi efektif), perseroan akan menyesuaikan rencana bisnis untuk SMDM,” tulis Sekretaris Perusahaan BSDE Ricardo Arif Dharmawan dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasi, Senin (12/8/2024).

Kendati BSDE belum terang-terangan perihal rencananya seusai mengakuisisi SMDM, emiten bersandi saham BSDE tersebut dalam keterangan resminya berniat fokus mengembangkan rencana bisnis yang sedang berjalan dalam dua tahun ke depan (2024-2026).

Bisnis on-going itu seperti proyek township di BSD City Grand Wisata dan Kota Wisata, proyek residensial di Nava Park, The Zora, Hiera yang berlokasi di BSD City, Grand City Balikpapan, Taman Banjar Wijaya dan Taman Permata Buana, proyek perkantoran, proyek apartemen di The Element, Aerium, Southgate, Klaska, Upperwst, dan Akasa.

Bocoran irit terkait rencana BSDE usai mengakuisisi SMDM juga dikemukakan Direktur SMDM Ratna Juwanita. Dirinya bilang, belum mengetahui rencana BSDE selepas mengambilalih SMDM. “Kami belum mendapatkan konfirmasi rencana BSDE ke depan seperti apa,” ujar dia dalam paparan publik insidentil baru-baru ini.

Ratna juga belum menerangkan secara gamblang rencana pemanfaatan aset senilai kurang lebih Rp 1,55 triliun yang dimiliki SMDM. “Untuk pengembangan aset tersebut kami lakukan sesuai set plan yang ada,” tambah dia.

Adapun terkait timeline rampungnya transaksi pengambilalihan saham, Ratna mengungkapkan, SMDM masih menunggu legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengingat, baik BSDE maupun SMDM merupakan sama-sama berstatus perusahaan terbuka.

“Jadi, ada persyaratan dari OJK yang masih harus dipenuhi. Jadi, kami masih perlu menunggu waktu dan diperkirakan dua sampai tiga bulan ke depan,” ucapnya.

Direktur SMDM Henry Zen Halim dalam paparan publik insidentil juga membeberkan, kondisi terakhir terkait transaksi pengambilalihan saham SMDM dari Top Global Limited (TGL) masih bersifat perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Sale Purchase Agreement/CSPA).

Karena itu, Henry belum bisa menyebutkan nilai final dari transaksi tersebut. “Kami masih menunggu apakah masih menggunakan kurs 11.500 atau kurs rupiah atas dollar Singapura saat ini yang sekitar Rp 12 ribuan. Kami masih belum dapat informasinya,” kata dia.

Perihal nilai transaksi, Ricardo menjelaskan, nilai transaksi akan ditentukan dengan basis arm’s length kesediaan penjual dan kesediaan pembeli yang telah disepakati setelah bernegosiasi dengan mempertimbangkan nilai kepemilikan saham penjual di SMDM, harga saham pasar terbuka SMDM dan hasil uji tuntas.

BSDE, demikian dikatakan Ricardo, akan menyelesaikan transaksi pengambilalihan SMDM pada tanggal yang berada dalam hari kerja kelima setelah pemenuhan atau pengabaian syarat-syarat tangguh atau waktu atau tanggal lain yang disetujui secara tertulis antara penjual dan pembeli.

“Setelah penyelesaian transaksi, BSDE akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan tata waktu dan ketentuan dalam peraturan OJK No.9 tahun 2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka,” tutur Ricardo.

Sebelumnya, BSDE dikabarkan bersiap mengambilalih sebanyak 91,99% atau setara 4,39 miliar saham SMDM dari TGL dengan nilai transaksi mencapai S$ 195,2 juta atau setara Rp 2,24 triliun dengan memakai asumsi kurs sebesar Rp 11.500. BSDE akan memanfaatkan dana kas internal untuk mengeksekusi transaksi tersebut. Per Maret 2024, BSDE memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 9,7 triliun.

Alasan BSDE mengakuisisi SMDM lantaran SMDM dinilai memiliki lahan yang luas sehingga potensi pengembangan masih tinggi. Selain itu, lokasi strategis SMDM juga dekat dengan akses jalan tol dan BSDE dapat melakukan diversifikasi geografis.

“Kami menilai harga transaksi rencana pengambilalihan saham SMDM masih cukup wajar,” tutup Ricardo.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bsde #bsde-saham #smdm #bumi-serpong-damai-bsd #suryamas-dutamakmur #grup-sinar-mas #bsde-akuisisi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369947/bsde-belum-blakblakan-soal-rencana-usai-akuisisi-smdm