Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp 266,3 Triliun, Melonjak 36 Persen
Nilai realisasi pembiayaan utang pemerintah terus meningkat secara tahun kalender hingga Juli 2024. Halaman all
(Kompas.com) 13/08/24 16:24 14363464
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai realisasi pembiayaan utang pemerintah terus meningkat secara tahun kalender hingga Juli 2024.
Bahkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi penarikan utang pemerintah telah melonjak 36 persen.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan, realisasi pembiayaan utang pemerintah mencapai Rp 266,3 triliun sampai dengan akhir Juli 2024. Nilai ini naik sekitar 36,6 persen dari realisasi Juli tahun lalu sebesar Rp 195 triliun.
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kondisi fundamental ekonomi terkini dan rencana APBN tahun 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).Walaupun tumbuh pesat secara tahunan, realisasi pembiayaan utang pemerintah masih jauh dari target yang telah ditetapkan.
Sri Mulyani menyebutkan, realisasi pembiayaan pemerintah baru mencapai 41,1 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 648,1 triliun.
"Ini berarti realisasi baru 41,1 persen. Ini sudah bulan ketujuh (Juli) ya. Meski tumbuhnya cukup tinggi," kata dia, dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Agustus 2024, di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Lebih lanjut bendahara negara menjelaskan, kenaikan realisasi penarikan utang disebabkan oleh rendahnya pembiayaan pemerintah pada tahun lalu.
Pasalnya, pada tahun lalu, pemerintah mendapatkan "berkah" dari lonjakan harga komoditas, sehingga setoran pendapatan negara melesat dan APBN masih mencatatkan surplus hingga Juli 2023.
"Tahun lalu dengan penerimaan kita yang cukup tinggi dari berbagai komoditas boom, kita mengerem pembiayaan utang sangat dalam," tutur Sri Mulyani.
SHUTTERSTOCK/INDZ Ilustrasi utang pemerintah.Secara lebih rinci, penarikan utang pemerintah utamanya berasal dari surat berharga negara (SBN), yakni sebesar Rp 253 triliun. Nilai ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp 184,1 triliun.
Sementara itu, realisasi utang yang berasal nilainya mencapai Rp 13,3 triliun. Lebih tinggi dari angka penarikan utang pinjaman tahun lalu sebesar Rp 11 triliun.
Dalam rangka menjaga kesehatan fiskal, pemerintah tidak hanya mengandalkan utang untuk membiayai kebutuhan defisit anggaran. Tercatat realisasi pembiayaan non utang pemerintah mencapai Rp 49,3 triliun.
Nilai itu setara dengan 39,4 persen dari pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 125,3 triliun.
Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi pembiayaan anggaran non utang tumbuh 61,8 persen secara tahunan.
Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan realisasi pembiayaan anggaran sebesar Rp 217 triliun. Nilai itu tumbuh 31,0 persen dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 356,7 triliun.
#sri-mulyani #utang-pemerintah #penarikan-utang-pemerintah #apbn #pembiayaan-utang