Fenomena

Fenomena "Makan Tabungan" untuk Kebutuhan Sehari-hari, Apa Sebabnya?

Fenomena makan tabungan tengah terjadi pada masyarakat Indonesia sejak beberapa tahun belakangan. Halaman all

(Kompas.com) 14/08/24 18:27 14417535

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena makan tabungan tengah terjadi pada masyarakat Indonesia sejak beberapa tahun belakangan.

Hal ini dibuktikan dengan penurunan saldo tabungan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), rata-rata saldo tabungan sebesar Rp 3 juta pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 susut menjadi Rp 1,8 juta per April 2024.

Selain itu, pada periode yang sama juga terjadi peningkatan proporsi pengeluaran dan menurunnya proporsi simpanan. Berdasarkan survei konsumen dari Bank Indonesia (BI) selama 2019-2024 proporsi pengeluaran terhadap pendapatan meningkat dari 68 persen menjadi 74 persen.

Sementara proporsi simpanan terhadap pendapatan menurun dari 20 persen menjadi 17 persen. Demikian juga dengan proporsi pembayaran cicilan terhadap pendapatan menurun dari 12 persen menjadi 9 persen.

Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan, fenomena makan tabungan pada masyarakat itu disebabkan oleh kenaikan inflasi yang tidak diimbangi oleh kenaikan upah pekerja.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat terpaksa menggunakan uang tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga muncullah fenomena makan tabungan.

"Dunia sekarang sudah bergeser. Biasa kita menghabiskan dana untuk beli groceries seperti makanan dan minuman itu sekitar 17 sampai 18 persen dari pendapatan, sekarang jadi 27 persen dari pendapatan," ujarnya dalam Journalist Class di Menara Bank Danamon, Jakarta, Rabu (14/8/2024).

UNSPLASH/VIKI MOHAMAD Ilustrasi belanja di supermarket atau pasar swalayan, sektor ritel.
Berdasarkan data BI, selama pandemi suku bunga acuan BI dalam tren penurunan. Lalu mulai 2022 sampai sekarang suku bunga acuan perlahan meningkat dari 3,5 persen pada awal 2022 menjadi 6,25 persen pada Juli 2024.

Seiring dengan hal tersebut, harga berbagai komoditas pangan mengalami kenaikan akibat perubahan iklim maupun faktor lainnya.

Sementara di sisi lain, gelombang PHK masih terus berlangsung di berbagai industri. Alhasil masyarakat yang sebelumnya terdampak PHK saat pandemi semakin sulit mendapatkan pekerjaan.

#phk #suku-bunga #makan-tabungan #fenomena-makan-tabungan #pembayaran-cicilan

https://money.kompas.com/read/2024/08/14/182749726/fenomena-makan-tabungan-untuk-kebutuhan-sehari-hari-apa-sebabnya