Luhut Dorong Pembangunan IKN Pakai Semen "Hijau"
Luhut tekankan pentingnya pembangunan IKN dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan.
(Kompas.com) 16/08/24 19:00 14503332
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan, salah satunya pakai semen hijau.
Dia mengatakan, salah satu BUMN yang memproduksi bahan bangunan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) telah menetapkan pembangunan ramah lingkungan. Inovasi melalui semen hijau dan produk turunannya, dinilai menjadi terobosan penting menuju industri konstruksi yang berkelanjutan.
“Kita punya Perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri bahan bangunan dan memiliki semen hijau atau semen ramah lingkungan seperti apa yang telah dilakukan oleh SMGR,” kata Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (16/8/2024).
Semen hijau diproduksi sebagai produk akhir dari proses berteknologi maju, sehingga emisi selama unit operasi (seperti produksi klinker) bisa diminimalkan.
Dalam proses pembuatan semen hijau, karbon dioksida yang dikeluarkan selama proses pembuatan berkurang secara signifikan bahkan ada di angka 40 persen.
Untuk mendorong ekonomi yang berkelanjutan, Luhut menekankan bahwa pemerintah pun fokus membangun IKN sebagai kota berkelanjutan pertama di Indonesia.
“Ini langkah yang akan mengubah industri konstruksi dan Indonesia. Perlu dukungan dan komitmen Pemerintah agar bisa melahirkan inovasi-inovasi seperti yang telah dilakukan SMGR,” kata dia.
“Karena itu, saya sangat mendukung penggunaan semen hijau di proyek-proyek Pemerintah seperti di IKN, karena ini akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk juga mulai membangun secara berkelanjutan dan mempercepat target nol emisi Indonesia,” lanjut dia.
Luhut bilang, upaya mendorong pembangunan ramah lingkungan tersebut, sejalan dengan upaya merealisasikan target ekonomi Indonesia tahun 2045, yaitu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata melalui akselerasi pembangunan kawasan Timur Indonesia, menekankan keberlanjutan pembangunan sebagai prinsip mewujudkan kota hemat energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan rendah emisi karbon.
Luhut mengatakan, pembangunan berkelanjutan harus dilakukan semua kalangan, termasuk pelaku industri. Luhut juga menegaskan ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan termasuk pemilihan material yang mendukung desain kota berkelanjutan.
“Inisiatif dekarbonisasi yang dilakukan SIG tersebut merupakan langkah konkret mendukung pencapaian target Net Zero Emission, dan kedepannya diharapkan mendukung program pembangunan Negara,” kata dia.
Sebelumnya, SMGR telah meresmikan fasilitas pengelolaan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif (refuse-derived fuel/RDF) yang pertama di Indonesia di Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2020.
Fasilitas tersebut dioperasikan melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah dan memperoleh bahan bakar alternatif yang lebih rendah karbon untuk substitusi batu bara.