Kesejahteraan Petani, Syarat Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia 2029
Kesejahteraan petani juga akan mendorong tumbuhnya regenerasi petani yang belakangan jadi kekhawatiran. - Halaman all
(InvestorID) 23/08/24 17:31 14572904
JAKARTA, investor.id – Pengamat pertanian, Eliza Mardiana menyebut impian Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di 2029 sangat terbuka. Dengan catatan, pemerintah perlu melakukan reorientasi kebijakan, dengan fokus memastikan kesejahteraan petani.
“Impian menjadi lumbung pangan dunia itu sangat terbuka bagi Indonesia. Selagi pemerintahnya melakukan reorientasi kebijakan ini bermula dari paradigmanya pemerintah,” kata Eliza saat dihubungi, pada Jumat (23/8/2024).
Sebab paradigma ini yang sangat menentukan pilihan-pilihan pemerintah. Jangan sampai pemerintah selalu berfokus pada peningkatan produksi, tanpa memikirkan kesejahteraan petani.
Eliza menekankan bahwa kesejahteraan petani merupakan yang paling utama perlu dipikirkan oleh pemerintah. Ia menyebut sudah saatnya pemerintah melakukan relokasi belanja anggaran yang difokuskan kepada kebutuhan petani.
“Saat petani sejahtera, mereka pun akan sendirinya akan berekspansi untuk meningkatkan produksinya tanpa harus pemerintah bersusah payah melakukan berbagai cara,” ujar Eliza.
Eliza menambahkan jangan sampai pemerintah masih menggunakan cara-cara lama dalam membangun pertanian. Sebab hal ini dapat membuat petani tidak ada regenerasi dan akan menyebabkan kerentanan pada pertanian di Indonesia.
Adapunn berdasarkan peta jalan menuju swasembada dan lumbung pangan dunia yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan), Indonesia diproyeksi mampu mencapai swasembada pangan di tahun 2025. Selain itu, Indonesia digagas bisa menjadi negara menjadi negara eksportir beras pada tahun 2027 dan menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2028.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari 29,36 juta unit usaha pertanian, paling banyak dikelola oleh Generasi X (43-58 tahun) yakni sebanyak 42,39%. Sementara, Generasi Z (11-26 tahun) menjadi yang paling sedikit yakni hanya 2,14%.
Sedangkan, jika dibandingkan dengan data hasil sensus pertanian terakhir 10 tahun yang lalu, jumlah petani berusia antara 55-64 tahun mengalami peningkatan paling signifikan yakni 20,01% pada 2013 menjadi 23,20% pada 2023. Sedangkan, jumlah petani berusia antara 35-44 tahun mengalami penurunan paling signifikan yakni dari 26,34% pada 2013 menjadi 22,08% pada 2023.
BPS menyebut petani diatas usia 55 tahun mengalami kenaikan dalam 10 tahun belakangan. Sedangkan petani dengan usia 44 tahun ke bawah mengalami penurunan. Ini menandakan petani di Indonesia didominasi sepuh.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #kesejahteraan-petani #regenerasi-petani #lumbung-pangan-dunia #food-estate #usia-petani-indonesia #berita-ekonomi-terkini