Pasar Remehkan Astra (ASII), padahal Target Sahamnya Dipatok Lebih Tinggi

Pasar Remehkan Astra (ASII), padahal Target Sahamnya Dipatok Lebih Tinggi

Pasar tampaknya meremehkan perbaikan profitabilitas Astra (ASII). Padahal, target harga saham ASII dipatok lebih tinggi. - Halaman all

(InvestorID) 25/08/24 15:32 14711715

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi mencatatkan return on equity (ROE) sebesar 13%-14% pada 2025-2027, mirip dengan tahun 2016 ketika ASII diperdagangkan pada price to book value (PBV) sebesar 2,8 kali.

“Meski kami tidak berekspektasi ASII kembali ke level PBV lebih dari 2 kali, kami pikir pasar telah meremehkan perbaikan laba bersih dan profitabilitas ASII. Saham ASII diperdagangkan setengah dari PBV historisnya, walaupun ROE di level yang sama,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry dan Christian Sitorus dalam risetnya.

BRI Danareksa Sekuritas menilai, harga saham Astra atau ASII saat ini sekitar 13% dan 26% di bawah skenario bearish dan skenario dasar. Sebab pasar menetapkan diskon lebih besar pada ASII.

Dalam satu bulan terakhir, harga saham ASII telah naik 15% seiring pemulihan penjualan mobil. Selama Januari-Juli 2024, penjualan mobil turun 17% dibandingkan periode Januari-Juni 2024 yang anjlok 19% yoy. Pangsa pasar ASII tetap kuat mencapai 57%, meskipun ada persaingan dari para pemain mobil China.

“Kami tetap memperkirakan penjualan mobil pada semester II-2024 naik 6% dibandingkan semester I-2024 di tengah momentum GIIAS (+11% yoy dibandingkan tahun 2023),” sebut Richard.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Dengan berbagai pertimbangan, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rating beli untuk saham Astra (ASII). Target harga sahamnya dipatok lebih tinggi sebesar Rp 5.700, naik dari sebelumnya Rp 5.300. Target harga baru itu menyiratkan price to earnings ratio (PER) sebesar 9 kali.

“Kami yakin dengan pangsa pasar mobil ASII yang solid layak mendapatkan valuasi premium lebih tinggi,” pungkas Richard.

Saat ini, saham ASII diperdagangkan pada PER yang undemanding sebesar 6,6 kali atau standar deviasi (SD) -1 dari rata-rata 5 tahun. Adapun risiko utama penurunannya jika penjualan mobil kehilangan momentum setelah GIIAS dan pembentukan non performing financing (NPF) di segmen keuangan.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #asii #astra #saham-asii #saham-astra #penjualan-mobil #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371284/pasar-remehkan-astra-asii-padahal-target-sahamnya-dipatok-lebih-tinggi