Diresmikan Jokowi, Bendungan Margatiga Lampung Bakal Mengairi 16.588 Ha Daerah Irigasi
Jokowi menyampaikan, manajamen pengelolaan air di semua provinsi bakal menjadi fokus pemerintah, salah satunya melalui pembangunan bendungan. Halaman all
(Kompas.com) 27/08/24 18:29 14783240
JAKARTA, KOMPAS.com - Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur, Lampung yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero).
Jokowi menyampaikan, manajamen pengelolaan air di semua provinsi bakal menjadi fokus pemerintah, salah satunya melalui pembangunan bendungan.
“Fokus pertama untuk air baku bagi kehidupan kita, kedua irigasi bagi sawah-sawah yang kita miliki. Ketiga untuk reduksi banjir, kalau memang masih ada banjir di daerah (sekitar bendungan) itu,” ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (26/8/2024).
DOK. Humas Adhi Karya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bersama Presiden RI Joko Widowo (Jokowi) meresmikan Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur, Senin (26/8/2024).“Sangat besar sekali (Bendungan Margatiga). Kita harapkan bendungan yang ke-44 saya resmikan dalam 10 tahun terakhir ini bisa berfungsi (dengan baik),” imbuh dia.
Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan, Bendungan Margatiga turut mendukung lumbung pangan nasional di kawasan Lampung.
Sebab, pasokan air yang berkelanjutan dari bendungan membuat petani bisa menanam dua sampai tiga kali dalam setahun.
Secara keseluruhan, bendungan tersebut akan mengairi Daerah Irigasi (DI) di provinsi Lampung seluas 16.588 Hektare (Ha).
“Daerah tersebut mencakup DI Jabung Kiri seluas 5.638 Ha dan DI Jabung Kanan sebesar 10.950 Ha,” tutur pria yang akrab disapa Oho itu.
Dokumentasi Biro Setpres Presiden Joko Widodo usai meresmikan Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur, Senin (26/8/2024).Selama pengerjaan Bendungan Margatiga, ia menjelaskan, tim Waskita menerapkan inovasi Building Information Modelling (BIM) atau Dimension of Digital Construction.
Produk BIM yang diimplementasikan pada proyek itu mencakup reality modelling pada tahap digital surveying, lalu 3D modelling, shop drawing, serta as-built model pada saat produksi.
“Di era digitalisasi seperti sekarang, inovasi digital sangat diperlukan, tidak terkecuali di bidang konstruksi guna memudahkan pengerjaan. Pada penerapan BIM misalnya, digunakan Buku Lapangan Digital yang bertujuan mengurangi penggunaan kertas, mengakses lebih mudah, serta lebih praktis dibawa maupun disimpan,” jelas Oho.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Bendungan Margatiga bisa selesai tepat waktu sesuai yang ditargetkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR).
Sebagai informasi, Bendungan Margatiga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap Waskita Karya. Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut sekitar Rp 846 miliar.
Selama lima tahun kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, Waskita memulai pembangunan 36 PSN.
Sementara jumlah PSN bendungan yang sedang dikerjakan saat ini sebanyak sembilan, yaitu Bendungan Temef, Mbay, Jlantah, Jragung, Bener, Leuwikeris, Tigadihaji, Rukoh, serta yang diresmikan terakhiri yakni Bendungan Margatiga.
#bendungan #irigasi #jokowi #pembangunan-bendungan #bendungan-margatiga