Pengeluaran Kelas Menengah untuk Rumah dan Makanan Turun, untuk Hiburan hingga Pakaian Naik
BPS mencatat adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat kelas menengah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Halaman all
(Kompas.com) 28/08/24 16:47 14792032
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat kelas menengah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Tercatat pengeluaran kelompok menengah untuk barang prioritas seperti makanan dan perumahan menurun dalam 1 dekade terakhir.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, porsi pengeluaran kelas menengah untuk makanan menengah mencapai 45,53 persen total pengeluaran pada 2014. Namun, pada 2024, pengeluaran kelas menengah untuk makanan sebesar 41,67 persen.
FREEPIK/WIRESTOCK Ilustrasi membeli rumah.Selain itu, pengeluaran kelas menengah untuk perumahan juga menurunan. Tercatat pada 2014, pengeluaran untuk perumahan mencapai 32,67 persen, turun menjadi 28,52 persen pada 2024.
"Kalau kita lihat bagaimana terjadi shifting prioritas pengeluaran kelas menegah 10 tahun terakhir," kata Amalia dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Pada saat bersamaan, BPS mencatat adanya kenaikan pengeluaran kelas menengah untuk barang atau jasa yang sifatnya sekunder dan tersier.
Misalnya saja pengeluaran untuk hiburan yang meningkat dari 0,22 persen pada 2014 menjadi 0,38 persen pada 2024.
Kemudian, pengeluaran untuk pakaian juga meningkat. Tercatat pada 2014 pengeluaran kelas menengah untuk pakaian hanya mencapai 2,16 persen, sementara pada 2024 mencapai 2,44 persen.
Kelompok pengeluaran lain yang mengalami peningkatan ialah pajak/iuran, kendaraan, barang tahan lama, barang/jasa lainnya, serta keperluan pesta.
SHUTTERSTOCK/MINERVA STUDIO Ilustrasi belanja di supermarket atau pasar swalayan, konsumsi masyarakat.Sebagai informasi, yang dimaksud kelas menengah oleh BPS ialah masyarakat dengan pengeluaran 3,5 hingga 17 kali dari garis kemisikinan yang besarannya berubah setiap tahun.
Untuk tahun 2014, yang dimaksud kelas menengah adalah masyarakat dengan pengeluaran Rp 1.059.573 sampai Rp 5.146.495 per bulan. Sementara yang dimaksud kelas menengah pada 2024 adalah masyarakat dengan pengeluaran Rp 2.040.262 hingga Rp 9.909.844.
BPS mencatat, jumlah masyarakat kelas menengah terus berkurang setiap tahunnya pada periode 2019 sampai 2024.
Tercatat jumlah penduduk kelas menengah mencapai 57,33 juta jiwa (21,45 persen) pada 2019, 53,83 juta jiwa (19,82 persen) pada 2021, 49,51 juta jiwa (18,06 persen) pada 2022, 48,27 juta jiwa (17,44 persen) pada 2023, dan 47,85 juta jiwa (17,13 persen) pada 2024.
#kelas-menengah #masyarakat-kelas-menengah #pengeluaran-kelas-menengah #jumlah-masyarakat-kelas-menengah